Ekonomi
Penandatanganan Lima Perjanjian Ekonomi antara Tunisia dan Arab Saudi
-
Aljazair investasi 7 miliar dolar AS di industri petrokimia.
Pars Today - Pemerintah Aljazair mengumumkan akan menerapkan rencana senilai $7 miliar untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dan produksi produk petrokimia mulai tahun 2026.
Kementerian Energi Aljazair mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan petrokimia negara Afrika Utara ini dengan menerapkan rencana senilai $7 miliar mulai tahun 2026.
Menurut Pars Today, rencana ini mencakup pembangunan kilang dengan kapasitas produksi tahunan 5 juta ton di wilayah Hassi Massoud, yang dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2027. Unit pemecah nafta juga telah dirancang, yang akan menghasilkan hingga 1 juta 200 ribu ton bensin setiap tahun setelah beroperasi.
Pembangunan pabrik produksi alkil benzena dengan kapasitas tahunan 100 ribu ton untuk memasok sektor deterjen domestik dan ekspor merupakan bagian lain dari rencana ini. Program-program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Aljazair untuk bertransformasi dari pengekspor hidrokarbon mentah menjadi produsen produk petrokimia berkualitas tinggi untuk pasar domestik dan internasional.
Peningkatan Pendapatan Telekomunikasi Tunisia hingga Jutaan Dolar
Menurut data dari Organisasi Telekomunikasi Nasional Tunisia, omset operator telekomunikasi negara ini telah meningkat sebesar 16,7 persen sejak peluncuran layanan internet generasi kelima (5G).
Total omzet perusahaan-perusahaan ini mencapai 302 juta dinar (sekitar $100 juta) pada bulan November, dibandingkan dengan kurang dari 259 juta dinar (sekitar $89 juta) pada November 2024.
Data dari regulator Tunisia juga menunjukkan pergeseran mendasar dalam lanskap digital Tunisia, dengan konsumsi data melalui teknologi internet nirkabel tetap (FWA) mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 7.113 persen sejak peluncuran layanan 5G pada Februari 2025.
Arab Saudi dan Tunisia Menandatangani Lima Perjanjian
Dalam hal lain, pertemuan ke-12 Komite Gabungan Saudi-Tunisia berakhir di Riyadh pada hari Senin dengan penandatanganan lima perjanjian di berbagai bidang untuk memperkuat kerja sama ekonomi.
Perjanjian-perjanjian ini ditandatangani di bidang bea cukai, sumber daya mineral, layanan pos, dan media, serta program untuk melaksanakan kerja sama dan pertukaran berita antara Kantor Berita Resmi Saudi dan Kantor Berita Tunisia.
Di tingkat komersial, pertemuan ini menyerukan penyelesaian pelaksanaan inisiatif yang disepakati untuk memperkuat pertukaran perdagangan dan mengaktifkan peran dewan perdagangan gabungan kedua negara.
Pelayaran Wisata Pertama antara Aljazair dan Tunisia
Kapal pesiar mewah Romantica, yang berangkat dari ibu kota Aljazair pada Senin malam, tiba pada Selasa di pelabuhan Hall El Wad di ibu kota Tunisia. Ini adalah pelayaran wisata pertama antara kedua negara.
Program rekreasi ini, yang direncanakan untuk perayaan Tahun Baru, diluncurkan oleh perusahaan pariwisata Aljazair dan dijadwalkan untuk berlanjut pada rute kembali antara kedua negara. Tujuan dari rencana ini adalah untuk mempromosikan Aljazair sebagai destinasi wisata maritim, mendiversifikasi penawaran pariwisata nasional, dan mengembangkan bentuk-bentuk pariwisata baru.
Menteri Dalam Negeri Aljazair, Said Sayoud, mengumumkan pada 17 Desember, dalam sesi parlemen, rencana visioner pemerintah untuk mengembangkan transportasi antara Aljazair dan Tunisia, yang mencakup pembuatan jalur penumpang maritim permanen dari Annaba di Aljazair timur.(sl)