Aug 12, 2017 03:35 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 12 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Iran dan Turki Ottoman Menandatangani Perjanjian Rum

200 tahun yang lalu, tanggal 19 Dzulqadah 1238 HQ, Iran dan Turki Ottoman Menandatangani perjanjian Rum.

Perjanjian Rum, yaitu sebuah kesepakatan yang dibuat oleh para wakil pemerintahan Iran dan Turki Ottoman ditandatangani di sebuah kawasan bernama “Rum” yang terletak di sebelah timur Turki. Perjanjian ini dibuat menyusul kekalahan beruntun yang diderita Turki Ottoman dalam perangnya melawan Iran.

Berdasarkan perjanjian ini, Iran melepaskan klaim kekuasaanya atas Sulaimaniah dan wilayah barat dari kawasan Zahab. Akan tetapi, sebagai konsesinya, Iran memperoleh kekuasaan atas Khorramshahr, Pulau Khidr, dan pinggiran Sungai Arwand. Iran juga memilik hak untuk berlayar di kawasan-kawasan laut sekitar daerah-daerah tadi.

George Stephenson meninggal dunia

169 tahun yang lalu, tanggal 12 Augustus 1848, George Stephenson warga Inggris dan pembuat lokomotif meninggal dunia.

George Stephenson lahir pada tahun 1781. Dia amat berminat dengan urusan teknik dan menumpukan perhatian dengan mempelajari ilmu di bidang mekanik dan matematika. Akhirnya Stephenson berhasil membuat salah satu alat transportasi terpenting yaitu lokomotif.

Lokomotif buatannya bisa bergerak dengan kelajuan 20 kilometer per jam dan kapasitas 90 orang, tetapi dengan secara gradual kelajuan dan kapasitasnya semakin meningkat.

Mirza Reza Kermani Dihukum mati

120 tahun yang lalu, tanggal 21 Mordad 1276 HS, Mirza Reza Kermani, salah seorang pejuang revolusi pada periode Dinasti Qajar di Iran, dihukum mati karena telah membunuh Shah Naseruddin, salah seorang raja dari dinasti Qajar.

Dalam aksi gerakan pemboikotan tembakau untuk melawan penjajahan Inggris, Mirza Reza dituduh mendalangi gerakan rakyat dan karena itu, dia dipenjarakan selama empat tahun. Setelah bebas dari penjara, dia pergi ke Istambul. Di sana, ia bertemu dengan Jamaluddin al-Afghani dan menjadi pengikutnya.

Pada tahun 1275 Hs, Mirza Reza kembali ke Teheran dan memutuskan untuk menyingkirkan Shah Naseruddin karena raja yang zalim, kejam, dan despotik ini telah menimbulkan penderitaan rakyat. Pada tanggal 13 Ordibehesht 1275 Hs, dia membunuh Shah Nasiruddin di kompleks makam Syekh Abdul Azhim di kota Rey, selatan Teheran. Mirza Reza lalu ditangkap polisi dan dijatuhi hukuman mati.

Pasukan Maronit Kuasai Kamp pengungsi Tel Za'ter

41 tahun yang lalu, tanggal 12 Agustus 1976, kamp pengungsian Palestina "Tel Za'ter" yang terletak di dekat Beirut, ibu kota Lebanon, jatuh ke tangan pasukan para-militer Maronit dan para penghuninya dibunuh massal.

Ribuan pengungsi Palestina tinggal di kamp pengungsian ini.

Pada awal tahun 1976, kamp ini dikepung oleh pasukan semi militer Maronit yang dipersenjatai oleh rezim Zionis dan akhirnya pada bulan Agustus, 3000 warga sipil Palestina dibunuh secara massal dan dikubur menjadi satu di kamp pengungsian tersebut. Peristiwa mengerikan ini menimbulkan protes keras dari masyarakat dunia terhadap rezim Zionis dan para pendukungnya di Lebanon.

Ayatullah Ahmad, Cucu Sheikh Anshari Wafat

22 tahun yang lalu, tanggal 21 Mordad 1374 HS, Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari meninggal dunia di usia 65 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Maksumah di Qom.

Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari, ulama besar abad 13 Hijriah lahir dari keluarga ulama pada 1309 Hs di Dezful. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaanya, di usia 19 tahun beliau pergi ke Qom, kembali lagi ke Dezful dan akhirnya pergi menuntut ilmu ke Najaf. Ayatullah Ahmad yang juga dipanggil Ayatullah Sibt as-Syeikh selama di Najaf belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Abu al-Qasim al-Khu'i, Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Mahmoud Shahroudi dan Sayid Abdul Hoda Shirazi.

Setelah belajar bertahun-tahun di Najaf, akhirnya Ayatullah Ahmad kembali ke Dezful. Di usianya yang ke 43 tahun, beliau memilih kota Qom untuk tempat tinggalnya dan mulai mengajar, menulis dan mendidik murid-murid berbakat. Tapi beliau tidak juga lupa ikut dalam kuliah-kuliah yang disampaikan Ayatullah Sayid Mohammad Reza Golpaigani. Beliau mendapat ijazah ijtihad dan meriwayatakan hadis dari Ayatullah Sayid Mahmoud Shahroudi, Sheikh Agha Bozourg Tehrani dan Sheikh Mohammad Saleh Mazandarani.

Beliau juga meninggalkan karya-karya tulis seperti Khulashah al-Qawanin, ad-Durar an-Najafiyah, Syarah Tahrir al-Wasilah dan Syarah Tabshirah al-Muta'allimin.