Lintasan Sejarah 4 Maret 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 4 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Qudamah Muqaddasi Meninggal
818 tahun yang lalu, tanggal 5 Jumadil Tsani 620 HQ, Ibnu Qudamah Muqaddasi, seorang ulama fiqih dan ahli hadits terkenal meninggal dunia di kota Damaskus, Suriah.
Dasar-dasar ilmu keagamaannya ia pelajari di Damaskus. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Baghdad, Irak.
Selama hidupnya, Muqaddasi berhasil menyusun sejumlah kitab. Di antara karyanya yang terkenal adalah buku "Raudhatun Nazhir" yang berisikan pelajaran ilmu ushul fiqih.
Jalaluddin Rumi Wafat
766 tahun yang lalu, tanggal 5 Jumadil Tsani 672 HQ, Maulana Jalaluddin Muhamad Balkhi, yang lebih dikenal dengan nama Maulawi atau Rumi, meninggal dunia di kota Qaunie, yang kini termasuk ke dalam wilayah Turki.
Rumi adalah penyair paling legendaris dunia Islam abad ketujuh hijriah. Kemampuannya dalam menyusun kata-kata syair, serta makna irfani yang terkandung dalam bait-bait syairnya, hingga kini masih menjadi bahan penelaahan para kritikus sastra dunia.
Rumi dilahirkan tahun 604 hijriah di kota Balkh, Afghanistan utara. Kemudian, saat ia mulai menanjak usia remaja, Rumi bersama ayahnya pergi menuju Qaunie. Di kota itulah ayahandanya wafat. Rumi kemudian pergi menuju Damaskus dan Halab untuk menuntut ilmu-ilmu agama. Setelah merasa cukup, Rumi kembali ke Qaunie untuk mengajarkan apa yang pernah dipelajarinya. Beberapa tahun kemudian, Rumi bertemu dengan Syams Tabrizi, sufi paling terkenal saat itu. Perjumpaannya dengan Syams Tabrizi itu ternyata menimbulkan revolusi besar dalam jiwanya. Ia kemudian melakukan kehidupan zuhud dalam rangka pembersihan jiwa dan mulai menulis syair-syair berbahasa Persia yang berisikan hikmah dan ajaran-ajaran sufistik.
Karya Jalaluddin Rumi yang paling legendaris adalah kitab syair dalam bahasa Persia berjudul "Matsnawi Ma'nawi". Rumi juga menulis sejumlah buku lainnya, yang di antaranya berjudul "Fihi Ma Fihi", "Maktubat Maulana", dan "Ruba'iyat".
Pembunuhan Massal Terhadap Muslim di Yunani
194 tahun yang lalu, tanggal 4 Maret 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 ribu muslim di kota Tripolitsa.
Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.
Negara-negara Eropa sejak awal abad ke-19 mulai berjuang melawan kekuasaan Ottoman di negeri mereka dan sejak tahun 1822 bersatu untuk memperkuat diri. Akhirnya, Yunani berhasil merdeka pada tahun 1832.
Mohammad Mosaddegh Meninggal
50 tahun yang lalu, tanggal 14 Isfand 1345 HS (5 Maret tahun 1968), Mohammad Mosaddegh, mantan Perdana Menteri dan politikus ternama Iran, meninggal dunia.
Mosaddegh dilahirkan di Tehran tahun 1883. Karirnya di bidang politik mulai menanjak sejak tahun 1921, ketika terpilih sebagai menteri keuangan. Setelah itu, dia terpilih sebagai menteri luar negeri dan anggota parlemen. Kemudian, selama beberapa tahun Mosaddegh meninggalkan dunia politik.
Pada tahun 1944, dia kembali ke pentas politik dan aktif memperjuangkan nasionalisasi minyak Iran. Usahanya yang didukung oleh para ulama Iran, antara lain Ayatullah Kashani, mencapai hasil dengan disahkannya UU nasionalisasi minyak oleh Parlemen. Bahkan, iapun terpilih sebagai perdana menteri. Namun, rezim Shah Pahlevi dengan dukungan AS melakukan kudeta terhadap pemerintahan Mosaddegh pad tahun 1954. Mosaddegh dan para pendukungnya ditangkap dan kemudian dipenjarakan.
Abbas Kermani Meninggal
28 tahun yang lalu, tanggal 14 Isfand 1367 HS (5 Maret 1989), Doktor Abbas Riyadhi Kermani, seorang astronom dan ahli matematika terkenal Iran, meninggal dunia.
Doktor Abbas Kermani dilahirkan pada tahun 1908, dan setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia pergi ke Perancis untuk menuntut ilmu di bidang matematika dan astronomi. Akhirnya, Abbas Kermani berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Sorbon Paris, di bidang atronomi.
Sekembalinya ke Iran, Doktor Abbas Kermani mengajar di Universitas Tehran serta aktif melakukan penelitian dan penulisan di bidang astronomi. Doktor Abbas Kermani berhasil menyusun kalender resmi Iran. Karya penulisan yang ditinggalkan Doktor Abbas Kermani di antaranya berjudul "Pendahuluan Atas Astronomi Lanjutan".