Lintasan Sejarah 4 Agustus 2017
Hari ini, Jumat tanggal 4 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Ridha as Lahir
1300 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulqadah 138 HQ, Imam Ali bin Musa Ar-Ridha as, Imam ke-delapan kaum Muslimin dan keturunan Rasulullah Saw generasi ke-7, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Setelah wafatnya ayahanda Imam Ridha, yaitu Imam Musa Al-Kazhim as, Imam Ridha meneruskan tugas ayah beliau sebagai pemimpin dan pembimbing umat Islam. Khalifah Makmun dari Dinasti Abbasiah yang berkuasa saat itu, merasa khawatir atas pengaruh Imam Ridha di tengah umat Islam. Demi menarik simpati rakyat dan mencari legalitas atas kekuasaannya, Khalifah Makmun kemudian mengangkat Imam Ridha sebagai putra mahkota. Imam Ridha juga dipaksa untuk meninggalkan Madinah dan tinggal di Marv, di timur laut Iran dengan tujuan agar Khalifah Makmun dapat lebih mudah mengontrol segala perilaku Imam Ridha.
Namun, keinginan Makmun untuk menghilangkan pengaruh Imam Ridha atas umat Islam tidak tercapai. Ketinggian iman, ilmu, dan akhlak Imam Ridha telah menimbulkan pengaruh besar di kalangan rakyat Khurasan dan masyarakat menjadi sadar akan hakikat Ahlul Bait Rasulullah. Untuk menghancurkan popularitas Imam Ridha di tengah masyarakat, Makmun bahkan mengundang pemuka berbagai agama untuk berdebat dengan Imam Ridha. Namun, ketinggian ilmu Imam Ridha malah membuat para pemuka agama itu mengakui kebenaran Imam Ridha. Akhirnya, Makmun mengambil keputusan untuk membunuh Imam Ridha dengan cara meracuni beliau pada tahun 203 Hijriah.
Salah satu hadis dari Imam Ridha as adalah sebagai berikut, "Orang yang akan dekat denganku di Hari Kiamat adalah orang yang selama di dunia berakhlak lebih baik dan bersikap lebih dermawan terhadap keluarganya."
Nicolas-Jacque Conte Lahir
262 tahun yang lalu, tanggal 4 Agustus 1755, Nicolas-Jacque Conte, pencipta pensil modern, terlahir ke dunia.
Sejarah pembuatan pensil berawal pada tahun 1560-an, dengan ditemukannya grafit, bahan pembuat pensil, di Inggris. Dengan cepat, grafit digunakan sebagai alat untuk menulis, meskipun masih dalam bentuk yang primitif. Akhirnya pada tahun 1565, dibuatlah pensil pertama dengan cara memasukkan grafit ke dalam sepotong kayu.
Perkembangan dalam pembuatan pensil diteruskan oleh para pengrajin Eropa sampai akhirnya Nicolas-Jacque Conte berhasil menciptakan pensil dalam bentuk modern seperti yang sekarang ini digunakan oleh masyarkat dunia.
Inggris dan Rusia Membentuk Polisi Selatan di Iran
102 tahun yang lalu, tanggal 13 Mordad 1294 HS, Inggris dan Rusia membentuk polisi Selatan di Iran.
Dengan semakin meluasnya api Perang Dunia Pertama, negara-negara seperti Rusia dan Inggris semakin mengkhawatirkan pengaruh Jerman di Iran. Karena pengaruh Jerman itu bakal menghancurkan kepentingan mereka di negara ini.
Oleh karenanya, Rusia dan Inggris menandatangi kesepakatan rahasia untuk membagi wilayah Iran yang netral dalam Perang Dunia Pertama, seperti yang telah diprediksi dalam perjanjian tahun 1907. Selain itu, untuk mempertahankan kepentingannya di Iran, kedua negara ini membentuk polisi bersama pada 13 Mordad 1294 HS.
Sejak saat itu, Rusia memobilisasi tentara Kazakhstan yang berjumlah 11 ribu. Sementara pemerintah Inggris menyiapkan pasukannya di selatan Iran. Dari dua pasukan ini dibentuklah kekuatan bersama dengan nama Polisi Selatan. Para perwira Inggris sebagai komandan Polisi Selatan dan para relawan berkebangsaan India dan Iran menjadi bagian dari pasukan ini.
Tugas utama mereka adalah membersihkan selatan Iran dari tentara Jerman dan pendukungnya. Pasca penandatanganan perjanjian rahasia ini, tentara Rusia berhasil maju hingga Isfahan dan memperluas pengaruhnya dari Tehran hingga Isfahan.
AS menderita kekalahan di Teluk Tonkin
53 tahun yang lalu, tanggal 4 Augustus 1964, AS menderita kekalahan dalam perang terbatas di Teluk Tonkin di wilayah Laut Cina Selatan.
Pertempuran itu meletus antara kapal-kapal perang AS melawan Vietnam Utara. Saat itu AS mendukung penuh rezim Vietnam Selatan melawan utara, namun sebelum peristiwa 4 Augustus 1964, AS tidak pernah secara langsung terlibat pertempuran.
Menyusul peristiwa Teluk Tonkin, AS secara signifikan menambah jumlah personil militernya di Vietnam Selatan. Mesin-mesin perang dan pesawat tempur AS pun secara masif menggempur wilayah Vietnam utara. Namun perlawanan sengit rakyat setempat telah mempermalukan AS yang terpaksa mengakui kekalahannya di Vietnam dan pada tahun 1975 AS menarik mundur seluruh tenteranya dari sana. Beberapa tahun setelahnya, Vietnam menyatu kembali.