Mar 03, 2017 11:35 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 3 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Sa’ad Waqidi Meninggal

 

1208 tahun yang lalu, tanggal 4 Jumadil Tsani 230 HQ, Ibnu Sa'ad Waqidi, seorang ahli hadis dan sejarawan termasyhur Irak, meninggal dunia.

 

Ibnu Sa'ad Waqidi merupakan murid dari Muhammad bin Umar Waqidi, sejarawan terkemuka pada masa itu.

 

Ibnu Sa'ad banyak menulis kitab-kitab sejarah, namun yang paling membuatnya terkenal adalah buku sejarah berjudul at-Thabaqat al-Kabir. Buku ini berisi penjelasan mengenai kehidupan Rasulullah Saw beserta para sahabat dan para ulama Islam.

 

Edmund Waller Lahir

 

411 tahun yang lalu, tanggal 3 Maret 1606, Edmund Waller seorang penyair terkenal Inggris, terlahir ke dunia di kota Hertfordshire, Inggris.

 

Edmund Waller menuntut ilmu di Universitas Cambrige dan kemudian selama beberapa tahun menjadi anggota parlemen Inggris. Awalnya, Waller adalah seorang oposan kerajaan, namun kemudian berbalik menjadi pendukung kerajaan.

 

Pada era revolusi, Waller berusaha untuk mengambil jalan tengah antara kelompok kerajaan dan puritan, namun ia malah dipenjarakan lalu dibuang ke luar Inggris. Pada tahun 1951, Waller kembali ke Inggris dan kembali meraih tempat di Parlemen.  Waller adalah penyair pertama yang menggunakan bait heroik, sebuah gaya yang mendominasi puisi Inggris selama lebih dari satu abad.

 

Perjanjian San Stefano Ditandatangani

 

139 tahun yang lalu, tanggal 3 Maret tahun 1878, ditandatanganilah perjanjian San Stefano antara imperium Utsmani dan Rusia.

 

Perjanjian ini sekaligus mengakhiri perang terakhir antara Rusia dan Turki yang berlangsung sejak tahun 1877. Perang itu terjadi ketika Rusia dan sekutunya Serbia berniat untuk menolong Bosnia, Herzegovina, dan Bulgaria dalam usaha mereka memerdekakan diri dari kekuasaan Turki.

 

Tentara Rusia menyerang Turki melalui Bulgaria dan berhasil masuk hingga ke kota Adrianople pada bulan January 1878. Akhirnya, pada bulan Maret 1878, Tuki dan Russia menandatangani perjanjian San Stefano yang berisi pembebasan Romania, Serbia, and Montenegro serta memberikan otonomi kepada Bosnia and Herzegovina. Selain itu, Bulgaria diserahkan di bawah pengawasan Rusia.

 

Ayatullah Mirza Mohammad Feiz Qommi Wafat

 

66 tahun yang lalu, tanggal 13 Isfand 1329 HS, Ayatullah Mirza Mohammad Feiz Qommi meninggal dunia dalam usia 75 tahun saat melaksanakan shalat dan dimakamkan di komplek Makam Suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom.

 

Mirza Mohammad Feiz Qommi merupakan cucu dari Mulla Mohsen Feiz Kashani dan lahir pada 1254 HS di kota Qom. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pengantar hingga menengah di Qom, beliau pergi ke Tehran untuk menyempurnakan pendidikannya. Selama di Tehran beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Mirza Hassan Ashtiyani, Mirza Mahmoud Qommi dan Sheikh Ali Rashti.

 

Merasa perlu menambah keilmuwannya, Ayatullah Mirza Mohammad Feiz pergi ke Najaf al-Asyraf pada usia 24 tahun dan belajar kepada Sayid Mohammad Kazem Yazdi Thabathabai, Akhond Mulla Kazem Khorasani dan Sheikh Isfahani. Setelah mendapat ijazah ijtihad dari ulama Najaf, beliau pergi ke Samarra untuk lebih mendalami pemikiran Ayatullah Mirza Mohammad Taqi Shirazi. Tidak berapa lama belajar, beliau menjadi murid terbaik, sehingga dalam beberapa pendapat dimana gurunya berhati-hati meminta para mukallidnya merujuk kepada Ayatullah Feiz Qommi.

 

Setelah itu Ayatullah Feiz Qommi kembali ke kota Qom dan merenovasi madrasah Feizieh. Beliau juga berperan besar mengajak Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi untuk membangun Hauzah Ilmiah Qom. Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya tulis seperti al-Feidh, Manasik Haj, catatan pinggri al-Urwah al-Wutsqa, catatan pinggri Wasilah an-Najahy dan lain-lain.

 

Bosnia Merdeka

 

25 tahun yang lalu, tanggal 3 Maret 1992, melalui penyelenggaraan sebuah referendum, rakyat Bosnia Herzegovina secara mayoritas menyepakati pemisahan diri dari Yugoslavia dan mendirikan Republik Bosnia Herzegovina.

 

Pemerdekaan diri Bosnia ini menjadi awal dari perang etnis terbesar dalam sejarah Eropa kontemporer.

 

Perang ini terjadi karena etnis Serbia yang bermukim di Bosnia memboikot referendum tersebut dan atas dukungan tentara Serbia di bawah pimpinan Slobodan Milisevic, meletuslah perang antara Serbia dan Bosnia. Tentara Serbia melakukan pembunuhan massal terhadap warga muslim Bosnia. Perang ini berlangsung selama 43 bulan dan menewaskan 250.000 warga muslim Bosnia, dan 1,5 juta lainnya terpaksa hidup di pengungs