Pandangan Moskow soal Latihan Gabungan Iran, Rusia, Tiongkok di Hormuz
https://parstoday.ir/id/news/world-i185690-pandangan_moskow_soal_latihan_gabungan_iran_rusia_tiongkok_di_hormuz
ParsToday – Moskow mengumumkan bahwa latihan angkatan laut gabungan Iran, Rusia, dan Tiongkok akan digelar di Selat Hormuz.
(last modified 2026-02-19T03:53:56+00:00 )
Feb 19, 2026 10:49 Asia/Jakarta
  • Kapal perang di Selat Hormuz
    Kapal perang di Selat Hormuz

ParsToday – Moskow mengumumkan bahwa latihan angkatan laut gabungan Iran, Rusia, dan Tiongkok akan digelar di Selat Hormuz.

Melaporkan dari ParsToday, Kamis, 19 Februari 2026, Nikolai Patrushev, asisten Presiden Rusia dan ketua badan maritim negara itu, pada 17 Februari mengumumkan latihan Iran, Rusia, dan Tiongkok akan berlangsung di Selat Hormuz. Menurutnya, ketiga negara telah mengirimkan kapal perang untuk berpartisipasi dalam latihan tersebut. Ia menyebut latihan "Sabuk Keamanan Maritim 2026" ini sebagai peristiwa penting dan tepat waktu.

Kapal-kapal yang berpartisipasi dalam latihan Sabuk Keamanan Maritim 2025

Latihan angkatan laut "Sabuk Keamanan" telah diselenggarakan sejak 2019 atas inisiatif Angkatan Laut Iran. Tujuan latihan ini dinyatakan untuk memperkuat keamanan perdagangan maritim global, aksi bersama melawan pembajakan, terorisme maritim, dan operasi penyelamatan.

Pada awal 2026, latihan angkatan laut bersama negara-negara anggota BRICS telah digelar dengan tujuan melindungi jalur laut dari apa yang disebut "pembajakan Barat". Pada Januari lalu, di Atlantik Selatan, latihan BRICS bertajuk "Will for Peace 2026" diikuti Rusia, Tiongkok, Iran, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan. Kini, latihan "Sabuk Keamanan Maritim 2026" kembali digelar di Selat Hormuz oleh Rusia, Tiongkok, dan Iran.

Pejabat tinggi Rusia ini, dalam menjelaskan isi latihan angkatan laut terbaru Rusia dengan negara lain termasuk anggota BRICS, mengatakan, "Armada-armada berlatih koordinasi dalam melindungi jalur perdagangan, yang saat ini semakin rentan, termasuk terhadap apa yang disebut pembajakan Barat".

Latihan Sabuk Keamanan Maritim 2025, Operasi Pemadam Kebakaran

Penyelenggaraan latihan angkatan laut gabungan Iran, Rusia, dan Tiongkok dengan tajuk Sabuk Keamanan Maritim 2026 pada Februari 2026 memiliki signifikansi strategis yang melampaui sekadar latihan militer biasa. Peristiwa ini, dalam konteks perkembangan regional dan global yang cepat, mengirimkan pesan berlapis kepada aktor-aktor internasional.

Alasan pertama pentingnya latihan ini pada saat ini adalah penangkalan strategis terhadap tindakan sepihak geopolitik. Di tengah situasi di mana Amerika Serikat baru-baru ini melakukan operasi militer ekstensif di Karibia dan Pasifik serta menunjukkan penggunaan kekuatan tanpa ragu untuk kepentingannya sendiri, dan pada saat yang sama melakukan pengerahan angkatan laut di Samudra Hindia utara dan Laut Arab, aliansi Tehran, Moskow, dan Beijing bertindak sebagai penyeimbang. Latihan ini menunjukkan kepada Washington bahwa aksi militer sepihak di berbagai belahan dunia akan berhadapan dengan respons terkoordinasi dan kuat di Samudra Hindia utara dan Teluk Persia, dan Asia Barat bukanlah arena permainan sepihak.

Alasan kedua adalah menjamin keamanan jalur vital ekonomi dan energi. Tahun 2026 menyaksikan fluktuasi tajam di pasar global. Bagi Tiongkok sebagai konsumen energi terbesar dan Rusia sebagai aktor utama pasar energi, keamanan Selat Hormuz dan Laut Oman sangat vital. Penyelenggaraan latihan ini bersamaan dengan upaya Amerika menciptakan ketidakamanan di Teluk Persia dan Laut Oman, mengirimkan pesan kepada investor dan pemerintah dunia bahwa keamanan perdagangan internasional dan transfer energi dijamin oleh kekuatan regional dan mitra mereka, dan tidak perlu kehadiran pasukan ekstra-regional .

Alasan ketiga adalah penguatan multilateralisme dan multipolaritas kekuatan. Penyelenggaraan latihan ini pada Februari 2026, tepat ketika Barat berupaya menekan negara-negara merdeka terutama Iran melalui sanksi, tekanan maksimal, serta ancaman militer, memiliki signifikansi khusus. Latihan ini menunjukkan bahwa mekanisme Barat untuk mengisolasi negara-negara telah gagal, dan Iran, Rusia, serta Tiongkok mampu, melalui kerja sama, menawarkan model baru kerja sama pertahanan independen dari struktur militer Barat. Hal ini meningkatkan kredibilitas politik dan militer ketiga negara di forum internasional.

Alasan keempat adalah peningkatan koordinasi taktis dan pertukaran informasi. Ancaman maritim modern, dari penyelundupan narkoba hingga serangan asimetris dan terorisme maritim, membutuhkan respons bersama. Latihan ini adalah kesempatan emas untuk menyelaraskan sistem komunikasi dan radar angkatan laut ketiga kekuatan maritim ini, yang dalam situasi krisis dapat berfungsi sebagai mekanisme intelijen bersama.(sl)