Lintasan Sejarah 13 Juli 2017
Hari ini, Kamis tanggal 13 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Idris Al-Hilli, Ahli Fiqih Syiah Wafat
840 tahun yang lalu, tanggal 18 Syawal 598 HQ, Ibnu Idris al-Hilli, ahli fiqih Syiah meninggal dunia di usia 55 tahun .
Fakhruddin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Idris al-Hilli lahir di kota Hillah pada 543 HQ di kota Hillah, Irak. Ibnu Idris sejak kecil telah mempelajari ilmu-ilmu agama, khususnya al-Quran dan di masa mudanya telah menjadi seorang faqih hebat. Beliau meyakini bahwa berpikir merupakan kewajiban setiap manusia untuk memilih jalan yang benar. Barangsiapa yang tidak memanfaatkan nikmat ini, berarti ia telah kufur dan mengingkari nikmat-nikmat Allah Swt.
Para ulama sezaman dan setelah Ibnu Idris sangat memuji sikap dan keberanian beliau yang mampu menggerakkan fiqih Islam menuju kesempurnaannya. Satu abad sepeninggal Syaikh Thusi, seluruh ulama dan faqih Syiah menukil pendapat beliau. Bahkan boleh dikata pintu ijtihad tertentu pada tahapan tertentu. Kondisi ini terus berlanjut hingga Ibnu Idris keluar dari lingkaran taklid dan menjadi mujtahid.
Ibnu Idris memiliki banyak karya ilmiah yang sangat berharga dan yang paling terkenal adalah buku al-Sarair. Buku ini merupakan karya jenius dan baru di dunia fiqih masa itu dan kekuatan isinya masih terus diperbincangan hingga kini. Selain memuat tema-tema penting fiqih, buku ini juga memuat hadis-hadis pilihan Ibnu Idris dan membuat nilai hadis menjadi penting.
Perjalanan James Cook Berakhir
246 tahun yang lalu, tanggal 13 Juli 1771, berakhirlah ekspedisi laut mengelilingi setengah planet bumi yang dipimpin oleh James Cook.
Dalam ekspedisi itu, James Cook dan rombongannya yang terdiri dari para ilmuwan, melakukan berbagai penelitian terhadap tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, dan para penduduk di berbagai kawasan.
Di antara anggota rombongan James Cook adalah sebuah tim astronom yang meneliti planet Venus. Perjalanan James Cook dan rombongannya memakan waktu selama tiga tahun, yang dimulai sejak tanggal 26 Juli tahun 1768.
Perang Kursk Berakhir
74 tahun yang lalu, tanggal 13 Juli 1943, The Battle of Kursk atau Perang Kursk, yang melibatkan dua juta tentara, 6000 tank, dan 5000 pesawat tempur, berakhir dengan kekalahan Jerman.
Pertempuran yang terjadi pada era Perang Dunia Kedua ini meletus antara Jerman dan Soviet di dekat kota Kursk, sebelah barat Rusia.
Serangan Jerman dimulai pada tanggal 5 Juli dari arah selatan dan utara kota Kursk. Namun, Soviet memiliki fasilitas tank dan pesawat tempur yang lebih besar sehingga 40 persen tank-tank Jerman berhasil dihancurkan. Akhirnya komandan pasukan Jerman, Marshal Gunther von Kluge, menarik mundur pasukannya. Perang di Kursk ini merupakan pertempuran dengan menggunakan tank terbanyak dalam sejarah.
Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari Wafat
17 tahun yang lalu, tanggal 22 Tir 1379 HS, Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari meninggal dunia di usia 84 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as, Qom.
Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari lahir dari keluarga ulama di kota Shabestar, Provinsi Azerbaijan Timur pada 1295 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat dasar dan menengah, pada usia 18 tahun beliau pergi ke kota Qom untuk melanjutkan pendidikannya. Selain belajar ilmu-ilmu klasik hauzah, beliau juga mempelajari filsafat, teologi dan irfan kepada Ayatullah Sheikh Mahdi Mazandarani dan Mirza Mohammad Ali Shah Abadi.
Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat menengah, beliau belajar mata kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i selama 8 tahun. Beliau kemudian mengikuti perintah gurunya ini dan kembali ke kota kelahirannya. Selama 10 tahun di sana, beliau memberikan pelayanan masalah-masalah keagamaan kepada masyarakat. Pada usia 37 tahun beliau kembali ke Qom dan memberikan kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid dan pada saat yang sama beliau mengikuti kuliah Ayatullah Boroujerdi.
Beliau mendapat ijazah ijtihad dari Ayatullah Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Abolhassan Isfahani. Selain itu beliau juga sangat berjasa dalam menyebarkan ajarah Ahlul Bait di provinsi Azerbaijan Barat dan Kurdistan serta membangun banyak masjid dan huseiniah di dua provinsi ini. Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi juga ikut bersama ulama lainnya bangkit melawan rezim Shah Pahlevi.
Ayatullah Sayid Mohammad Vahidi Shabestari meninggalkan banyak karya tulis seperti catatan pinggir al-Urwah al-Wutsqa, Hakemiyat Piromoune Khatamiyat va Rafe Shubahat dan Syarah Wasilah an-Najah.