Lintasan Sejarah 9 Juli 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 9 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Argentina Merdeka
200 tahun yang lalu, tanggal 9 Juli 1816, Argentina meraih kemerdekannya.
Kaum Eropa pertama yang datang ke wilayah Argentina adalah Juan Diaz de Solis dari Spanyol tahun 1516, dan sejak itu, dimulailah migrasi besar-besaran bangsa Spanyol ke Argentina. Argentina pun kemudian dijadikan daerah koloni Spanyol. Sementara itu, penduduk asili Argentina, bangsa Indian Pampas, pada abad ke 19, hampir punah dan sisanya hidup tersingkir.
Sejak awal abad ke-19, para imigran Spanyol yang menjadi warga Argentina memuali gerakan revolusioner untuk mendirikan pemerintahan sendiri yang terpisah dari Spanyol. Sementara itu, Spanyol saat itu tengah berperang dengan Inggris dan mulai melemah, sehingga Buenos Aires, ibu kota Argentina, sempat diduduki oleh Inggris. Namun akhirnya, atas perlawanan keras rakyat Argentina, negara ini akhirnya berhasil meraih kemerdekaan.
Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari Wafat
95 tahun yang lalu, tanggal 4 Syawal 1342 Hq, Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari meninggal dunia di usia 86 tahun dan dikebumikan di kota Jahrom.
Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari lahir pada 1264 Hq di kota Lar. Setelah menyelesaikan pendidikan awal dan menengah, beliau pergi ke kota Najaf, Irak untuk melanjutkan pendidikan agamanya. Beliau belajar pada Mirza Shirazi Bozourgh. Selain mendapat ijazah ijtihad dari gurunya, beliau juga mendapat ijazah ijtihad dari guru-guru besar lainnya seperti Ayatullah Mohammad Husein Kazhimi, Fadhil Irawani, Lutfullah Mazandarani dan Mulla Hossein Qoli Hamedani.
Atas perintah Ayatullah Shirazi, Ayatullah Lari kembali ke kota Larestan untuk membimbing masyarakat di sana. Beliau membangung hauzah ilmiah Lar dan mengajarkan hukum Islam. Keberadaan ulama dengan kapasitas sebesar beliau di sana mampu menahan pengaruh para misionaris Kristen, bahkan dari hari ke hari mereka semakin terisolasi.
Langkah kedua yang dilakukan oleh Ayatullah Lari adalah mencatat kekayaan penguasa boneka di sana, membangun pabrik senjata, menggelar pendidikan militer dan tidak membayar pajak kepada pemerintah pusat. Sikap beliau mendukung Revolusi Konstitusi menghadapi pasukan pemerintah dengan bekerjasama dengan para pejuang gagah berani Tangestan menghadapi penjajah Inggris merupakan aktivitas beliau dalam rangka mengembalikan kemuliaan Islam.
Ayatullah Lari memiliki sekitar 40 karya tulis di bidang fiqih, teoloti, politik, ushul fiqih dan lain-lain.
Sheikh Mohammad Ali Zahid Qomshei Wafat
63 tahun yang lalu, tanggal 19 Tir 1332 Hs, Sheikh Mohammad Ali meninggal dunia di usia 82 di kota Shahreza, Isfahan dan dimakamkan di sana.
Sheikh Mohammad Ali Zahid Qomshei yang lebih dikenal dengan sebutan Abul Maarif lahir pada 1250 Hs di kota Shahreza (Qomshe), Isfahan. Setelah mempelajari tingkat dasar ilmu-ilmu keagamaan di kota kelahirannya, beliau kemudian pergi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya. Di sana beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Jahangir Khan Qashqai, Akhond Mulla Kashani dan lain-lain di bidang fiqih, filsafat dan irfan.
Sheikh Mohammad Ali kemudian melakukan sair dan suluk irfani dan sekitar 40 tahun beliau mengelilingi negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain dan Irak. Dalam perjalanannya itu, Sheikh Mohammad Ali banyak melakukan pembicaraan dengan ahli irfan demi menyempurnakan suluk irfaninya. Akhirnya beliau kembali ke kota kelahirannya.
Di kota tempat tinggalnya, Sheikh Mohammad Ali aktif mengajar dan mendidik murid-murid. Salah satu muridnya yang terkenal adalah Muhyiddiin Mahdi Ilahi Qomshei. Beliau juga membangun sekolah agama baru di kotanya. Berkat upayanya yang tak kunjung lelah menyebarkan ajaran Islam, beliau diberi gelar Abul Maarif.
Kudeta AS di Iran Terbongkar
36 tahun yang lalu, tanggal 19 Tir 1359 Hs, rencana kudeta di Iran yang didalangi AS terbongkar dan berhasil digagalkan oleh tentara Republik Islam Iran.
Kudeta ini direncanakan oleh pihak-pihak dalam negeri yang terkait dengan mantan rezim Shah yang bekerja sama dengan AS, rezim Zionis, dan rezim Baath Irak.
Kudeta yang bertujuan untuk menggulingkan Republik Islam Iran yang baru saja berdiri itu, terjadi dua bulan setelah kegagalan AS dalam serangan militernya ke Tabas, di wilayah timur Iran. Para pelaku kudeta ini berencana, dengan berpangkalan di pangkalan angkatan udara Iran "Nuzhe" di dekat kota Hamedan, mereka akan melancarkan serangan milter ke berbagai gedung penting di Teheran, antara lain gedung Radio dan Televisi Iran dan rumah Imam Khomeini. Namun