Aug 11, 2017 03:33 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 11 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Umar Khayam Neishaburi Lahir

999 tahun yang lalu, tanggal 18 Dzulqadah 439 HQ, Umar Khayam Naishaburi, seorang matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair besar Iran, terlahir ke dunia di kota Neishabur, timur laut Iran.

Meskipun ketinggian ilmu Khayam jauh melampui kemampuannya di bidang sastra, namun Umar Khayam lebih terkenal di dunia sebagai seorang penyair. Syair-syairnya yang berstruktur rubaiyyat dan mengandung keindahan serta makna yang dalam telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia.

Selain menghasilkan karya syair, Umar Khayam juga melakukan perbaikan terhadap kalender Persia. Kalender hasil susunan Umar Khayam dikenal dengan nama “Taqwim-e Jalali”.

Karya Umar Khayam yang lain adalah buku “Nuruz-nameh” dan  “Tarikh-e Adab-e Jasn-e Nuruz”, dan “Jabar wa Muqabalah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis pada tahun 1851.

Integrasi  Eritrea Dengan Ethiopia

65 tahun yang lalu, tanggal 11 Agustus 1952, Haile Selassie, kaisar Ethiopia menandatangani resolusi PBB mengenai penggabungan wilayah Eritrea ke Ethiopia.

Wilayah muslim Eritrea sebelumnya dijajah oleh Italia dan pada Perang Dunia Kedua, menjadi jajahan Inggris. Pada bulan Desember tahun 1950, PBB mengesahkan  penggabungan Eritrea dengan status pemerintahan federal kepada Ethiopia. Rakyat Eritrea menolak kesepakatan tersebut karena tindakan pemerintah Ethiopia yang sewenang-wenang terhadap mereka.

Pada tahun 1960, kelompok Pembebasan Eritrea memulai perjuangan bersenjata mereka demi merebut kemerdekaan. Pada tahun 1993, perjuangan rakyat Eritrea mencapai hasilnya dengan diadakannya referendum yang membuktikan bahwa mayoritas rakyat Eritrea menyetujui pemisahan dari Ethiopia.

Eritrea adalah negara yang terletak di timur laut Afrika di tepi laut merah dan memiliki posisi geografi yang penting.

Syahid Rajai Terpilih Sebagai Perdana Menteri

37 tahun yang lalu, tanggal 20 Mordad 1359 HS, Syahid Rajai terpilih sebagai Perdana Menteri Iran.

Pasca terpilihnya Abolhassan Bani Sadr sebagai Presiden Republik Islam Iran dan kandidat yang diperkenalkannya kepada parlemen tidak lulus uji kelayakan, terjadi perselisihan antara parlemen dan Bani Sadr. Akhirnya disepakati dari lima orang anggota parlemen seorang dipilih sebagai perdana menteri. Setelah melewati pembahasan maraton dan dihapusnya dua orang dari lima orang, maka dari tiga orang yang tersisa memilih Syahid Rajai sebagai perdana menteri.

Dalam sidang parlemen, Syahid Rajai meraih 153 suara mosi kepercayaan dari anggota parlemen. Saat diambil sumpahnya, Syahid Rajai memperkenalkan dirinya dengan tiga pernyataan penting; saya pengikut Imam Khomeini, anak parlemen dan saudara presiden.

Pada awalnya Bani Sadr menolak terpilihnya Syahid Rajai, tapi ketika ia merasa tidak akan berhasil melawan parlemen, akhirnya ia menerima usulan ini. Tapi di setiap kesempatan, ia berusaha melemahkan pribadi Syahid Rajai di depan opini publik. Bani Sadr bahkan tidak segan-segan memakai ungkapan dan sebutan yang jelek dan tidak dapat diterima.

Syahid Rajai berusaha sabar menghadapi serangan dari Bani Sadr. Karena ia tahu posisi yang dipegangnya sangat penting dan di waktu-waktu yang tepat, ia menjawab pernyataan-pernyataan Bani Sadr. Sikap Bani Sadr ini akhirnya sampai pada satu titik, dimana parlemen mengimpeachmentnya dan setelah itu Imam Khomeini memberhentikannya dari jabatannya sebagai presiden Iran.

Ahmad Raidh Meninggal Dunia

24 tahun yang lalu, tanggal 20 Mordad 1372 HS, Ahmad Raidh, seorang miniaturis dan penyepuh terkenal Iran meninggal dunia.

Ahmad Raidh dilahirkan di Isfahan dan disana dia belajar berbagai aliran seni miniatur dari guru-guru seni dan berkenalan dengan seni penyepuhan. Dia kemudian menciptakan berbagai karya keramik dan kaligrafi.

Karya Ahmad Raidh dalam pameran internasional Brussel meraih hadiah kedua. Selama 50 tahun berkarya di bidang miniatur dan penyepuhan, Ahmad Raidh memiliki banyak murid dan meninggalkan lebih dari 145 buah karya.

Karyanya dalam bidang penyepuhan perak dan kaligrafi tersimpan disejumlah museum seni nasional Iran.