Lintasan Sejarah 25 Agustus 2017
Hari ini, Jumat tanggal 25 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Nabi dan Sahabat Tiba di Mekah Guna Menunaikan Hajjatul Wada
1428 tahun yang lalu, tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi Muhammad Saw dan para sahabat tiba di Mekah untuk menunaikan Hajjatul Wada.
Setelah menyiapkan segala kebutuhan selama perjalanan menunaikan Hajjatul Wada (Haji Perpisahan), Nabi Muhammad Saw bersama Sayidah Fathimah Zahra dan seluruh isterinya pada tanggal 26 Dzulqadah, sebagian menyebut 25 Dzulqadah, keluar dari kota Madinah. Dalam perjalanan penuh spiritual ini, ada sekitar 104 ribu atau 124 ribu sahabat yang menyertai beliau. Sementara di Madinah, Rasulullah Saw menetapkan Abu Dujanah sebagai pengganti posisi beliau selama melakukan ibadah haji.
Rombongan Hajjatul Wada membawa lebih dari 60 hewan korban. Pertama mereka menuju daerah Dzul Hulaifah dan kemudian berihram di Masjid Syajarah. Setelah itu mereka berangkat menuju kota Mekah.
Imam Ali as bersama rombongannya juga berangkat dari Yaman ke Mekah. Beliau menetapkan seorang dari sahabatnya untuk menggantikan posisinya memimpin pasukan Islam di Yaman. Mereka dengan cepat bergerak menuju Mekah. Imam Ali as menemui Rasulullah dan rombongan di dekat kota Mekah. Nabi begitu gembira melihat Ali bin Abi Thalib telah sampai dan bergabung dengan rombongan Madinah. Kemudian pada tanggal 3 Dzulhijjah 10 HQ, Nabi bersama rombongan memasuki kota Mekah. Ini adalah untuk terakhir kalinya Nabi Muhammad Saw menziarahi Mekah.
Perang Salib Dimulai
922 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus 1095, dimulailah rangkaian Perang Salib antara kaum Muslimin dan kaum Kristiani.
Tujuan jangka pendek orang-orang Kristen adalah menguasai Baitul maqdis, namun tujuan mereka sesungguhnya adalah bergerak ke arah Timur untuk menguasai wilayah Islam yang luas dan menjajah kaum Muslimin. Para pengikut gereja dalam perang ini menggunakan tanda salib di pundak dan baju mereka. Oleh karena itulah perang ini dikenal dengan nama Perang Salib.
Tentara Salib setelah beberapa kali berperang dengan kaum Muslimin sepanjang perjalanan menuju Baitul Maqdis, akhirnya berhasil mencapai kota ini dan menjajahnya pada tahun 1099. Rakyat kota ini dibunuh massal dan harta benda mereka dijarah. Pada akhir abad ke-12, pasukan Muslim di bawah pimpinan Salahuddin al-Ayubi berhasil mengalahkan Tentara Salib dan pada tahun 1187, kota Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum Muslimin.
Perang antara kedua pihak masih terus berlangsung hingga tahun 1270, tetapi Tentara Salib tetap tidak mampu merebut kembali kota Baitul Maqdis. Namun demikian, perang ini telah memperkenalkan peradaban Islam kepada Barat dan memberikan pengaruh kebudayaan, ilmu, dan sosial yang besar terhadap Eropa abad pertengahan.
Pasukan Sekutu Menduduki Iran
76 tahun yang lalu, tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, pasukan sekutu menduduki Iran.
Dalam Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu menduduki Iran. Pada tahun itu, kemajuan tentara Nazi yang cepat ke arah Soviet menyebabkan kekhawatiran yang besar dari AS, Perancis, dan Inggris. Karena jika Nazi berhasil menguasai Soviet, kepentingan Barat di Timur Tengah dan Timur Jauh berada dalam bahaya dan peluang kemenangan Jerman akan semakin besar. Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk mengirimkan senjata dan biaya kepada Soviet melalui Iran.
Pada pagi hari tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, Iran diserang lewat darat, laut, dan udara oleh tentara Soviet dan Inggris. Rezim despotik Shah Reza Khan yang berkuasa saat itu tidak berhasil melakukan perlawanan berarti, sehingga dua puluh hari kemudian, Teheran berhasil dikuasai oleh Inggris dan Soviet. Berdasarkan kesepakatan London dan Moskow, Shah Reza Khan digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke luar negeri. Anak Reza Khan kemudian diangkat sebagai penggantinya.