Nov 25, 2021 10:58 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 25 November 2021

Hari ini Kamis, 25 November 2021 bertepatan dengan 19 Rabiul Tsani 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 4 Azar 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Abhari, Filsuf dan Astronom Iran Wafat

 

780 tahun yang lalu, tanggal 19 Rabiul Tsani 663 HQ, Atsir ad-Din Abhari, filsuf, astronom dan matematikawan terkenal Iran meninggal dunia.

 

Abhari merupakan murid Imam Fakhr ar-Razi dan Kamal ad-Din bin Yunus. Ia menyisihkan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan menulis buku. Sebagai ilmuwan besar, Abhari menulis dalam sejumlah disiplin ilmu seperti logika, filsafat, matematika dan astronomi.

 

Sebagian karya tulisnya adalah Ishlah Uhsul Iqlidis dan Hidayah al-Hikmah.

 

Polandia Kembali Merdeka

 

103 tahun yang lalu, tanggal 25 November 1918, Polandia kembali meraih kemerdekaannya pasca Perang Dunia Pertama dan kekalahan Rusia, Jerman, dan Austria yang merupakan penjajah negara tersebut.

 

Polandia selama berabad-abad sebelumnya berada di bawah kekuasaan berbagai negara. Pada era Perang Dunia Kedua, Polandia kembali diduduki Jerman. Setelah kekalahan Jerman di tahun 1945, Polandia kembali merdeka dan mendirikan pemerintahan komunis. Ketika Blok Timur dan Uni Soviet runtuh pada dekade 1980-an, pemerintahan komunis di Polandia pun dibubarkan.

 

Polandia memiliki luas wilayah 312.683 kilometer persegi dan berbatasan dengan Cheko, Slovakia, Jerman, Lithuania, Belarusia, dan Ukraina.

 

Pembatalan Kontrak Minyak Tambahan antara Iran dan Inggris

 

71 tahun yang lalu, tanggal 4 Azar 1329 HS, dilakukan pembatalan kontrak minyak tambahan antara Iran dan Inggris.

 

Majlis Syura Nasional Iran membatalkan kontrak minyak tambahan antara Iran dan Inggris. Kontrak ini disusun tepat di puncak perseteruan antara Amerika dan Inggris untuk menjarah sumber-sumber minyak Iran dan ketika gerakan untuk menasionalisasikan industri minyak Iran semakin meluas.

 

Kontrak minyak tambahan ini dibuat sebelumnya untuk memperkuat posisi dan memperluas wewenang Inggris dalam memanfaatkan minyak yang berada di selatan Iran. Majlis Syura Nasional Iran melihat kontrak tambahan itu mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional Iran.

 

Kelompok ulama yang dipimpin oleh Ayatullah Kashani dan nasionalis di bawah kepemimpinan Doktor Mosaddegh waktu itu menolak kontrak ini dan berusaha mengungkap konspirasi penjajahan Inggris di balik kontrak ini. Upaya ini berhasil dan industri minyak Iran pada 29 Isfand 1329 Hs berhasil dinasionalisasikan.