Aug 18, 2017 08:52 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 18 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Nabi Muhammad Saw Keluar dari Madinah untuk Melakukan Haji Wada

1428 tahun yang lalu, tanggal 25 Dzulqadah 10 HQ, Nabi Muhammad Saw keluar dari Madinah menuju Mekah untuk melakukan Haji Wada.

Pada bulan Dzulqadah tahun kesepuluh Hijrah, Nabi Muhammad Saw mengumumkan kepada penduduk Madinah dan kabilah-kabilah yang tinggal di sekitar Madinah bahwa beliau akan melakukan ibadah haji ke Mekah. Mendengar pengumuman itu, umat Islam segera mempersiapkan diri untuk berangkat bersama beliau ke Mekah. Pada tanggal 25 Dzulqadah 10 HQ, Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat bergerak dari Madinah ke Mekah.

Dalam perjalanan ini, Nabi membawa seluruh isteri dan anaknya Sayidah Fathimah az-Zahra as. Sementara Imam Ali as yang sebelum ini diperintahkan berdakwah ke Yaman juga diminta agar bergabung dengan beliau dalam Haji Wada. Karena haji tahun itu adalah haji terakhir beliau. Itulah mengapa haji terakhir itu disebut Haji Wada yang berarti haji perpisahan.

Jengis Khan Meninggal

790 tahun yang lalu, tanggal 18 Agustus 1227, Jenghis Khan, Raja Mongolia meninggal dunia.

Jengis Khan dilahirkan sekitar tahun 1162 atau 1167. Ia dilahirkan dengan nama Temujin. Ia berhasil menyatukan bangsa Mongolia dan kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, termasuk utara Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah, Persia, dan Mongolia.

Di akhir hidupnya, Jenghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk menghancurkan kekhalifahan Abbasiah untuk kesekian kalinya. Namun ketidakcakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya.

Ia meninggal dalam perjalanan karena terjatuh dari kuda dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogadai Khan. Alasan Jenghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogadai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong.

Kamalul Mulk Wafat

77 tahun yang lalu, tanggal 27 Mordad 1319 HS, Mohammad Ghaffari yang terkenal dengan nama Kamalul Mulk, pelukis terkemuka Iran, meninggal dunia di kota Neishabour di timur laut Iran.

Mohammad Ghaffari belajar di sekolah seni "Darul-Funun" di Teheran dan mencapai kesuksesan besar di bidang seni lukis. Kamalul Mulk selama beberapa waktu bekerja pada Shah Naserudin Qajar dan menghasilkan sekitar 170 karya lukis yang sangat indah dan bernilai  tinggi.

Kemudian, untuk menambah penegetahuannya di bidang seni lukis, Kamalul Mulk melakukan perjalanan ke Eropa. Sepulang dari Eropa, dia mengajar seni lukis kepada para seniman Iran. Setelah Reza Khan mencapai kekuasaannya, Kamalul Mulk diasingkan ke Neishabour karena menolak melukis Shah Reza dan anaknya.

Kamalul Mulk tinggal di Neishabour hingga meninggal dunia. Dia dikuburkan di pekuburan Athar Neishabouri. Karya-karyanya yang terkenal, antara lain, "Padang Karbala", "Pemburu", dan "Taman dan Kolam Surga".

Surat Peringatan Ayatullah Kashani Kepada Mosaddegh

64 tahun yang lalu, tanggal 27 Mordad 1332 HS, Ayatullah Kashani mengirim surat peringatan kepada Doktor Mosaddegh, Perdana Menteri Shah yang menginformasikan akan ada kudeta terhadap dirinya.

Doktor Mohammad Mosaddegh, Perdana Menteri Mohammad Reza Pahlevi, sejak beberapa bulan lalu sebelum terjadinya kudeta 28 Mordad 1332 HS, berusaha menerapkan sebuah strategi untuk menggagalkan sebuah kudeta itu dengan sebuah kudeta sandiwara. Dengan demikian ia berharap bakal dikenang sebagai pahlawan nasional. Sementara itu kekuatan arogansi internasional dengan bantuan anasirnya di dalam negeri benar-benar punya niat untuk mengkudeta Mosaddegh.

Melihat hal itu, Ayatullah Kashani yang merasakan bahaya kudeta dengan dukungan pihak asing ini, berusaha keras untuk mencegah terjadinya kudeta agar maslahat negara tidak menjadi korban kepentingan asing. Demi menjalankan misinya ini, Ayatullah Kashani menghadapi berbagai rintangan, sementara para ulama yang dekat dengan beliau ditangkap oleh pemerintah. Anasir dalam negeri dan asing juga melihat Ayatullah Kashani sebagai penghalang tujuan mereka. Untuk itu mereka berusaha menghancurkan pribadi beliau dan boleh dikata upaya busuk ini jarang ditemui tandingannya dalam sejarah Iran. Dan hal itu dengan mudah mereka lakukan lewat Mosaddegh dan kroni-kroninya.