Lintasan Sejarah 1 September 2017
Hari ini, Jumat tanggal 1 September 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Dzulhijjah 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Shahrivar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Kurban
Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya Idul Adha yang diperingati oleh umat Islam seluruh dunia.
Pada hari ini, jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji bergerak menuju Mina setelah melakukan wukuf di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di Mina, mereka melakasanakan lempar Jumrah Aqabah lalu menyembelih binatang kurban. Semua itu dilakukan mengikuti jejak Nabi Ibrahim as yang menyembelih binatang kurban setelah beliau berhasil melewati ujian terberat dengan perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta, Ismail as.
Nabi Ibrahim as, melaksanakan perintah ilahi itu dengan tulus, namun Allah berkehendak lain. Perintah ilahi berikutnya datang dan Ibrahim diperintah untuk melepaskan Ismail dan menyembelih seeokor binatang kurban yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai gantinya.
Peristiwa yang terjadi di masa lalu itu adalah kisah penuh pelajaran. Kisah kepasrahan mutlak dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah. Karena itu kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam syariat yang diturunkan-Nya berupa berbagai manasik haji. Dalam syariat Islam tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai hari raya Idul Adha yang berarti hari raya kurban.
Perang Dunia II Dimulai
78 tahun yang lalu, tanggal 1 September 1939, dengan serangan tentara Nazi Jerman ke Polandia, Perang Dunia II dimulai.
Hitler dalam masa kekuasaannya di Jerman, dengan memanfaatkan nasionalisme rakyatnya yang kalah dalam Perang Dunia Pertama, telah memperkuat pasukan dan persenjataan negara ini.
Hitler menjustifikasi aksi perluasan kekuasaannya dengan bersandar kepada pemikiran rasialismenya. Dalam waktu singkat, tentara Jerman berhasil menguasai sebagian besar kawasan eropa dan sebagian utara Afrika.
Sementara itu, Italia dan Jepang, dua sekutu Jerman dalam Perang Dunia Kedua, juga menguasai wilayah lain di Afrika dan Asia. Namun, sejak awal tahun 1943, setelah tentara Jerman menghadapi pelawanan kuat rakyat Soviet, mereka mulai mengalami kekalahan beruntun sampai akhirnya menyerah tanpa syarat di bulan Mei 1945.
Jepang masih meneruskan peperangan yang juga berakhir dengan penyerahan tanpa syarat setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh Amerika pada bulan Agustus 1945.Perang Dunia Kedua ini telah menyebabkan 40 juta orang tewas terbunuh dan mengakibatkan kerugian milyaran dolar di berbagai negara.
Ratifikasi UU Bank Tanpa Riba dan Pekan Perbankan Syariat
34 tahun yang lalu, tanggal 10 Shahrivar 1362 HS, diratifikasinya undang-undang bank tanpa riba dan pekan perbankan syariat.
Prinsip perbankan modern didasarkan pada riba dan bunga. Di negara-negara Barat, perbankan merupakan satu dari sumber keuangan pemerintah dan swasta. Sistem perbankan seperti ini bertentangan dengan syariat Islam.
Berangkat dari kenyataan ini, muncul pemikiran untuk menciptakan sistem perbankan berdasarkan Islam. Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, ide ini perlahan-lahan diaktualisasikan.
Pada bulan Dey 1358 HS dengan ditetapkannya keuntungan dan biaya administrasi menggantikan suku bunga dalam upaya mengislamisasi bank-bank. Tapi mencermati fiqih Islam terkait transaksi, maka perubahan parsial yang dilakukan ini ternyata tidak dapat diterima oleh masyarakat sebagai perbankan syariat. Akhirnya UU terkait perbankan syariat diserahkan oleh para pakar agama kepada parlemen dan pada tanggal 10 Shahrivar 1362, undang-undang itu diratifikasi.
UU ini dan petunjuk pelaksanaan terkait undang-undang ini setelah disepakati oleh kabinet dan dewan fiskal dan moneter, akhirnya dijalankan oleh bank-bank Iran. Dengan demikian sistem perbankan syariat di Iran diterapkan pada tanggal 1 Farvardin 1363 HS.