Lintasan Sejarah 26 Juni 2017
Hari ini, Senin tanggal 26 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hari Idul Fitri
Tanggal 1 Syawal diperingati sebagai Hari Raya Idul Fitri dan merupakan satu dari hari besar Islam.
Banyak hadis yang membicarakan tentang Idul Fitri. Umat Islam yang telah berpuasa selama bulan Ramadan kini di hari pertama bulan Syawal mendapat pahala dan balasan dari Allah Swt. Pahala yang hanya diketahui oleh Allah Swt.
Imam Bukhari Wafat
1182 tahun yang lalu, tanggal 1 Syawal 256 HQ, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim yang dikenal dengan Imam Bukhari adalah seorang ahli hadis besar Islam.
Imam Bukhari melakukan banyak perjalanan ke negeri-negeri Islam untuk mendapatkan hadis Rasulullah Saw dan belajar kepada guru-guru hadis. Buku al-Jami' al-Shahih yang lebih dikenal dengan buku Shahih Bukhari merupakan karya beliau yang menjadi buku hadis paling di kenal dalam buku-buku rujukan Ahli Sunnah. Selain itu beliau juga menulis buku al-Adab al-Munfarid.
Marco Polo Lahir
763 tahun yang lalu, tanggal 26 Juni 1254, Marco Polo, pelaut dan petualang terkenal Italia, terlahir ke dunia.
Pada usia 17 tahun, Marco Polo mengikuti ayah dan pamannya untuk melakukan perjalanan ke Cina dan tinggal di negeri tersebut selama belasan tahun. Berbagai pengalamannya selama perjalanan itu dituangkan Marco Polo ke dalam buku berjudul The Travel of Marco Polo yang menjadi buku catatan perjalanan yang paling laris di dunia.
Marco Polo meninggal dunia tahun 1324. dan sebelum meninggal, ia mengatakan, "Saya tidak menceritakan setengah dari pengalaman saya karena tidak ada yang akan mempercayai saya."
Film Sinema Bersuara Pertama Diproduksi
90 tahun yang lalu, tanggal 26 Juni 1927, dimulailah era baru dalam perfilman dengan diproduksinya film bersuara pertama.
Era sinematografi diawali dengan produksi film-film bisu yang diiringi dengan suara musik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan khususnya dari Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat melakukan penelitian untuk pembuatan film bersuara.
Akhirnya, pada tahun 1927, film bersuara pertama berhasil diproduksi dengan judul Jazz Singer. Film ini pertama kali diputar untuk umum pada tanggal 6 Oktober 1927 di New York.
Hurgronje Meninggal
81 tahun yang lalu, tanggal 26 Juni 1936, Orientalis Belanda, Christiaan Snouck Hurgronje, ahli tentang dunia Arab dan Islam, meninggal di Leiden, Belanda, di usia 79 tahun.
Snouck Hurgronje (1857-1936) lahir pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan buyutnya yang menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi. Setelah tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah ilmu teologi dan sastra Arab. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude melalui disertasi 'Het Mekaansche Feest' (Perayaan di Mekah).
Snouck kemudian melanjutkan pendidikan ke Mekah pada 1884. Di Mekah Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar.
Pada 1889, dia menginjakkan kaki di Pulau Jawa dan mulai meneliti pranata Islam di masyarakat pribumi Hindia-Belanda, khususnya Aceh. Setelah Aceh dikuasai Belanda pada 1905, Snouck mendapat penghargaan luar biasa. Setahun kemudian dia kembali ke Leiden dan hingga wafatnya, dia tetap menjadi penasihat utama Belanda untuk urusan penaklukan pribumi di Nusantara.
Ayatullah Reza Madani Kashani Wafat
25 tahun yang lalu, tanggal 5 Tir 1371 HS, Ayatullah Reza Madani Kashani meninggal dunia dalam usia 89 tahun dan dimakamkan di kota Kashan.
Ayatullah Sheikh Reza Madani Kashani anak Ayatullah Mulla Abdurrasul Madani Mojtahed Kashani lahir di kota Kashan pada 1282 HS. Pada awalnya beliau mempelajari ilmu-ilmu klasik setelah itu baru ilmu-ilmu modern. Setelah Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi ke Qom, beliau ikut dalam kuliah-kuliahnya dan belajar dengan serius, sehingga gurunya sendiri memberikannya ijazah ijtihad.
Di masa itu, beliau juga belajar kepada Ayatullah Sayid Mohammad Taqi Khonsari, Sayid Ahmad Khonsari, Akhond Mulla Ali Hamadani dan Haj Agha Ruhullah Kamalvand. Setelah itu beliau mengikuti nasihat ayahnya untuk mengajar fiqih tingkat tinggi dan perlahan-lahan beliau menjadi marji.
Barahin al-Hajj Lilfuqaha wa al-Hujjaj, al-Qisas Lilfuqaha wa al-Khawas wa al-Khilafah termasuk buku-buku tulisan beliau.