Lintasan Sejarah 21 Agustus 2017
Hari ini, Senin tanggal 21 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Dzulqadah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Mordad 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abul Qasim Thabrani Wafat
1078 tahun yang lalu, tanggal 28 Dzulqadah 360 HQ, Abul Qasim Thabrani, seorang ulama terkenal asal Isfahan, Iran, meninggal dunia.
Abul Qasim Thabrani adalah ilmuwan dan ahli hadits terkenal abad keempat hijriah.
Untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman, Thabrani melakukan banyak perjalanan ke negeri-negeri muslim, dan selama 33 tahun lamanya, ia melakukan riset atas sejumlah bidang studi ilmu keislaman.
Ada tiga kitab ilmu hadits terkenal yang ditulisnya,masing-masing bernama "Mu'jam Kabir", "Mu'jam Wasath", dan "Mu'jam Shagir". (IRIB)
Iran Mewajibkan Nama Marga Bagi Warganya
83 tahun yang lalu, tanggal 30 Mordad 1313 HS, Iran mewajibkan setiap warganya untuk memiliki nama marga.
Di Iran penggunaan nama marga telah populer di tahun-tahun Revolusi Konstitusi di kalangan cendekiawan. Tapi dengan berakhirnya Perang Dunia Pertama dan di tahun 1304 HS, unit dari lembaga bernama Baladieh ditingkatkan menjadi Edareh (kantor) dan menyebut dirinya dengan nama Ehsaieh.
Setelah itu dan di masa pemerintahan kerajaan Reza Shah, pada 30 Mordad 1313 HS dengan disepakatinya undang-undang sipil, penggunaan julukan di tahun-tahun sebelumnya dihapus dan kemudian diwajibkan kepada seluruh warga Iran. Pada masa itu, para petugas catatan sipil dikirim ke seluruh negeri untuk mendata nama marga bagi setiap suku guna menjadi referensi hukum.
Pemilihan nama marga biasanya mengikuti beberapa cara dan salah satunya adalah dengan memakai nama salah satu kepala sukunya. Nama daerah dan nama atau tokoh paling populer dari keluarga (ayah, kakek dan seterusnya) merupakan cara lain yang biasa dipakai untuk memilih nama marga. Terkadang nama marga diambil berdasarkan pekerjaan dan profesi seperti Javahirian yang berasal dari tukang emas. Ada juga yang menjadikan nama marga dari ciri khas fisik orang itu, seperti Qahraman untuk seorang yang badannya kuat.
Traktat Pertahanan Santo Didirikan
58 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus 1959, sebuah traktat pertahanan yang dinamakan Santo beranggotakan Iran, Turki, Pakistan, dan Inggris didirikan di Ankara, untuk menggantikan Pakta Baghdad.
Meskipun Amerika secara resmi bukan anggota organisasi itu, dan hanya berstatus sebagai peninjau dalam sidang-sidang Santo, namun secara prakteknya, Washington melakukan campur tangan dalam keseluruhan keputusan-keputusan organisasi ini.
Kenyataannya, Santo di Timur dan NATO di Barat, saling berkaitan satu sama lain dalam rangka menandingi Uni Sovyet. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, negara ini keluar dari pakta Santo, pada tahun 1979, dan organsiasi ini secara praktis bubar.
Masjid Al-Aqsa Dibakar Kaum Zionis
48 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus 1969, Masjid al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama kaum Muslimin, dibakar oleh rezim Zionis.
Akibat kebakaran ini, Masjid al-Aqsa mengalami kerusakan berat. Rezim Zionis menyatakan bahwa pelaku pembakaran itu seorang turis asal Autralia yang kemudian ditangkap dan diadili. Namun, pengadilan sandiwara yang dilaksanakan di Tel Aviv memutuskan bahwa turis tersebut mengalami gangguan jiwa dan karena itu dia dibebaskan.
Menanggapi kejadian pembakaran ini, rakyat muslim di berbagai penjuru dunia melakukan demonstrasi. Selain itu, pembakaran masjid al-Aqsa ini mendorong pemerintah negara-negara Muslim mendirikan Organisasii Konferensi Islam dengan tujuan untuk mengadapi bahaya yang mengancam dunia dan kesucian Islam.
Estonia Merdeka
26 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus 1991, Estonia yang merupakan salah satu negara bagian Uni Soviet, mengumumkan kemerdekaannya.
Setelah revolusi komunis Soviet dan usainya Perang Dunia Pertama, Estonia untuk pertama kalinya berdiri tahun 1918. Namun, berdasarkan perjanjian rahasia yang ditandatangani Hitler dan Stalin pada tahun 1939, Estonia menjadi bagian dari Uni Soviet. Setahun kemudian, setelah dilakukan pemilu semu dan terbentuknya pemerimtahan boneka, negara ini resmi bergabung dengan Uni Soviet.
Saat berlangsungnya era keruntuhan Sovyet pada dekade 1980, rakyat Estonia juga memperjuangan kemerdekaannya. Akhirnya, melalui sebuah referendum bulan Maret tahun 1991, diketahui bahwa 80% rakyat kawasan itu menginginkan kemerdekaan.