Okt 08, 2017 07:28 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 8 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Nawaruddin Jami Meninggal

541 tahun yang lalu, tanggal 17 Muharam 898 HQ, Nawaruddin Abdurrahman Jami, seorang penyair sufi terkenal Iran, meninggal dunia di kota Herat, Afganistan.

Nawaruddin Jami melalui masa mudanya di kota Herat dan Samarqand, dan di sana pula ia menutut ilmu-ilmu yang berkembang di zaman itu. Kemudian, Nawaruddin Jami berkenalan dengan para sufi terkenal zaman itu dan iapun mulai menempuh tahapan-tahapan sufisme sehingga akhirnya menjadi salah seorang sufi terkemuka.

Nawaruddin Jami sangat mencintai Rasulullah dan keluarganya, dan ia tidak pernah menciptakan syair-syair yang memuji para raja dan sultan. Di antara karya Jami adalah "Baharestan" dan "Syawahid Nubuwah".

Haji Agus Salim, Pahlawan Nasional Indonesia Lahir

133 tahun yang lalu, tanggal 8 Oktober 1884, Haji Agus Salim terlahir dengan nama Mashudul Haq yang berarti "pembela kebenaran" di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat.

Haji Agus Salim adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 196.

Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam. Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.

Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan pada tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Haji Agus Salim meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta di usia 70 tahun.

Imam Khomeini Minta Kepala Negara Islam Mobilisasi Rakyat Hadapi Zionis Israel

44 tahun yang lalu, tanggal 16 Mehr 1352 HS, Imam Khomeini ra minta kepala-kepala negara Islam memobilisasi rakyat hadapi Zionis Israel.

Pada 8 Ramadhan 1393 HQ yang bertepatan dengan 14 Mehr 1352 HS, militer Mesir dan Suriah menyerang pasukan Zionis Israel yang menduduki terusan Suez dan dataran tinggi Golan dan berhasil mengambilnya kembali. Perang ini disebut Perang Ramadhan.

Pemerintah Irak meminta hubungan dengan Iran dan menyampaikan masalah front baru anti Israel. Pada awalnya, Iran sendiri hanya menyatakan kekhawatirannya terkait perang Arab dan Israel. Dalam kondisi yang demikian, pada 16 Mehr 1352 HS Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan kepada negara dan bangsa Islam di seluruh dunia meminta semua, khususnya negara-negara Arab untuk tetap bertawakal kepada Allah, bersandar kepada kekuasaan-Nya yang tak terhingga dan memobilisasi segala kekuatan berpartisipasi dalam jihad suci ini.

Imam Khomeini ra dalam pesannya kepada negara-negara penghasil minyak dan segala fasilitas yang dimiliki agar menggunakannya melawan Israel dan para imperialis. Menurut Imam Khomeini, umat Islam berkewajiban melakukan segala bentuk kerjasama dan pengorbanan di jalan ini sesuai dengan kewajiban kemanusiaan, persaudaraan dan sesuai dengan hukum akal dan Islam.