Sep 29, 2021 07:06 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 29 September 2021

Hari ini Rabu, 29 September 2021 bertepatan dengan 22 Shafar 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 7 Mehr 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Mirza Mohammad Baqir Khonsari, Faqih dan Ahli Hadis Lahir

 

217 tahun yang lalu, tanggal 22 Shafar 1226 HQ, Mirza Mohammad Baqir Khonsari, seorang faqih, ahli hadis, rijal dan juga sastrawan lahir di kota Khonsar lahir.

 

Mirza Mohammad Baqir bin Mirza Zain al-Abidin Khonsari adalah ulama besar abad ke-13 dan 14 Hijriah. Mirza Mohammad Baqir Khonsari dipercaya menjadi ketua ulama Isfahan.

 

Kuliah yang disampaikannya di Isfahan menjadi tempat berkumpulnya ulama seperti Syeikh as-Syariah Isfahani, Sayid Abu Turab Khonsari, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan lain-lain.

 

Ahsan al-Athiyyah, catatan pinggir Syarah Lum’ah, Qurrah al-Ain, Raudhaat al-Jannat fi Ahwal al-Ulama wa as-Sadaat dan lain-lain merupakan sebagian dari karya-karyanya.

 

Aksi Mogok Massal Menentang Sikap Rezim Pahlevi

 

43 tahun yang lalu, tanggal 7 Mehr 1357 HS, rakyat Iran melakukan aksi mogok massal menentang sikap rezim Pahlevi.

 

Menyusul diumumkannya kondisi darurat militer di seluruh kota-kota besar Iran, rakyat melakukan aksi mogok memrotes sikap rezim Pahlevi itu.

 

Aksi mogok ini mulai dilakukan oleh para anggota koperasi industri perminyakan Iran dan pegawai kilang minyak Abadan. Menyaksikan aksi mogok itu, para pegawai telekomunikasi Tehran tidak ingin ketinggalan dan juga melakukan aksi yang sama.

 

Pada tanggal 7 Mehr 1357 HS, para karyawan kereta api, air minum, semen Tehran, pelabuhan, kilang minyak Shiraz, reaktor nuklir, penambang batu bara, para nelayan dan penguasaha tekstil Yazd juga turut melakukan aksi mogok menentang keputusan rezim Pahlevi.

 

Angola Adakan Pemilu Pertama

 

29 tahun yang lalu, tanggal 29 September 1992, diadakan pemilu pertama yang bebas di Anggola.

 

Dalam pemilu ini Partai MPLA yang sejak tahun 1976 menguasai pemerintahan, meraih kemenangannya dan pemimpin partai ini, Jose Eduardo Dos Santos, kembali menjadi presiden.

 

Angola meraih kemerdekaannya dari Portugis pada tahun 1975 dan terjadi perang saudara antara kelompok MPLA yang didukung Soviet dan Kuba melawan kelompok Unita yang didukung Amerika dan Afrika Selatan. Meskipun MPLA berhasil meraih kekuasaan pada tahun 1976, namun bentrokan berdarah terus terjadi. Setelah melemahnya kelompok Unita dan terbunuhnya pemimpin kelompok ini, Jonas Savimbi, barulah perang saudara 27 tahun di Angola mereda.