Aug 20, 2017 05:30 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 20 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Teymoor Lang Bantai Ribuan Warga Kota Baghdad

634 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ, Teymoor Lang membantai ribuan warga kota Baghdad.

Teymoor Gorgani yang dikenal dengan Teymoor Lang selama berkuasa 36 tahun tiga kali melakukan serangan brutal; tiga, lima dan 7 tahun ke daerah-daerah sekitar Iran. Setiap kali menyerang ia membantai ratusan warga yang hidup di sana. Setiap kali berhasil menguasai sebuah kota, ia membuat menara dari kepala-kepala korbannya dan meninggalkan kesan akan kebengisannya.

Pada tanggal 27 Dzulqadah 804 HQ Teymoor Lang bersama pasukannya menyerang dan menguasai kota Baghdad yang pada tahun 565 HQ diserang oleh Hulagu Khan dan membantai rakyat kota ini. Karena beberapa dari tentaranya tewas dalam serangan ini, Teymoor Lang memerintahkan setiap tentara harus membawa dua kepala. Memenuhi perintah itu, tentaranya melakukan pembantaian besar-besaran di Baghdad yang mengakibatkan ribuan warga, tidak peduli orang tua atau anak kecil, laki-laki atau perempuan dibunuh untuk memenuhi perintah Teymoor Lang.

Setelah melakukan pembantaian dan kejahatan yang tiada taranya itu, Teymoor Lang memerintahkan pasukannya untuk menjarah apa saja yang ada dan meninggalkan Baghdad dalam keadaan rusak.

Azad Bilgrami Meninggal Dunia

238 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulqadah 1200 HQ, Azad Bilgrami, sejarawan dan sufi muslim asal India meninggal dunia.

Sejak usia remaja, ia sudah mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman, juga bahasa Arab dan Persia. Dalam dua bahasa asing itu, Bilgrami bahkan sampai memiliki kemampuan membuat syair-syair yang bermutu.

Karena kemampuannya yang brilian dalam membuat syair-syair yang memuji Rasulullah Saw, Bilgrami digelari sebagai "Orang Baik India". Di antara karya-karya Bilgrami adalah buku berjudul "Delgosha Name", dan "Matsnawi".

Brussel Dikuasai Jerman

103 tahun yang lalu, tanggal 20 Agustus 1914, Brussel, ibu kota Belgia dikuasai oleh tentara Jerman.

Brussel merupakan ibu kota pertama yang berhasil dikuasai Jerman dalam Perang Dunia Pertama. Meskipun Belgia telah mengumumkan netralitas negara ini dalam perang, namun Jerman sejak tanggal 4 Agustus 1914 menyerang pertahanan militer Leez yang merupakan penghalang terbesar masuknya tentara Jerman ke Belgia.

Enam belas hari kemudian, Brussel sepenuhnya diduduki oleh Jerman.

Gencatan Sejata Iran-Irak

29 tahun yang lalu, tanggal 29 Mordad 1367 HS, diumumkan gencatan sejata antara Iran dan Irak oleh PBB setelah delapan tahun berlangsung perang yang dipaksakan.

Gencatan senjata ini merupakan salah satu poin dari resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 598. Setelah revolusi Islam menang di Iran, kekuatan-kekuatan besar dunia merasa bahwa kepentingannya di Iran terancam. Mereka juga mengkhawatirkan terjadinya kebangkitan rakyat di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, mereka melakukan berbagai upaya untuk menggulingkan pemerintahan Islam Iran. Akhirnya, Saddam Husain didorong maju oleh Barat, terutama AS, untuk menyerang Iran.

Pada tahun 1980, Irak memulai serangannya terhdap Iran. PBB kemudian mengeluarkan  resolusi agar kedua pihak melakukan gencatan senjata. Namun, dalam resolusi itu tidak disebutkan sama sekali kecaman atas agresi Irak dan tuntutan agar pasukan Irak mundur sesegera mungkin dari wilayah Iran. Setelah akhirnya pasukan Iran dengan penuh keimanan dan kekuatan memukul mundur Irak, PBB terpaksa mengeluarkan resolusi nomor 598 tersebut dan gencatan senjata kedua negara resmi diumumkan.

AS Serang Afganistan dan Sudan

19 tahun yang lalu, tanggal 20 Agustus 1998, Amerika menghujani Afganistan dan Sudan dengan rudal jarak jauh.

Serangan ini didasarkan kepada klaim Washington bahwa pelaku pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania dua minggu sebelumnya, terkait dengan Afganistan dan Sudan. Selain itu, Washington memberi alasan bahwa penyerangan terhadap sebuah pabrik obat-obatan di Sudan dilakukan karena pabrik itu produsen senjata kimia.

Tuduhan AS ini sama sekali tidak pernah terbukti. Sebagian pengamat politik menyatakan bahwa serangan ini dilakukan untuk memalingkan perhatian masyarakat dari skandal asusila Bill Clinton, presiden AS waktu itu. Oleh karena itulah, serangan ini menimbulkan kemarahan dunia internasional terhadap politik agresi AS.