Apa yang Dilakukan Rezim Zionis terhadap Penduduk Gaza?
-
Korban serangan rezim Zionis di Gaza
Pars Today - Pusat Statistik Palestina mengumumkan bahwa populasi Jalur Gaza telah menurun sebesar 10,6 persen dalam dua tahun.
Menurut Pusat Statistik Palestina, pada akhir tahun 2025, perkiraan populasi Palestina di dunia adalah sekitar 15,49 juta jiwa.
Pusat Statistik Palestina mengumumkan pada hari Rabu (31/12/2025) bahwa populasi Gaza telah menurun lebih dari 10 persen dalam dua tahun, menyusul genosida dan pengusiran paksa berulang kali terhadap warga Palestina.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah syuhada Palestina sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 72.000, 98% di antaranya berada di Gaza. Ini adalah jumlah syahid tertinggi dalam sejarah agresi pendudukan Zionis terhadap rakyat Palestina.
Dari total 2,2 juta orang yang tinggal di Jalur Gaza sebelum agresi, sekitar 100.000 warga Palestina telah dipaksa meninggalkan Gaza sejak agresi dimulai, dan sekitar dua juta orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Kehilangan nyawa dan pengungsian paksa ini secara langsung memengaruhi populasi, karena perkiraan populasi menunjukkan bahwa populasi Palestina akan mencapai sekitar 5,56 juta pada akhir tahun 2025, di mana 3,43 juta berada di Tepi Barat.
Sebaliknya, Jalur Gaza telah mengalami penurunan populasi yang tajam dan belum pernah terjadi sebelumnya sekitar 254.000 jiwa, setara dengan penurunan 10,6 persen dibandingkan dengan perkiraan populasi sebelum invasi. Populasi Gaza saat ini adalah 2,13 juta jiwa.
Kehancuran Sistem Kesehatan dan Pendidikan di Jalur Gaza
Pendudukan Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan hampir runtuhnya sistem perawatan kesehatan. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 94 persen fasilitas perawatan kesehatan dan rumah sakit di Jalur Gaza telah rusak atau hancur, dan hanya 19 dari 36 rumah sakit yang berfungsi sebagian dan dengan kapasitas operasional yang sangat terbatas.
Kekurangan obat-obatan dan peralatan medis yang parah, kelelahan staf medis, dan seringnya pemadaman bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjalankan generator listrik merupakan masalah kesehatan lain di Gaza.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan konsekuensi kemanusiaan yang sangat serius. Sekitar 60.000 wanita hamil di Gaza terpapar risiko kesehatan serius karena kurangnya atau terbatasnya akses ke layanan kesehatan.
Lebih dari 70 persen penduduk Gaza juga bergantung pada air minum yang terkontaminasi atau tidak aman. Data menunjukkan bahwa 96 persen keluarga menderita ketidakamanan sumber air.
Sektor pendidikan di Gaza juga mengalami kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 179 sekolah negeri telah hancur total dan 218 sekolah telah dibom atau rusak.(sl)