Jun 27, 2017 04:13 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 27 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abu Bakar Niqasy Meninggal Dunia

834 tahun yang lalu, tanggal 2 Syawal 604 HQ, Abu Bakar Niqasy, mufassir dan ahli hadis asal Irak meninggal dunia.

Sejak usia muda, Abu Bakar Niqasy telah menimba ilmu dari sejumlah guru besar di masa itu. Niqasy juga melakukan perjalanan ke berbagai negeri Islam. Abu Bakar Niqasy dikenal sebagai ulama ahli tafsir dan hadis besar yang meninggalkan banyak karya.

Ibnu Nadim dalam kitab AlFihrits-nya menyebutkan banyak kitab yang ditulis oleh Abu Bakar Niqasy. Meski demikian, dari semua karya tersebut hanya kitab tafsir Syifaush-Shadr yang mewarnai kepustakaan umat Islam.

Kelahiran Ibnu Washil

834 tahun yang lalu, tanggal 2 Syawal 604 HQ, Ibnu Washil, sejarawan, hakim dan sastrawan muslim lahir di kota Hamah, Syam.

Ibnu Washil mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri yang juga seorang pengajar di sekolah Nashiriyyah, Baitul Maqdis. Setelah ayahnya wafat, Ibnu Washil menjadi pengajar di sekolah yang sama dan meneruskan jejak sang ayah.

Ibnu Washil juga banyak membantu Ta'asif, astronom dan matematikawan Mesir dalam membangun observatorium dan sejumlah peralatan astronomi. Ibnu Washil meninggalkan banyak karya, diantaranya adalah; al-Tarikh al-Shalihi, Nadzm al-Durar fi al-Hawadits wa al-Siyar, dan Mufarrijul Kurub fi Akhbari Bani Ayyub.

Helen Keller Lahir

137 tahun yang lalu, tanggal 27 Juni 1880, Helen Keller, seorang penulis dan peneliti buta asal AS, terlahir ke dunia.

Helen Keller dianggap sebagai tokoh yang telah membuka mata dunia agar menghormati dan menghargai orang-orang yang buta dan tuli. Hellen Keller terlahir  ke dunia dalam keadaan normal, namun pada usia satu setengah tahun, ia terserang sakit parah yang mengakibatkan ia kehilangan dan pendengarannya.

Pada usia ke-7 tahun, Keller diajar oleh seorang guru pribadi bernama Anne Sullivan untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Keller kemudian belajar untuk membaca bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin dalam huruf Braille. Pada usia 20 tahun, Keller berhasil diterima di universitas. Dia kemudian aktif menulis buku dan menggalang dana untuk mmbantu orang-orang buta.

Buku pertamanya berjudul The Story of My Life telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Antara tahun 1946 hingga 1957, Hellen Keller melakukan perjalanan ke 39 negara di lima benua untuk berpidato tentang pengalamannya dan menyerukan masyarakat agar menghormati hak-hak orang buta. Hellen Keller meninggal tahun 1968 pada usia 87 tahun.

Ayatullah Khamenei Diteror di Masjid Abu Dzar

36 tahun yang lalu, tanggal 6 Tir 1360 HS, Ayatullah Khamenei diteror di masjid Abu Dzar, Tehran.

Setelah terbentuknya Republik Islam Iran, kekuatan-kekuatan adidaya dunia semakin meningkatkan aksi-aksi teror dan konspirasinya terhadap Iran. Mereka mulai mempersenjatai dan memperkuat kelompok-kelompok anti revolusi untuk menghancurkan negara Iran. Sekaitan dengan hal ini, anasir-anasir anti revolusi yang sebelum ini memperkenalkan dirinya sebagai kelompok revolusioner wajah hakikinya semakin tampak dengan aksi-aksi teror yang dilakukannya selama ini. Mereka menyalahgunakan situasi yang ada dan mulai menciptakan instabilitas.

Salah satu kelompok teror ini adalah Kelompok Munafikin (MKO) yang berusaha keras meneror tokoh-tokoh Revolusi Islam Iran. Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang waktu itu merupakan wakil Imam Khomeini di Dewan Tinggi Pertahanan dan Imam Jumat Tehran dalam pidato-pidatonya senantiasa menjelaskan substansi kelompok MKO dan tujuan buruk mereka. Hal ini membuat MKO berusaha menyingkirkan beliau.

Akhirnya, pada 6 Tir 1360 HS, Ayatullah Sayid Ali Khamenei hadir di Masjid Abu Dzar, timur Tehran untuk menyampaikan pidato. Ketika tengah menjawab sejumlah pertanyaan yang hadir, sebuah bom yang diletakkan di dalam sebuah tape meledak dan beliau terluka parah mulai dari pundak, leher dan tangan. Kemudian orang-orang yang hadir dengan sigap membawa beliau ke rumah sakit.

Orang-orang beranggapan beliau pasti meninggal dunia, namun ternyata Allah masih menghendaki lain dan beliau ternyata masih hidup. Sebuah pertolongan Allah untuk menyampaikan khazanah-Nya kepada umat Islam setelah Imam Khomeini ra untuk menuntun mereka.

Kedengkian kelompok teroris MKO tidak berhenti begitu saja, karena keesokan harinya mereka meledakkan kantor pusat Partai Jomhouri-e Eslami.