Mar 22, 2017 13:34 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 22 Maret 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Jumadil Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Farvardin 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Athaullah Wafat

 

729 tahun yang lalu, tanggal 23 Jumadil Tsani 709 HQ, Ibnu Athaullah yang terkenal dengan nama Syeikh Kabir, seorang ahli bahasa, tafsir, dan fiqih muslim meninggal dunia.

 

Ibnu Athaullah dilahirkan di Kairo, Mesir, ditengah keluarga religius dan setelah menimba ilmu dan pengetahuan agama, beliau menjadi seorang ahli fiqih terkemuka.

 

Kemudian, Ibnu Athaullah membaktikan hidupnya sebagai pengajar agama. Beliau berpendapat, salah satu tugas ulama adalah memberi nasehat kepada para penguasa dan beliau secara bersungguh-sungguh menasehati dan membimbing para penguasa. Diantara karya Ibnu Athaullah yang terkenal adalah al-hikam al-Athaiyah dan al-Munajaat al-Athaiyah.

 

Ayatullah Mulla Habibullah Syarif Kashani Wafat

 

98 tahun yang lalu, tanggal 23 Jumadil Tsani 1340 HQ, Ayatullah Mulla Habibullah Syarif Kashani, seorang ulama dan ahli fiqih muslim asal Iran, meninggal dunia.

 

Ayatullah Mulla Habibullah Syarif Kashani dilahirkan tahun 1262 Hijriah. Beliau melalui pendidikannya dengan amat cepat sehingga pada usia 18 tahun, beliau telah mencapai derajat mujtahid.

 

Mulla Habibulah sangat memperhatikan masalah ilmu dan akhlak, sehingga beliau ikut terjun dalam masalah politik. Ayatullah Habibullah Syarif Kashani meninggalkan karya yang banyak, diantaranya berjudul Asrarul Arifin.

 

Warga Tehran Demo Pemerintahan Reza Khan

 

92 tahun yang lalu, tanggal 2 Farvardin 1303 HS, warga Tehran demo pemerintahan Reza Khan.

 

Pasca merebut kekuasaan, Reza Khan berusaha untuk mendirikan silsilah kerajaan Pahlevi. Untuk meraih tujuannya, pertama kali ia menyatakan pemerintahannya adalah republik sebagai pendahuluan untuk mentransformasikan kekuasaan dari dinasti Qajar kepada Dinasti Pahlevi.

 

Ketika Reza Khan mengumumkan pemerintahan republik, pada tanggal 2 Farvardin 1303 HS, rakyat bersama ulama berkumpul di bundaran Baharestan, di depan gedung Majlis Syura Melli (parlemen) dan meneriakkan yel-yel menentangnya. Demonstrasi itu berujung bentrok antara rakyat dan pasukan keamanan, sehingga ada yang tewas, sementara sebagiannya terluka.

 

Peristiwa ini memaksa ketua parlemen mengeluarkan reaksi cepat lalu memerintahkan untuk melakukan penyidikan terhadap komandan militer Iran yang waktu itu dipegang oleh Reza Khan. Reaksi dari pihak parlemen ini mengkhawatirkan Reza Khan dan akhirnya ia mengeluarkan pernyataan meminta maaf dan akhirnya di tengah puncak aksi demo rakyat di pelbagai kota di Iran terhadap sistem republik Reza Khan, ia akhirnya menyatakan menarik kembali idenya itu.

 

Liga Arab Dibentuk

 

72 tahun yang lalu, tanggal 22 Maret 1945, Liga Arab didirikan atas proposal Raja Faruk dari Mesir.

 

Organisasi ini berdiri dengan penandatanganan perjanjian antara Mesir, Suriah, Irak, Yaman, dan Arab Saudi yang dilaksanakan di kota Kairo Mesir.

 

Tujuan didirikannya Liga Arab adalah untuk melindungi wilayah dan kemerdekaan negara-negara Arab dan mempererat kerjasama ekonomi dan budaya.

 

Pada tahun 1962, dalam sebuah KTT, para kepala negara Liga Arab menandatangani perjanjian untuk mendirikan komando militer bersama. Namun, komando militer bersama ini pada prakteknya sama sekali tidak berfungsi dan tidak memberikan bantuan apapun kepada negara-negara Arab yang maju dalam perang melawan Zionis.

 

Permulaan Tindakan Represif Shah secara fisik

 

53 tahun yang lalu, tanggal 2 Farvardin 1342 HS (22 Maret 1963), dalam lanjutan tindakan represif Shah melawan kekuatan-kekuatan revolusi, antek-antek rezim Shah mulai menggunakan cara-cara fisik.

 

Saat itu, bertepatan dengan peringatan Imam Shadiq as. Karena khawatir akan berubah menjadi gerakan perlawanan revolusi, para petugas keamanan membubarkan acara peringatan itu yang dipusatkan di Madrasah Feizieh, Qom dengan cara-cara yang sangat beringas.

 

Sebagian dari peserta acara peringatan yang mencoba memprotes langsung dibawa ke atas atap bangunan dan dilemparkan ke tanah. Sejumlah orang gugur syahid dalam peristiwa tersebut. Ini adalah awal mula tindakan represif secara fisik yang kemudian malah semakin mengobarkan api revolusi Islam di bawah pimpinan Imam Khomeini ra.