Okt 09, 2021 07:30 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 9 Oktober 2021

Hari ini Sabtu, 9 Oktober 2021 bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 17 Mehr 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Atsir Jazairi Meninggal

813 tahun yang lalu, tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.

 

Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi. 

 

Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah. Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.

 

Che Guevara Dihukum Mati

 

54 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1967, Ernesto Che Guevara, seorang revolusioner Amerika Latin, beserta sejumlah kawan-kawan seperjuangannya dihukum mati oleh pemerintah Bolivia.

 

Guevara dilahirkan di Argentina pada tahun 1928. Sikap revolusionernya muncul tatkala menyaksikan kemiskinan dan diskriminasi yang meluas di negaranya. Pada masa mudanya, ia berkenalan dengan Fidel Castro di Meksiko. Mereka berdua kemudian bahu-membahu memimpin revolusi Cuba hingga meraih kemenangan.

 

Setelah itu, Castro menjadi pemimpin di Cuba hingga kini. Sementara itu Guevara pergi ke Bolivia pada tahun 1959. Di sana ia mendirikan organisasi gerilyawan menentang pemerintahan setempat yang dikuasai oleh AS. Akhirnya pada tahun 1967, Che Guevara ditangkap oleh tentara pemerintah untuk kemudian dihukum mati.

 

Pengukuhan Kepresidenan Ayatullah Khamenei oleh Imam Khomeini

 

40 tahun yang lalu, tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra mengukuhkan Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran.

 

Periode ketiga pemilu presiden Republik Islam Iran diselenggarakan dalam kondisi krisis politik. Berlanjutnya perang yang dipaksakan kepada Iran, kebutuhan akan pasukan di medan tempur membutuhkan dukungan logistik. Di sisi lain, kelompok Munafikin semakin meningkatkan aksi terornya terhadap masyarakat sipil dan dilakukan di tempat-tempat umum seperti gang dan pasar.

 

Para kandidat dalam periode pilpres ketiga ini adalah Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sayid Ali Akbar Parvaresh, Hassan Ghaffouri Fard dan Sayid Reza Zavarehpi. Pilpres ini diselenggarakan pada 10 Mehr 1360 HS. Dalam pemilu ini, Ayatullah Khamenei meraup suara terbesar, padahal tigga bulan lalu beliau menjadi sasaran teror kelompok Munafikin, sehingga tangan dan dadanya terluka. Ayatullah Khamenei berhasil meraup 16 juta suara dari 16,8 juta suara sah dari kotak-kota suara.

 

Pada tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra dalam sebuah upacara mengukuhkan kepresidenan Ayatullah Khamenei dan sejak saat itu beliau dapat memulai kerjanya sebagai Presiden Iran.