Jul 18, 2017 06:08 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 18 Juli 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perang Inggris-Denmark Dimulai

1146 tahun yang lalu, tanggal 18 Juli 871, dimulailah perang antara Inggris dan Denmark yang berlangsung hingga 25 tahun kemudian.

Perang ini dimulai dengan serangan Denmark terhadap Inggris yang dalam waktu singkat berhasil menduduki sebagian wilayah Inggris. Namun, perang terus berlanjut dan ketika berakhir 25 tahun kemudian, yaitu tanggal 9 Januari 896, kemenangan berada di tangan Inggris yang dipimpin oleh Raja Alfred.

Ibnu Said Anshari Lahir

689 tahun yang lalu, tanggal 23 Syawal 749 HQ, Ibnu Said Anshari, seorang dokter, ahli matematika, dan penulis terkenal asal Mesir, terlahir ke dunia.

Ibnu Said Anshari menguasai bidang logika, kedokteran, dan matematika, serta memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah berbagai kejadian dan biografi tokoh-tokoh di zaman kuno maupun zamannya sendiri.

Buku-buku yang ditulis Anshari mencapai 14 buah, yang terpenting di antaranya berjudul "Arsyadul Qashid" yang berisi tentang sejarah ilmu-ilmu.

Galaksi Bimasakti Ditemukan

234 tahun yang lalu, tanggal 18 Juli 1783, William Hershel, seorang astronom Inggris, berhasil mengidentifikasi Galaksi Bimasakti atau Milky-way.

Dengan teleskop hasil buatannya sendiri, Hershel berhasil menemukan bahwa Galaksi Bimasakti tersusun dari milyaran bintang, sedangkan  tata surya, yaitu matahari dan planet-planet yang mengelilinginya hanya satu bagian yang sangat kecil dari galaksi tersebut.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa Galaksi Bimasakti terdiri dari 400 milyar bintang dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya, sementara satu tahun cahaya sama dengan 9500 milyar kilometer. Galaksi Bimasakti jika dilihat dari samping berbentuk seperti cakram dan dari atas seperti spiral. Matahari yang menjadi pusat peredaran bumi dan planet-planet lain di tata surya, letaknya sekitar 40.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti.

Perang Saudara di Spanyol Dimulai

81 tahun yang lalu, tanggal 18 Juli 1936, perang saudara di Spanyol meletus antara kelompok kanan melawan pemerintahan yang beraliran sosialis.

Perang itu dimulai setelah Jenderal Franco menyerukan seluruh tentara Spanyol untuk bergabung menggulingkan pemerintahan Spanyol saat itu. Jerman dan Italia mendukung Franco dengan pesawat, tank, dan persenjataan, sedangkan Uni Soviet mendukung pemerintah dan kelompok sosialis.

Pada bulan Januari 1939, ibu kota Spanyol, Barcelona, berhasil direbut pasukan pemberontak dan tak lama kemudian, seluruh Spanyol jatuh ke tangan mereka. Pada tanggal 28 Maret 1939, perang berakhir dengan menyerahnya kubu pemerintah, atau yang disebut juga sebagai kubu Republik. Perang ini mengorbankan lebih dari sejuta nyawa dan Jenderal Franco berkuasa di Spanyol dengan tangan besi sampai ia meninggal pada tahun 1975.

Iran Menerima Resolusi 598 DK-PBB Tahun 1975

29 tahun yang lalu, tanggal 27 Tir 1367 HS, Republik Islam Iran menerima Resolusi 598 Dewan Keamanan PBB

Salah satu alasan bohong rezim Baath Irak untuk menginvasi teritorial Republik Islam Iran adalah perselisihan soal perbatasan yang telah ditetapkan dalam perjanjian Aljazair tahun 1975. Di saat perang, ketika eksistensi Irak berada dalam  kondisi bahaya, Amerika dan sekutunya yang menjadi pendukung Irak secara praktis terlibat dalam perang. Sementara itu, Imam Khomeini ra dengan melihat masalah Republik Islam dan mengetahui konspirasi luas Amerika dan Barat untuk menghapus Revolusi Islam, setelah melakukan konsultasi dengan para komandan senior dan pejabat tinggi negara akhirnya menerima resolusi 598 Dewan Keamanan PBB.

DK-PBB dalam resolusi ini mengajak dua negara; Iran dan Irak untuk melakukan gencatan senjata dan menciptakan perdamaian. Iran yang melihat isi resolusi ini masih menguntungkan, khususnya butir yang terkait dengan penyebutan siapa pelaku agresi pertama dan pembayaran kerugian akhirnya menerima resolusi itu. Rezim Irak juga mengikuti langkah Iran dan menerima resolusi itu, tapi hingga terciptanya gencatan senjata resmi pada bulan Mordad 1367 HS, mereka masih melanjutkan serangannya ke teritorial Iran.

Pasca penerimaan resolusi 598 DK-PBB dari pihak Iran, gencatan senjata antara kedua pihak tercipta pada tanggal 29 Mordad 1367 HS, sementara DK-PBB meratifikasi resolusi itu pada 18 Mordad 1367 HS. Dengan ratifikasi itu, para pemantau militer Iran, Irak dan PBB membentuk komisi yang terdiri dari 400 orang dari 25 negara yang ditempatkan di Iran dan Irak.