Lintasan Sejarah 3 Agustus 2017
Hari ini, Kamis tanggal 3 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Dinasti Samania Hancur
1049 tahun yang lalu, tanggal 10 Dzulqadah 389 HQ, Dinasti Samania yang telah berdiri selama 128 tahun di Khorasan, Asia Tengah, dan sebagian Iran tengah, akhirnya hancur di tangan Ilik Khan.
Ilik Khan adalah salah seorang di antara budak-budak Turki, yang karena infiltrasi mereka di dalam pemerintahan Samania, mereka berhasil melumpuhkan kerajaan itu.
Selama masa kekuasaannya, raja-raja dari Dinasti Samania banyak berupaya untuk memajukan kota-kota wilayah kekuasaan mereka. Mereka melakukan pengembangan ilmu dan sastra serta memberikan penghormatan yang tinggi kepada para ulama. Pada saat itu, banyak pusat-pusat keilmuan dibangun di berbagai kota.
Setelah hancurnya dinasti ini, kekuasaan di Iran dipegang oleh Dinasti Ali Buyeh dan Dinasti Turki bernama Ghaznavi.
Sabth Mardini Lahir
612 tahun yang lalu, tanggal 10 Dzulqadah 826 HQ, Sabth Mardini, seorang astronom dan matematikawan muslim, terlahir ke dunia di kota Damaskus.
Menurut catatan para sejarawan, karya-karya penulisan yang ditinggalkan oleh Sabth Mardini mencapai 32 judul dan hingga kini sebagiannya masih tersimpan dalam bentuk tulisan tangan.
Di antara karya Sabth Mardini adalah buku berjudul "Daqayiqul Haqayiq" yang merupakan buku matematika.
Pemimpin Pertama Malaysia
60 tahun yang lalu, tanggal 3 Agustus 1957, Tunku Abdul Rahman terpilih untuk memimpin Malaysia selama lima tahun.
Tunku Abdul Rahman juga dikenal sebagai kepala negara pertama yang membawa Malaysia menjadi negara merdeka.
Penunjukan Rahman berkat pemilihan yang dilakukan para sultan seantero kerajaan Malaya di Kuala Lumpur. Dia pun dipersiapkan untuk mewakili Malaysia menerima penyerahan kedaulatan dari pemerintah kolonial Inggris pada 31 Agustus 1957. Pada hari itu pula ditetapkan sebagai hari kemerdekaan Malaysia.
Rahman merupakan saudara dari Sultan Kedah. Dia lulusan Universitas Cambridge pada 1925 dan kembali ke Inggris untuk menekuni studi hukum usai Perang Dunia II.
Usai membawa Malaysia merdeka, Rahman melakukan sejumlah reformasi yang membagi kekuasan para sultan yang telah memerintah di wilayah masing-masing secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Pada 1970, Rahman memutuskan pensiun dari panggung kekuasaan, atau setahun setelah memberlakukan keadaan darurat menyusul kerusuhan etnis terbesar di Malaysia, yang menewaskan sekitar 2.000 orang.
Pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD
38 tahun yang lalu, tanggal 12 Mordad 1358 HS, Iran menyelenggarakan pemilu untuk memilih dewan ahli pembahas Undang Undang Dasar.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran dan penyelenggaraan pemilu pertama yang berujung pada penentuan bentuk negara dan pembentukan Republik Islam di Iran, pembahasan mengenai penentuan UUD mulai dibahas luas di pelbagai kalangan masyarakat.
Sebelum ini draf UUD telah ditulis lewat perintah Imam Khomeini ra dan teksnya dibahas oleh Dewan Revolusi dan kabinet pemerintahan sementara.
Untuk mensosialisasikan isi draf UUD ke tengah masyarakat, sekaligus mengajak rakyat dan para pemikir untuk memberikan pendapat soal isinya, maka draf tersebut dimuat di koran-koran dengan tiras besar pada 24 Khordad 1358 HS. Isi draf UUD terdiri dari 12 pasal dan 151 ayat.
Setelah disosialisasikan dan mendapat persetujuan Imam Khomeini ra untuk membentuk Dewan Ahli yang membahas akhir draf UUD, rancangan undang-undang pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD akhirnya disetujui pemerintah dan Dewan Revolusi. Akhirnya, ditetapkan pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD akan diselenggarakan pada 12 Mordad 1358 HS dan pemilu ini diikuti luas oleh rakyat Iran untuk memilih 75 anggota Dewan Ahli Pembahas UUD.
Pada 28 Mordad 1358, Dewan Ahli Pembahas UUD memulai kerjanya dengan pesan dari Imam Khomeini ra dan mulai membahas secara maraton draf UUD dan menyusun UUD.