Aug 10, 2017 03:30 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 10 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Harun Al-Rashid Asingkan Imam Musa Kazhim as dari Madinah ke Irak

1259 tahun yang lalu, tanggal 17 Dzulqadah 179 HQ, Imam Musa al-Kazhim as, Imam ketujuh Syiah diasingkan dari Madinah ke Basrah atas perintah Harun al-Rasyid, Khalifah Abbasiah.

Disebutkan Imam Kazhim as tiba di Basrah pada tanggal 7 Dzulhijjah dan langsung dijebloskan ke dalam penjara. Untuk beberapa lama Imam Khazhim as di tahan di penjara Isa bin Jakfar, penguasa Basrah, namun Isa bin Ja'far menulis surat kepada Harun al-Rashid  yang isinya meminta agar Imam dipindahkan ke penjara yang dikelola gubernur lain. Isa bin Jakfar beralasan bahwa setelah memerika Imam Kazhim as, ia tidak menemukan bukti yang memberatkannya agar dipenjara.

Membaca surat Isa bin Jakfar, Harun al-Rashid kemudian memerintahkan agar Imam Kazhim as dipindahkan ke Baghdad dan meminta kepada menterinya, Fadhl bin Rabi' agar membunuh Imam Musa Kazhim as, namun permintaan ini ditolak oleh Fadhl bin Rabi'.

Akhirnya Sindi bin Syahik membunuh Imam Musa Kazhim as atas perintah Yahra bin Khalid Barmaki, seorang menteri yang diperintah oleh Harun al-Rashid.

Perjanjian Sevres

97 tahun yang lalu, tanggal 10 Agustus 1920, ditandatangani perjanjian Sevres antara imperium Utsmani dan negara-negara Sekutu.

Perjanjian ini ditandatangani setelah imperium Utsmani mengalami kekalahan dalam Perang Dunia Kedua dan berdasarkan perjanjian tersebut, 80 persen wilayah kekuasaan imperium Utsmani terpaksa diserahkan kepada Sekutu. Akibatnya, wilayah imperium ini yang semula 3 juta km persegi berkurang hingga 600 ribu km persegi.

Perjanjian Sevres ini meresmikan kesepakatan antara Perancis dan Inggris mengenai pembagian wilayah Imperium Utsmani. Inggris  kemudian menguasai Irak, Yordan, dan Palestina sedangkan Perancis menguasai Suriah dan Lebanon.Di samping itu, berdasarkan perjanjian ini, sebagian wilayah Turki saat ini diserahkan kepada Yunani, Italia dan Armenistan.

Hal ini menimbulkan kemarahan rakyat Turki dan tentara Turki kemudian memerangi para penjajah tersebut. Akhirnya, pada tahun 1923, sekutu kembali menandatangani perjanjian baru dengan Turki yang berisi pengembalian wilayah-wilayah yang semula direbut Sekutu ke tangan Turki.

Pendudukan Korea

72 tahun yang lalu, tanggal 10 Agustus 1945, menyusul kekalahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua, wilayah utara semenanjung Korea hingga lintang utara 38 derajat menjadi wilayah kekuasaan Tentara Merah Soviet.

Beberapa hari kemudian, bagian selatan semenanjung Korea dikuasai oleh AS.

Pendudukan di utara dan selatan semenanjung ini merupakan permulaan dari terbentuknya dua negara Korea Selatan dan korea Utara.  Pada tahun 1991 ditandatangani "Perjanjian Persahabatan, Non Agresi, Pertukaran, dan Kerjasama" di antara kedua negara ini.

Tim Pemantau PBB Tiba di Iran

29 tahun yang lalu, tanggal 19 Mordad 1367 HS, pasukan penjaga perdamaian PBB memasuki Tehran dan Baghdad setelah Iran menerima resolusi Dewan Keamanan PBB no. 598.

Iran dan Irak melakukan gencatan senjata pada 29 Mordad 1367 Hs.

Kemudian, Dewan Keamanan PBB meratifikasi resolusi no.619 pada 18 Mordad 1367 Hs. Berdasarkan ketentuan ini, PBB mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di perbatasan Iran dan Irak yang berjumlah sekitar 400 orang dari 25 negara dunia.

Salah satu alasan yang dijadikan dalih oleh rezim Baath untuk menyerang Iran mengenai sengketa perbatasan yang telah ditetapkan pada perjanjian Aljazair tahun 1975.

Dalam perang yang tidak seimbang selama delapan tahun, rezim Baath yang merasa terancam eksistensinya meminta bantuan AS dan sekutunya. Lalu, Dewan Keamanan PBB turun tangan menyerukan supaya Irak dan Irak melakukan gencatan senjata dan berdamai.

Imam Khomeini dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat Islam dan konspirasi Barat terutama AS untuk menumbangkan Republik Islam dan menghancurkan rakyat Iran, setelah melakukan konsultasi dengan panglima tinggi militer dan pemerintah akhirnya bersedia menerima resolusi Dewan Keamanan PBB no.598.

Republik Islam Iran setelah mempertimbangkan isi resolusi terutama mengenai poin pembayaran ganti rugi akibat perang oleh Irak bersedia menerima resolusi tersebut. Namun meski secara resmi telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Agustus 1988, namun tetap saja rezim Baath melanjutkan penyerangan terhadap Iran.