Lintasan Sejarah 23 November 2021
Hari ini Selasa, 23 November 2021 bertepatan dengan 17 Rabiul Tsani 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 2 Azar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ayatullah Nakhjawani Meninggal
109 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Tsani 1334 HQ, Ayatullah Syaikh Muhammad Ali Nakhjawani, seorang ulama termasyhur abad ke-14 Hijriah, meninggal dunia di kota Karbala, Irak.
Ayatullah Nakhjawani berasal dari kota Nakhjawan, Azerbaijan. Sejak usia 11 tahun, beliau telah menguasai al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu-ilmu logika, sastra Arab, dll.
Selanjutnya, Syaikh Nakhjawani menuntut ilmu dari ulama-ulama besar seperti Fadhil Irwani, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid dan menjadi marja taklid kaum muslimin di Kaukasus dan Azerbaijan. Ayatullah Nakhjawani meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul Ijtima'iy-e Imruzi.
Rezim Pahlevi Serbu Makam Suci Imam Ridha as
43 tahun yang lalu, tanggal 2 Azar 1357 HS, di kota Mashad terjadi aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh rakyat.
Para demonstran memasuki komplek makam suci Imam Ridha as. Tiba-tiba pasukan rezim Pahlevi menembaki rakyat dan sejumlah orang gugur syahid di tempat. Aksi penembakan di komplek makam suci Imam Ridha as itu membuat rakyat semakin marah dan ulama mereaksi keras peristiwa itu.
Imam Khomeini ra dalam sebuah pesannya mengingatkan:
“Pemerintah penjahat dan militeristik diperintah oleh Shah untuk menebar teror dan ketakutan. Satu dari kesalahan terbesar para penjahat dan musuh Islam ini adalah menembaki komplek makam suci Imam Ridha as dengan senapan otomatis.”
Setelah itu, Imam Khomeini ra mengumumkan tanggal 5 Azar sebagai hari berkabung nasional. Setelah Imam Khomeini ra mengeluarkan pesannya, ulama dan marji juga mengeluarkan pesannya mengutuk aksi penembakan di Mashad dan menegaskan perlunya dijadikan hari berkabung nasional.
Stasiun Oxford Circus Terbakar
37 tahun yang lalu, tanggal 23 November 1984, hampir 1.000 penumpang kereta api terperangkap di terowongan penuh asap selama 3 jam ketika stasiun bawah tanah tersibuk di London, Oxford Circus, mengalami kebakaran.
Bantuan segera datang dalam hitungan menit saat lautan api mulai menyeruak. Untungnya tidak ada korban tewas, para penumpang hanya mengalami luka ringan. Akan tetapi, dampak kebakaran tersebut sangat merugikan. Diperkirakan, stasiun tersebut baru bisa dijalankan secara normal dalam beberapa hari kemudian.
Kebakaran terjadi pada pukul 22.20 GMT di terowongan yang menghubungkan Bakerloo dan Victoria. Penyebab kebakaran diperkirakan karena terjadi korsleting pada kereta atau kekeliruan mekanisme pengabelan di terowongan tersebut. Seluruh pihak menderita karena asap pekat yang memenuhi terowongan.
Juru bicara pemadam kebakaran mengatakan api telah menghancurkan sebuah kereta kosong, membakar kawasan titik persilangan antara Bakerloo dan Victoria, serta merusak terowongan sepanjang 5 kilometer.