Jun 29, 2017 05:47 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 29 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perang Balkan Kedua Meletus

104 tahun yang lalu, tanggal 29 Juni 1913, meletuslah Perang Kedua Balkan antara Bulgaria melawan Serbia, Yunani, Montenegro, Romania, dan Imperium Ottoman.

Perang Balkan Pertama terjadi setahun sebelumnya antara Bulgaria, Serbia, Yunani, dan Montenegro yang berada di bawah kekuasaan Ottoman melawan pemerintahan pusat Ottoman, dengan tujuan untuk memerdekakan diri.

Dalam perang tersebut, 80 persen wilayah Ottoman berhasil memerdekakan diri, namun di antara mereka timbul perselisihan tentang pembagian wilayah dan meletuslan Perang Balkan Kedua.

Dalam perang ini, Bulgaria akhirnya menawarkan perdamaian dan ditandatanganilah perjanjian Bukares yang isinya penyerahan sebagian wilayah yang dikuasai Bulgaria keapda Serbia, Rumania, Yunani, dan Montenegro.

Perang Balkan Kedua merupakan bibit perseteruan yang akhirnya menimbulkan pecahnya Perang Dunia Pertama tahun 1914.

Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari Wafat

96 tahun yang lalu, tanggal 4 Syawal 1342 HQ, Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari meninggal dunia di usia 86 tahun dan dikebumikan di kota Jahrom.

Ayatullah Sayid Abdul Husein Lari lahir pada 1264 HQ di kota Lar. Setelah menyelesaikan pendidikan awal dan menengah, beliau pergi ke kota Najaf, Irak untuk melanjutkan pendidikan agamanya. Beliau belajar pada Mirza Shirazi Bozourgh.

Selain mendapat ijazah ijtihad dari gurunya, beliau juga mendapat ijazah ijtihad dari guru-guru besar lainnya seperti Ayatullah Mohammad Husein Kazhimi, Fadhil Irawani, Lutfullah Mazandarani dan Mulla Hossein Qoli Hamedani.

Atas perintah Ayatullah Shirazi, Ayatullah Lari kembali ke kota Larestan untuk membimbing masyarakat di sana. Beliau membangung hauzah ilmiah Lar dan mengajarkan hukum Islam. Keberadaan ulama dengan kapasitas sebesar beliau di sana mampu menahan pengaruh para misionaris Kristen, bahkan dari hari ke hari mereka semakin terisolasi.

Langkah kedua yang dilakukan oleh Ayatullah Lari adalah mencatat kekayaan penguasa boneka di sana, membangun pabrik senjata, menggelar pendidikan militer dan tidak membayar pajak kepada pemerintah pusat.

Sikap beliau mendukung Revolusi Konstitusi menghadapi pasukan pemerintah dengan bekerjasama dengan para pejuang gagah berani Tangestan menghadapi penjajah Inggris merupakan aktivitas beliau dalam rangka mengembalikan kemuliaan Islam.

Ayatullah Lari memiliki sekitar 40 karya tulis di bidang fiqih, teoloti, politik, ushul fiqih dan lain-lain.

Ayatullah Abolqasem Danesh Ashtiani Wafat

16 tahun yang lalu, tanggal 8 Tir 1380 HS, Ayatullah Abolqasem Danesh meninggal dunia di usia 90 tahun dan dimakamkan di komplek suci makam Sayidah Maksumah, Qom.

Ayatullah Haj Sheikh Aboqasem Nahesh Ashtiani, lahir pada 1290 HS dari keluarga ulama di kota Ashtian. Beliau merupakan cucu Akhond Mullah Ahmad Ashtiani. Sejak kecil beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama dan di usia 15 tahun Ayatullah Danesh Ashtiani memasuki hauzah ilmiah Qom.

Selama di hauzah ilmiah Qom, beliau melanjutkan pendidikan agamanya di bawah pengawasan Mirza Mohammad Feiz Qommi. Beliau kemudian belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkatan mujtahid bersama Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Sayid Mohammad Taqi Khonsari.

Kemudian selama bertahun-tahun beliau kembali ke kampung halamannya untuk berdakwah. Tapi ketika mendapat kabar datangnya Ayatullah Boroujerdi ke kota Qom, Ayatullah Danesh Ashtiani kembali ke Qom dan belajar kepada Ayatullah Boroujerdi. Beliau mendapat perhatian besar dari Ayatullah Boroujerdi, sehingga diangkat menjadi penanggung jawab perpustakaan Masjid Azam, Qom. Dalam menjalankan tugasnya, Ayatullah Danesh Ashtiani berhasil memajukan perpustakaan ini sejajar dengan perpustakaan terkenal Iran dan juga mencetak koran.

Dalam kebangkitan Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini, Ayatullah Ashtiani ikut melawan rezim Shah Pahlevi dan nama beliau tertera dalam pernyataan protes ulama dan pengajar hauzah ilmiah Qom. Pasca kemenangan Revolusi Islam, Imam Khomeini ra mengangkat beliau sebagai Imam Jumat kota Ashtian.

Beliau juga meninggal banyak karya tulis seperti Taqriraat Fiqh Ayatullah Boroujerdi, Majmu'ah Maqalaat, terjemah buku Saqifah dan lain-lain.