Aug 06, 2017 03:06 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 6 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Jauzi Lahir

930 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulqadah 508 HQ, Ibnu Jauzi, seorang ahli fiqih dan al-Quran abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Baghdad.

Ibnu Jauzi banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk menuntut ilmu, sampai akhirnya ia dikenal sebagai ilmuwan besar pada zamannya.

Ibnu Jauzi terhitung banyak menulis buku di bidang agama, di antaranya berjudul "al-Muntazham" dan "Mawa'idzul Muluk". Ia meninggal tahun 597 Hijriah.

Anwari Meninggal

855 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulqadah 583 HQ, Muhammad bin Muhammad Anwari Abiwardi, seorang penyair dan cendikiawan termasyhur Iran abad ke-6, meninggal dunia.

Anwari menghabiskan masa mudanya dengan menimba ilmu di berbagai bidang, seperti sastra, filsafat, dan matematika. Setelah itu, ia mulai menyusun syair.

Anwari melalui syair-syairnya dikenal mampu menjelaskan masalah yang rumit dalam bahasa yang sederhana dan lancar. Kumpulan syairnya yang berjudul "Anwari" hingga kini masih beredar di Iran dan berkali-kali dicetak ulang.

Hiroshima Dibom

72 tahun yang lalu, tanggal 6 Agustus 1945, pada pukul 8 lebih 16 menit pagi waktu Jepang, pesawat pengebom AS menjatuhkan sebuah bom atom pertama di dunia di atas kota Hiroshima.

Bom yang berkekuatan 20.000 TNT itu dalam sekejap mengancurkan bangunan-bangunan kota Hiroshima, menewaskan 90.000 oranng seketika dan melukai 75.000 orang lainnya.

Tiga hari kemudian, tentara AS kembali menjatuhkan bom atom di atas kota Nagasaki dan menimbulkan korban tewas 70.000 orang. Korban akibat bom atom itu masih terus berjatuhan hingga kini karena dampak radioaktif yang ganas secara perlahan membunuh para korban.

Perintah pengeboman kedua kota di Jepang itu diberikan oleh Presiden AS saat itu, Harry Truman, dengan tujuan agar Jepang menyerah dalam Perang Dunia II.

Marsekal Muda Abbas Babai Syahid

30 tahun yang lalu, tanggal 15 Mordad 1366 HS, Marsekal Muda Abbas Babai gugur syahid dalam Perang Delapan Tahun.

Marsekal Muda Abbas Babai lahir di kota Qazvin pada 1329 HS dan di tahun 1348 ia memasuki Sekolah Tinggi Penerbangan Angkata Udara. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia kemudian melanjutkannya di Amerika dan berhasil dilaluinya dengan memuaskan.

Syahid Babai dengan komitmen dan profesionalismenya akhirnya diangkat menjadi komandan pangkalan udara kedelapan Isfahan. Ia lebih banyak mengikuti operasi-operasi udara dan memiliki 3 ribu jam terbang.

Syahid Babai dengan semangat mati syahid disertai keberanian dan pengorbanan semua ini ditunjukkan dalam Perang Delapan Tahun. Aksi-aksi heroiknya memberikan catatan baru bagi sejarah angkatan udara dan di dua tahun dari akhir hidupnya ia berhasiul melaksanakan lebih dari 60 tugas yang dibebankan kepadanya dengan penuh keberhasilan.

Pilot pemberani ini akhirnya pada 15 Mordad 1366 HS yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dalam sebuah operasi di luar negeri mereguk cawan syahadah. Ia dikebumikan di kota kelahirannya Qazvin. Ketika syahid ia berpangkat Komandan Operasi Angkatan Udara Republik Islam Iran.

Clinton Tandatangani UU Peningkatan Embargo Atas Iran

21 tahun yang lalu, tanggal 6 Agustus 1996, Presiden AS Bill Clinton, menandatangani UU peningkatan embargo terhadap Iran.

UU yang diberi nama sesuai penggagasnya, yaitu Senator D'Amato ini menyebutkan bahwa setiap perusahaan yang menanamkan modal di industri perminyakan dan gas Iran di atas  40 juta dolar, akan dikenai sanksi ekonomi oleh AS. Dengan disahkannya UU ini, Washington  berusha menekan pemerintah Iran yang selama ini selalu menentang campur tangan AS di negaranya.

Namun demikian, UU D'Amato ini justru menimbulkan kemarahan negara-negara Eropa karena kepentingan investasi mereka di Iran menjadi terganggu. Pada tahun 1997, perusahaan Perancis TOTAl, dengan mengabaikan UU buatan AS itu, telah menanamkan modal sebesar 600 juta dolar untuk eksplorasi gas di Iran. Tindakan ini pun kemudian disusul oleh berbagai perusahaan gas dan minyak lainnya.