Okt 05, 2021 12:11 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 5 Oktober 2021

Hari ini Selasa, 5 Oktober 2021 bertepatan dengan 28 Shafar 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 13 Mehr 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Rasulullah Saw Wafat

 

1432 tahun yang lalu, tanggal 28 Shafar 11 HQ, Rasulullah Muhammad Saw berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun.

Nabi besar umat Islam ini dilahirkan 52 tahun sebelum dimulainya tahun Hijriah, di kota Mekah. Sejak kecil, Muhammad Saw telah kehilangan ayah dan ibunya sehingga diasuh oleh kakek beliau Abdul Muthalib, lalu oleh paman beliau, Abu Thalib. Sejak muda, Muhammad Saw telah dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga dikenal dengan julukan al-Amin.

Pada usia ke-40, Muhammad Saw ditunjuk Allah untuk menjadi utusannya dalam menyampaikan risalah tauhid, keadilan, dan kasih sayang kepada umat manusia. Setelah 23 tahun menyampaikan risalah Islam dan berhasil mendirikan pemerintahan Islam di Madinah, akhirnya Rasulullah wafat dan meninggalkan sebuah ajaran agung yang kini tersebar ke berbagai penjuru dunia.

 

Imam Hasan Gugur Syahid

 

1393 tahun yang lalu, tanggal 28 Shafar tahun 50 Hijriah, Imam Hasan as, cucu Rasulullah Saw gugur syahid.

Imam Hasan adalah putra dari Fathimah as, putri Rasulullah dan Imam Ali as. Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 3 Hijriah. Sejak lahir hingga usia tujuh tahun, Imam Hasan as dibimbing langsung oleh kakek beliau, Rasulullah Saw untuk memahami makrifat Islam.

Pada usia 37 tahun, ayah beliau, yaitu Imam Ali as gugur syahid dan Imam Hasan pun meneruskan tampuk kepemimpinan kaum muslimin yang semula diemban oleh Imam Ali. Dalam masa kepemimpinannya, Imam Hasan as berusaha membentuk pasukan muslim yang tangguh untuk melawan pasukan Muawiyah yang sebelumnya juga telah melakukan perlawanan bersenjata terhadap Imam Ali as.

Namun, berbagai provokasi dan taktik licik yang dilakukan Muawiyah membuat semangat pasukan muslim itu kendor, bahkan sebagiannya bergabung dengan pasukan Muawiyah. Karena itu, Imam Hasan mengambil langkah diplomasi, demi terjaganya keutuhan kaum Muslimin yang saat itu tengah mendapat ancaman yang lebih besar dari kaum Kafir. Imam Hasan pun kemudian mengadakan perjanjian damai dengan Muawiyah, namun isi perjanjian itu dilanggar oleh Muawiyah dan bahkan akhirnya, Imam Hasan diracuni olehnya sehingga gugur syahid pada tahun 50 hijriah.

 

Imam Khomeini Dipindahkan dari Turki ke Irak

 

56 tahun yang lalu, tanggal 13 Mehr 1344 HS, Imam Khomeini ra dipindahkan dari Turki ke Irak.

Kondisi krisis yang dialami Iran akibat berlanjutnya pengasingan Imam Khomeini dari satu sisi dan pemerintah Turki yang tidak ingin Imam dipenjara lebih lama di negaranya memaksa rezim Pahlevi untuk mengubah tempat pengasingannya. Oleh karenanya, dalam sebuah perundingan rahasia dengan pemerintah Irak disepakati pemindahan Imam ke Irak. Dalam perundingan itu Iran juga menyepakati tidak mencampuri nasib, pembebasan dan berapa lama tinggalnya Imam di Irak.

Imam Khomeini tiba di Irak pada 13 Mehr 1344 HS setelah tinggal selama 11 bulan di Turki. Sekalipun pada awalnya tidak ada yang mengetahui kedatangan Imam, tapi pada akhirnya beliau disambut hangat oleh ulama dan masyarakat Irak. Setelah beristirahat sebentar di Kazhemain, Imam Khomeini menuju Samarra untuk menziarahi makam suci Imam Hadi dan Askari as. Selama di sana, beliau mendapat sambutan hangat warga dan Hauzah Ilmiah.

Keesokan harinya, kota Karbala yang tahu akan dilewati Imam Khomeini telah terlebih dahulu menyiapkan diri untuk menyambut beliau. Imam tinggal di kota ini selama sepekan. Setelah itu Imam menuju kota Najaf dan di kota ini beliau juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan Hauzah Ilmiah.

Tujuan penting rezim Shah dari pemilihan Irak sebagai tempat pengasingan Imam, agar beliau tidak tidak mendapat perhatian lebih dikarenakan banyaknya ulama besar di sana. Dengan demikian, suara Imam Khomeini dapat ditekan, bahkan hilang selama di sana. Tapi Imam lebih memilih untuk melanjutkan perjuangannya dan mengelola revolusi dari Irak dengan cara yang lain, sehingga rezim Baath, Irak berusaha menekan beliau dan membatasi pergerakannya. Perlahan-lahan, sarana bagi keluarnya Imam dari negara ini semakin terpenuhi.

 

Slobodon Milosevic Dipecat

21 tahun yang lalu, tanggal 5 Oktober 2000, Slobodan Milosevic, diktator Yugoslavia, pelaku utama perang berdarah di Balkan, dipecat dari kekuasaannya.

Sebelumnya, selama berbulan-bulan, Milosevic mendapatkan protes dan penentangan dari dalam negeri dan dunia internasional. Pada masa perang Bosnia, Milosevic melindungi orang-orang Serbia di negara ini dan berperan utama dalam pembasmian etsnis Muslim Bosnia.

Setelah perang Kosovo, Milosevic dengan menggunakan berbagai cara, berusaha menggagalkan usaha-usaha untuk menumbangkan rezimnya. Usaha terakhirnya adalah mengubah undang-undang dasar negara dan mengadakan pemilihan presiden. Namun, dalam pemilu itu, Milosevic gagal terpilih kembali dan rakyat Serbia yang mendapat dukungan dari luar negeri, bangkit menentang Milosevic dan memaksanya untuk turun dari kursi kepresidenan. Pengganti Milosevic kemudian menyerahkannya ke pengadilan penjahat perang internasional di Belanda.