Aug 28, 2017 04:48 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 28 Agustus 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Syahadah Jamaah Haji Iran di Masjidul Haram

Tanggal 6 Dzulhijjah 1407 HQ, ratusan jemaah haji Iran gugur syahid akibat dibunuh oleh tentara Arab Saudi di kota Mekah.

Pembantaian terhadap jemaah haji Iran ini dilakukan pada saat mereka sedang mengadakan demonstrasi damai yang disebut "Baraatul minal Musyrikin" atau "pernyataan berlepas tangan dari kaum Musyrikin."

Selain jemaah haji Iran, jemaah haji dari negara-negara lain juga turut serta dalam demonstrasi ini, antara lain dari Arab Saudi sendiri, Turki, Pakistan, India, Malaysia, Lebanon, Mesir, dan Nigeria. Menjelang jam enam sore, sekitar 150.000 peserta demonstran mulai berpawai dengan tertib sambil meneriakkan kalimat-kalimat syahadat, seruan bersatu umat Islam, dan seruan anti AS, Uni Soviet, dan Israel.

Baru sepuluh menit berjalan, pasukan militer Arab Saudi turun ke jalan dan menutup jalan-jalan. Ketegangan mulai terjadi, dan tiba-tiba, dari berbagai arah, para peserta pawai diserbu batu, botol, dan batu bata bangunan. Para peserta pawai itu berusaha melarikan diri. Namun, mereka tidak berhasil karena dikepung oleh tentara Arab Saudi. Selain memukuli para jemaah, para tentara juga menghujani mereka dengan tembakan.

Lebih dari 500 jemaah gugur syahid, lebih dari setengahnya kaum perempuan. Sebagian dari peserta demo yang gugur adalah warga negara selain Iran. Sebagian gugur karena tembakan, sebagian lainnya karena terinjak-injak atau terkena gas penyesak nafas. Lebih 4.700 jemaah lainnya luka-luka.

Imam Khomeini Bolehkan Zakat Dipakai Perjuangan Anti Zionis

Tanggal 6 Shahrivar 1347 HS, Imam Khomeini bolehkan zakat dipakai untuk perjuangan anti Zionis.

Menyusul surat yang dikirim sejumlah pejuang Palestina kepada Imam Khomeini ra di Najaf, Irak tentang boleh tidaknya memanfaatkan sedekah seperti zakat, khumus dan lain-lainnya untuk mempersenjatai mereka melawan rezim penjajah Israel, pada 6 Sharivar 1347 HS, Imam membolehkan pemanfaatan itu.

Beliau dalam menjawab surat itu mengatakan, "Karena kemungkinan bahaya yang ada mengancam Islam, maka wajib kepada negara Islam dan seluruh umat Islam untuk memusnahkan sumber kefasadan ini dengan segala cara dan tidak boleh berhenti membantu para pejuang ini."

Di bagian lain dari jawabannya beliau mengatakan, "Boleh memanfaatkan zakat dan sedekah lainnya untuk masalah penting dan vital ini."

Dengan mencermati kondisi hauzah Najaf dan sejarahnya, ini termasuk fatwa penting bagi ulama Syiah yang membolehkan pemberian zakat dan sedekah lainnya, termasuk khumus kepada umat Islam selain Syiah.

Pidato Legendaris Martin Luther King Jr

Tanggal 28 Augustus 1963, Martin Luther King Jr, pemimpin gerakan persamaan hak-hak sipil kaum kulit hitam AS, membacakan pidato legendarisnya yang berjudul "I Have A Dream".

Pidato itu dibacakan nya di depan 200.000 warga AS yang berdemonstrasi di Washington DC untuk menuntut penghentian diskriminasi rasial dalam masyarakat AS. Dalam orasi tujuh menitnya itu, King antara lain berkata, "Saya mempunyai impian bahwa suatu hari, bahkan di negara bagian Missisipi yang berupa padang pasir yang dipenuhi ketidakadilan dan represi, akan berubah menjadi oase kebebasan dan keadilan."

Setahun setelah demonstrasi besar di Washington itu, gerakan hak-hak sipil mencapai dua kesuksesan besar, yang ratifikasi atas Amandement ke 24 UUD AS yang menghapuskan pajak pemilu yang selama ini menjadi penghalang warga kulit hitam miskin AS untuk ikut pemilu dan disahkannya UU Hak Sipil tahun 1964, yang melarang diskriminasi rasial. Pada bulan Oktober 1964, Martin Luther King, Jr. dianugerahi hadiah Nobel bidang perdamaian. Namun empat tahun kemudian, ia tewas dibunuh.