Jun 09, 2017 07:05 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 9 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Khordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Maghazali Meninggal Dunia

896 tahun yang lalu, tanggal 14 Ramadan 542 HQ, Ibnu Maghazali, seorang ulama fiqih dan hadis meninggal dunia.

Ibnu Maghazali dilahirkan pada tahun 457 Hijriah dan pada masa mudanya, ia menuntut ilmu dari para ulama terkemuka di Irak. Satu-satunya karya Ibnu Maghazali adalah sebuah risalah hadis yang hingga kini masih tersimpan di perpustakaan Zahirian, kota Damaskus, Suriah.

Berakhirnya Kongres Wina

202 tahun yang lalu, tanggal 9 Juni 1815, Kongres Wina berakhir.

Kongres ini dibentuk oleh para raja dan menteri sejumlah Negara-negara Eropa, pasca kekalahan Napoleon Bonaparte menghadapi pemerintahan Negara-negara Eropa.

Dalam kongres itu, yang dimulai semenjak September 1814, selain berupaya mengembalikan kekuasaan silsilah dinasti raja-raja sebelumnya di wilayah yang telah dikuasai oleh imperium Napoleon, mereka juga telah menggariskan peta baru Eropa.

Sebagai misal, Belgia digabung bersama Belanda, Norwegia dengan Swedia, sementara Polandia dibagi-bagi kepada Rusia, Prusia, dan Austria. Selain itu, Prusia juga berhasil menambah wilayahnya dengan memasukkan sejumlah Negara bagian Jerman ke wilayahnya. Sementara Italia dipecah menjadi beberapa Negara kecil.

Berdasarkan hasil keputusan Kongres Wina, sebagian besar Negara jajahan Perancis mesti diserahkan keInggris. Setelah digelanya kongres Wina, para pejuang gerakan republik semakin mendapat tekanan berat.

Syamsuddin Behbahani Wafat

190 tahun yang lalu, tanggal 14 Ramadan 1248 HQ, Syamduddin Behbahani, seorang ahli filsafat dan ulama terkenal Iran abad ke-13 Hijriah meninggal dunia.

Behbahani pada usia muda telah menuntut ilmu kepada para ulama besar pada zamannya, di antaranya Muhaqqiq Behbahani. Syamsuddin Behbahani adalah seorang ulama berilmu tinggi yang menjalani hidup zuhud. Ia menghabiskan usianya dengan melakukan penelitian dan penulisan.

Syamsuddin Behbahani menulis penjelasan yang mendetail atas kitab "Ma'alimul Ushul", dan menulis beberapa risalah di bidang filsafat dan ushuluddin.

Kebakaran di Universitas Aljir

55 tahun yang lalu, tanggal 9 Juni tahun 1962, terjadi kebakaran besar di Universitas Aljir, Aljazair yang menghanguskan lebih dari 500 ribu buku berharga di perpustakaan universitas ini.

Pembakaran universitas Aljir termasuk perpustakaannya itu, dilakukan oleh tentara rahasia Perancis.

Kebakaran di Universitas Aljir merupakan salah satu dari serangkaian kebakaran di Aljazair yang terjadi pada hari yang sama, yang dilakukan oleh tentara rahasia Perancis. Tentara rahasia Perancis adalah tentara yang dipimpin sejumlah perwira Perancis yang menentang kebijakan pemerintah pusat Perancis untuk memberikan kemerdekaan kepada Aljazair.

Ayatullah Mohammad Hassan, Saudara Allamah Thabathabai Wafat

49 tahun yang lalu, tanggal 19 Khordad 1347 HS, Ayatullah  Mohammad Hassan meninggal dunia di usia 60 tahun dan dimakamkan di kota Qom.

Ayatullah Sayid Mohammad Hassan Ilahi Thabathabai, saudara Allamah Thathabai, penulis tafsir al-Mizan lahir di kota Tabriz pada 1287 Hs. Sejak kecil beliau telah kehilangan kedua orang tuanya dan bersama saudaranya berada di bawah asuhan orang yang diwasiatkan oleh ayahnya. Sayid Mohammad Hassan sejak kecil telah mempelajari pengantar sastra Persia dan Arab serta kaligrafi. Dan selama belajar di hauzah, beliau mendapat perhatian guru-guru besar, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.

Menginjak usia 18 tahun, beliau bersama saudaranya pergi ke Najaf dan selama 11 tahun belajar bersama guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Ali Qadhi Thabathabai, Sayid Hassan Badkoubeh, Mohammad Hossein Gharavi Esfahani, Mirza Naini, dan Sayid Abolhassan Esfahani di bidang irfan, filsafat, matematika, kedokteran, fiqih dan ushul fiqih.

Dua bersaudara ini akhirnya kembali ke Tabriz tahun 1314 HS karena masalah ekonomi dan Sayid Mohammad Hassan mengajar filsafat di hauzah Tabriz. Di akhir usianya, beliau tinggal di Qom, tapi kemudian kembali lagi ke Tabriz akibat penyakit yang dideritanya.