Lintasan Sejarah 4 Juli 2017
Hari ini, Selasa tanggal 4 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Shirin Meninggal Dunia
1328 tahun yang lalu, tanggal 9 Syawal 110 HQ, Ibnu Shirin seorang ahli fiqih dan hadis terkenal abad ke 2 hijriah, meninggal dunia.
Ibnu Shirin dilairkan di kota Bashrah, Irak selatan dan sejak remaja telah mempelajari ilmu, kezuhudan, dan ketabahan. Ibnu Shirin sangat mengutamakan hadis-hadis Rasulullah Saw.
Dengan teliti dan hati-hati, dia menghapal banyak hadis-hadis tersebut. Ketelitiannya itu membuatnya jadi bahan rujukan para penulis terkemuka. Ibnu Shirin selama masa hidupnya mengenal 30 sahabat Rasulullah Saw dan dia banyak meninggalkan berbagai karya penulisan.
Pengusiran Ulama Syiah dari Irak ke Iran
94 tahun yang lalu, tanggal 13 Tir 1302 HS, pemerintah Irak mengusir ulama Irak ke Iran.
Pasca berakhirnya Perang Dunia I dan Inggris telah menguasai seluruh Irak, ulama Najaf mengeluarkan fatwa yang mengutuk kehadiran Inggris di Irak. Mereka juga mengeluarkan hukum dan memrotes pemilu formalitas yang diawasi oleh Inggris.
Aksi ini membuat geram para pejabat Inggris. Sebagai reaksinya, pada 13 Tir 1302 Hs, mereka menekan penguasa Irak untuk mengeluarkan perintah pengusiran ulama Irak ke Iran.
Pemerintah Iran waktu itu ketika mendapat informasi mengenai keputusan ini, dengan segera memerintahkan para pejabat pemerintah untuk menyambut dan menerima para ulama yang diasingkan itu dengan baik dan menghormati mereka.
Perintah pengasingan ini direaksi keras oleh ulama Iran dan mereka mulai melakukan aksi-aksi protes di Tehran dan di kota-kota lainnya. Setelah beberapa waktu ulama yang diasingkan itu memasuki kota Qom dan disambut dengan hangat oleh warga dan ulama di sana.
Akibatnya, pemerintah Irak mengirimkan utusan khusus ke Tehran dan merundingkan soal kembalinya para ulama ke Iran. Dalam perundingan itu diputuskan bahwa siapa saja yang ingin kembali ke Irak dapat mewujudkan niatnya tanpa ada syarat. Akhirnya para ulama kembali ke Irak secara terhormat.
Filipina Merdeka
71 tahun yang lalu, tanggal 4 Juli 1946, kepulauan Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya dari AS.
Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Kepulauan Filipina adalah rombongan pelaut Spanyol di bawah pimpinan Ferdinand Magellan pada tahun 1521. Sejak saat itu, Filipina dijadikan kawasan jajahan Spanyol hingga tiga abad kemudian.
Meningkatnya perlawanan rakyat Filipina membuat kekuatan Spanyol semakin melemah. Pada saat yang sama, Spanyol juga kalah perang dari AS, sehingga Spanyol memutuskan untuk menjual Filipina kepada AS seharga 20 juta dolar.
Rakyat Filipina kemudian melanjutkan perjuangan untuk mengusir tentara AS dari tanah air mereka. Akhirnya, pada tahun 1946 bangsa Philipina berhasil meraih kemerdekaannya.
Pada 1962, presiden yang berkuasa saat itu Diosdado Macapagal mengubah perayaan resmi Hari Kemerdekaan dari 4 Juli (hari ketika AS memberikan kemerdekaan Filipina pada 1946) menjadi 12 Juni (tanggal ketika Emilio Aguinaldo memprokalamasikan kemerdekaan dari Spanyol pada 1898).
Macapagal mengklaim bahwa waktu keputusan untuk mengubah Hari Kemerdekaan Filipina tidaklah didasarkan kepada sentimen atas AS, melainkan lebih sebagai keputusan hukum tentang waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Mohammad Moin Meninggal
46 tahun yang lalu, tanggal 13 Tir 1350 HS, Doktor Mohammad Moin, cendekiawan sastra Persia terkemuka, meninggal dunia.
Doktor Moin dilahirkan pada tahun 1914 di kota Rasht, Iran utara. Sejak muda, dia mulai mempelajari sastra Arab dan kemudian menuntut ilmu di Darul Funun, sebuah lembaga pendidikan terkemuka di Iran saat itu. Selanjutnya, Mohammad Moin melanjutkan pendidikan ke fakultas sastra dan filsafat di Universitas Teheran.
Pada tahun 1942, Mohammad Moin berhasil menjadi lulusan pertama tingkat doktoral di bidang sastra Persia. Doktor Moin kemudian mengabdikan hidupnya untuk mengajar, melakukan penelitian, dan menulis buku di bidang sastra Persia.
Karya penulisan yang ditinggalkan Doktor Moin di antaranya adalah kamus besar bahasa Persia yang terdiri dari enam jilid.