Okt 06, 2017 08:22 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 6 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sayid Ibnu Thawus Terlahir ke Dunia

850 tahun yang lalu, tanggal 15 Muharram 589 HQ, Ali bin Musa bin Ja'far yang terkenal dengan nama Sayid ibn Thawus, faqih, ahli hadis dan ulama terkenal muslim lahir di Hillah, Irak.

Sayid Ibnu Tawus memenuhi waktunya dengan belajar sejak kanak-kanak hingga menginjak usia remaja. Kemudian beliau berpindah ke Baghdad dan tinggal disana selama 15 tahun.

Beliau merupakan salah seorang ilmuan terkemuka karena kedalaman ilmu, ketakwaan dan akhlaknya. Ibn Tawus menghasilkan banyak karya yang menjadi sumber rujukan dalam kepustakaan Islam.

Di antara karyanya yang terkenal ialah al-Luhuf ‘ala Qatlat Thufuf berkaitan dengan kebangkitan Imam Husein dan peristiwa Asyura yang merupakan buku yang sangat berharga. Buku ini telah berulang kali dicetak di Iran, Lebanon dan Najaf. Karya lain Ibnu Tawus ialah "Sa'dus Su'ud" dan "al-Iqbal bi Shalihil A'mal".

Sayid Ibnu Tawus wafat pada tahun 664 hijriah dalam usia 75 tahun.

Sidang Pertama Majlis Shura Melli Iran Pasca Kemenangan Revolusi Konstitusi

111 tahun yang lalu, tanggal 14 Mehr 1285 HS, Majlis Shura Melli Iran melakukan sidang pertamanya pasca kemenangan Revolusi Konstitusi.

Menyusul semakin meluasnya Revolusi Konstitusi Iran dan perintah Mozaffaruddin Shah Qajar untuk menerapkan tuntutan Revolusi Konstitusi, telah dilakukan pemilihan anggota Majlis Shura Melli atau Parlemen Iran. Secara keseluruhan terpilih 200 anggota legislatif yang akan bekerja selama dua tahun di posisi ini.

Poin penting dari perintah Mozaffaruddin Shah yang dikeluarkan akibat tekanan rakyat dan semakin memuncaknya tuntutan untuk melakukan Revolusi Konstitusi membuatnya terpaksa dalam perintah tulisan tangan pertamanya menjanjikan pembentukan Majlis Shura Melli. Tapi dalam tulisan tangan kedua, ia terpaksa memerintahkan pembentukan Majlis Shura Melli. Hal ini menunjukkan penegasan rakyat dan para tokoh Revolusi Konstitusi yang menginginkan syariat Islam diterapkan di negara ini. Sayangnya, sebagian kaki tangan istana dan mereka yang tertipu oleh Barat perlahan-lahan mulai menyimpangkan gerakan ini.

Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah, pemilu legislatif ini bersifat golongan. Kalangan keturunan raja, bangsawan, tokoh, pedagang dan ulama memilih sendiri wakilnya. Akhirnya, pada 14 Mehr 1285 HS, sidang pertama Majlis Shura Melli dilakukan dengan dihadiri para anggota Majlis, ulama, para pangeran, para menteri, duta besar dan pejabat pemerintah di istana Golestan.

Pada sidang pertama ini, Shah yang cacat dan sakit tetap dibawa menghadiri acara itu. Shah yang tengah menjalani hari-hari terakhir dari kehidupannya dengan suara yang lemah dan bergetar mengatakan, “Sejak 10 tahun lalu saya berharap dapat menyaksikan hari seperti ini. Alhamdulillah saya telah sampai kepada harapanku.”

Presiden Mesir Anwar Sadat Tewas

36 tahun yang lalu, tanggal 6 Oktober 1981, Presiden Mesir Anwar Sadat tewas di tangan sejumlah perwira militer yang tergabung ke dalam Kelompok Islam al-Jihad.

Sadat menjadi korban pembunuhan karena ia dituduh sebagai pengkhianat Islam dan dunia Arab setelah menandatangani perjanjian memalukan Camp David. Akibat perjanjian perdamaian dengan rezim perampok Israel itu, negara Mesir diasingkan dari lingkungan negara-negara Arab.

Pelaku pembunuhan Sadat sendiri adalah Khalid Islambuli, seorang perwira militer yang melakukan penembakan terhadap Sadat saat ia melakukan parade militer. Akan tetapi, selepas itu, lebih dari 3.000 orang ditangkap karena dianggap terlibat dalam peristiwa itu. Adapun Islambuli sendiri berikut sejumlah perwira lainnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Mesir.