Kronologi Pembunuhan Khashoggi Versi New York Times
https://parstoday.ir/id/radio/other-i64487-kronologi_pembunuhan_khashoggi_versi_new_york_times
New York Times yang dikutip ulang FNA mengungkapkan kronologi pembunuhan Khashoggi.
(last modified 2025-11-30T07:49:40+00:00 )
Nov 21, 2018 19:12 Asia/Jakarta

New York Times yang dikutip ulang FNA mengungkapkan kronologi pembunuhan Khashoggi.

Transkrip video

Sebanyak 15 orang, yang kebanyakannya tiba di Istanbul pada penghujung malam sehari sebelum operasi dilancarkan mengincar mangsanya yang tidak lain Jamal Khashoggi, salah seorang kritikus terkemuka Putra Mahkota, Mohammed bin Salman yang masih muda.

Sejak terjadinya pembunuhan Khashoggi di Istanbul, media Turki secara aktif memublikasikan berbagai bukti baru. Seiring berjalannya waktu, peleton teror yang terkenal sadis dan profesional dalam menjalankan tugasnya dipilih yang terbaik dari berbagai kementerian Arab Saudi. Sebagian dari mereka menjalin hubungan dekat dengan putera mahkota Arab Saudi. 

Setelah berlalu beberapa hari dari waktu terjadinya peristiwa pembunuhan, para pejabat Arab Saudi menyebut peristiwa ini sebagai insiden yang tidak disengaja. Tapi rekonstruksi kejadian teror yang dilakukan menunjukkan bahwa rezim Al Saud menyembunyikan fakta mengenai pembunuhan berdarah tersebut yang menjadi perhatian publik dunia.

Jumat pagi, 28 Septemebr 2018,  Khashoggi dan calon istrinya, Hatice Cengiz hendak mendaftarkan pernikahannya di salah satu kantor catatan sipil Istanbul. Tapi untuk melengkapi data, Khashoggi harus menghubungi kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul. Akhirnya jurnalis Arab Saudi ini mendatangi konsulat negaranya di Istanbul. Pihak konsulat meminta Khashoggi datang kembali sepekan kemudian. Di dalam gedung konsulat, hadir seorang mata-mata bernama Ahmad Al-Mozini yang bekerja di kantor diplomatik tersebut. Mata-mata ini, di hari yang sama segera terbang ke Riyadh dan menyiapkan skenario pembunuhan Khashoggi ketika akan balik kembali ke konsulat pekan depannya.

Konsulat Arab Saudi di Istanbul

Sejak Senin malam hingga Salasa pagi, para pejabat yang ditugaskan untuk menjalankan operasi pembunuhan Khashoggi bertolak meninggalkan tempat tinggalnya menuju Istanbul. Al-Mozini terbang seorang diri dari Riyadh menuju Istanbul. Tiga orang lainnya yang datang melalui Kairo masuk ke Istanbul. Dua orang dari mereka beberapa kali terbang mendampingi perjalanan luar negeri putera mahkota Arab Saudi.

Sekitar pukul setengah empat dini hari sebuah jet pribadi dari Riyadh tiba di bandara Istanbul. Jet ini biasanya dipergunakan untuk mengangkut para pejabat tinggi Arab Saudi. Pesawat terbang ini membawa 9 pejabat Arab Saudi, yang sebagian memainkan peran kunci dalam kasus pembunuhan Khashoggi. Nanti kita akan mengulas tim ketiga, dan kini memfokuskan pada tim kedua yang beranggotakan tiga orang.

Seorang perwira tinggi yang memiliki keahlian forensik di kementerian dalam negeri Arab Saudi bernama Salah Al-Tabiqi, termasuk tim utama teroris terhadap Khashoggi. Media Turki menyebut Al Tabiqi bertugas memutilasi anggota badan Khashoggi untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

Nama pejabat lainnya adalah Maher Motreb yang memimpin operasi pembunuhan Khashoggi. New York Times menyebut Motreb memiliki hubungan dekat dengan putera mahkota Arab Saudi. Ketika Mohammed bin Salman awal tahun ini berada di Houston, Motreb mendampinginya. Orang ini berada di belakang sedang tersenyum ketus sambil menatap kosong ke depan. Kita juga menyaksikan kehadirannya mendampingi Mohamed bin Salman di Boston, dan juga salah satu pertemuan PBB yang diikuti putera Mahkota Arab Saudi ini di New York. Dia juga hadir ketika pangeran Mohamed bin Salman berada di Madrid, dan Paris.

Mohammed bin Salman

Kunjungan putera mahkota Arab Saudi ini ke berbagai negara dunia untuk menunjukkan dirinya sebagai orang yang bisa diterima dan bersahabat, dengan mengklaim sebagai reformis dunia Arab.

Ketika itu Motreb termasuk pengawal khusus Mohamed bin Salman. Kini ia menjadi koordinator aksi teror Jamal Khashoggi. Hubungan dekatnya dengan Mohamed bin Salman menimbulkan pertanyaan, mengapa pejabat tinggi mengeluarkan instruksi pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi hari Selasa tiba di Istanbul setelah menghabiskan akhir pekannya di London. Ia dan anggota tim teror memasuki kota Istanbul dari bandara yang sama. Anggota tim teror menginap di dua hotel berbeda yang terletak tidak jauh dari konsulat Arab Saudi.

Khashoggi bersama calon istrinya memasuki sebuah apartemen yang baru dibelinya. Pagi hari tim teror sudah bergerak. Motreb telah keluar dari hotel menuju konsulat sekitar tiga jam sebelum  Khashoggi datang. Dari hotel ke konsulat Arab Saudi hanya beberapa menit berjalan kaki saja. CCTV merekam kedatangan mereka.

Motreb tiba pertama kali, kemudian diikuti oleh Al Tabiqi, sang ahli forensik. selanjutnya al-Madani yang akan berperan sebagai pengganti Khashoggi memasuki gedung konsulat. Semua disiapkan dengan rapih.

Sebuah mobil keluar dari gedung konsulat dan tempatnya digantikan oleh sebuah van. Mobil van ini memasuki konsulat. Para pejabat Turki mengatakan bahwa van ini keluar dari gedung konsulat membawa jenazah Khashoggi. Di gambar ini bisa disaksikan lalu lalang mobil di dalam gedung konsulat. Jalur ini tertutup dan setiap gerakannya sulit dijangkau dari luar.

Sekitar 45 menit sebelum Khashoggi hilang di gedung konsulat, ia dan calon istrinya berbicara merencanakan kehidupan barunya. Tentang makam malam dan dekorasi rumah baru, terutama mebelnya. Pukul 11:12, mereka tiba di konsulat Arab Saudi. Khashoggi menyerahkan telepon gengam kepada calon istrinya, lalu ia memasuki gedung konsulat negaranya. Ini akan menjadi akhir pertemuannya  dengan Khashoggi.

Di dalam gedung konsulat, Khashoggi memasuki gedung utama di lantai dua. Tim teror telah menantinya. Sumber yang mengetahui kasus ini kepada New Yoprk Times melaparkan bahwa Khashoggi langsung menjadi sasaran teror. Khashoggi dibawa ke ruang lain, dan tidak lama setelah itu dibunuh. Kemudian, Al Tabiqi memutilasi jenazah Khashoggi sambil mendengarkan musik. Motreb segera menelpon pejabat atasannya dengan mengatakan tugas selesai dijalankan.

Dua jam setelah Khashoggi hilang! Di luar gedung konsulat, van yang diparkir di gedung keluar area disebut-sebut membawa jenazah Khashoggi yang sudah dimutilasi. Sejak itu, para anggota teror memulai untuk menghilangkan bukti-bukti pembunuhan sadis ini.

Di luar gedung, Hatice Cengiz menunggu persis di tempat ketika berpisah dengan Khashoggi. Dua orang anggota teror meninggalkan gedung konsulat. Salah satu dari mereka mengenakan pakaian Khashoggi. Dia tidak lain dari Al Madani yang dijadikan bukti oleh pihak rezim Saudi bahwa dia adalah Khashoggi yang telah keluar gedung konsulat. Di gambar tampil sosok yang mirip dengan Khashoggi, semua sama dari raut muka yang mirip hingga pakaiannya. tapi ada satu yang terlihat cukup fatal, yaitu sepatu mereka yang berbeda.

Tiga jam setelah Khashoggi hilang. Madani setelah keluar dari gedung menghentikan taksi dan masuk ke salah satu tempat wisata yang ramai. Kemudian ia mengganti pakaiannya. Gambar selanjutnya menunjukkan ia sudah berganti pakaian.

Di bandara Istanbul, anggota tim ketiga telah tiba. Mereka hanya lima jam di Istanbul. Tapi kita tidak tahu persis di mana saja mereka menghabiskan 5 jam tersebut.

Sekitar empat jam setelah Khashoggi hilang! Motreb keluar dari wisma konsul Arab Saudi di Istanbul. Kini tiba waktunya bagi mereka untuk meninggalkan hotel dan menyerahkan kuncinya, lalu bergerak menuju bandara. Al Mazini juga menuju bandara. Ketika anggota tim teror sudah meninggalkan Istanbul, Hatice Cengiz masih menunggu di tempat ia berpisah dengan Khashoggi. Ia menunggu calon suaminya keluar gedung konsulat Arab Saudi hingga tengah malam. 

Peristiwa ini dalam waktu sekejap menjadi perhatian dunia. Sembilan hari kemudian, tim dari Arab Saudi diutus ke Istanbul. Riyadh mengatakan bahwa tim ini datang untuk menyelidiki kasus tersebut. Tapi salah seorang dari anggota tim ini adalah seorang ahli kimia yang memiliki hubungan dengan tim teror. Ia dan Al-Tabiqi hadir bersama dalam salah satu acara wisuda kedokteran forensik. Para pejabat Turki mengungkapkan bahwa tim ini bukan penyelidik tapi pihak yang datang untuk menghilangkan barang bukti.

Kini narasi Arab Saudi berubah. Jaksa agung negara ini menjatuhkan vonis kepada sejumlah orang dianggap terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Tapi mereka tidak termasuk Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang dinilai oleh berbagai kalangan termasuk pejabat tinggi negara-negara Barat sebagai orang yang mengizinkan aksi teror terhadap Khashoggi.