Okt 20, 2017 07:22 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 20 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Muharram 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Tawanan Ahli Bait Tiba di Syam

1378 tahun yang lalu, tanggal 29 Muharam 61 HQ, tawanan Ahli Bait tiba di Syam.

Pada waktu itu, Ibrahim bin Thalhah bin Abdullah maju ke depan mendekati Imam Sajjad as. Ia termasuk orang yang ikut berperang di masa Muawiyah di perang Jamal. Dengan penuh kedengkian dan untuk membalas dendamnya, ia menunjukkan luka sayatan pedang yang dideritanya di perang Jamal.

Ibrahim bin Thalhah berkata kepada Imam Sajjad as, “Engkau telah menyaksikan siapa pemenangnya?”

Imam Sajjad as menjawab, “Bila engkau ingin mengetahui siapa yang menjadi pemenang, maka sabarlah dahulu, sampai dikumandangkan azan dan iqamah. Pada waktu itu engkau akan mengetahui suara siapa yang kekal hingga Hari Kiamat.”

Kebangkitan Kaum Agamawan Mesir

840 tahun yang lalu, tanggal 20 Oktober 1177, rakyat muslim Kairo memulai perjuangan mereka melawan penjajahan Perancis.

Pada hari ini, rakyat Kairo bersama para ulama kota itu berkumpul di Universitas al-Azhar. Jenderal Dubois (baca: Deboa), komandan militer Kairo, memerintahkan pasukannya untuk membubarkan kumpulan massa tersebut. Akibatnya, pecah perang antara rakyat yang tidak bersenjata dengan pasukan Perancis. Namun demikian, rakyat Kairo berhasil membunuh sejumlah besar tentara Perancis, termasuk Jenderal Dubois.

Melihat besarnya bahaya yang ada di depan mata, tentara Perancis langsung melakukan tindakan ganas dengan cara memborbardir sejumlah kawasan Kairo, khususnya Iniversitas al-Azhar, dengan meriam yang ditembakkan dari benteng-benteng sekeliling kota.

Akibatnya, sekitar 3.000 orang, sebagian besarnya adalah pelajar agama dan warga sipil, tewas. Jenazah para korban pembunuhan massal itu kemudian dibuang begitu saja ke sungai Nil. Tahun itu dikenang rakyat mesir sebagai peristiwa perjuangan yang diakhiri oleh tindakan represif yang luar biasa kejam.

Wafatnya Ayatullah Jafar Nezari Naghdi

67 tahun yang lalu, tanggal 28 Mehr 1329 HS Ayatullah Jafar Nezari Naghdi meninggal dunia dalam usia 64 tahun.

Ayatullah Sheikh Jafar Nezari Naghdi lahir ke dunia pada tahun 1265 HS. Sejak kecil beliau telah menunjukkan keseriusannya belajar. Pada awalnya Ayatullah Nezari mempelajari prinsip-prinsip membaca, tulisan Arab dan kemudian Persia. Pada usia 14 tahun beliau melanjutkan pendidikannya ke Hauzah Ilmiah Najaf.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat Muqaddimah dan Sutuh (Dasar dan Tinggi), Ayatullah Nezari di kemudian mengikuti kuliah-kuliah terbuka Ayatullah Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Sheikh Ahmad Kasyif al-Ghitha dan para guru besar lainnya yang pada akhirnya mengantarkan beliau meraih derajat keilmuann yang tinggi.

Suatu ketika sejumlah orang dari al-Imarah, sebuah kawasan Syiah di Irak meminta kepada Ayatullah Yazdi, gurunya agar mengirimkan seorang mubalig ke daerah mereka. Gurunya ini kemudian memerintahkannya untuk berdakwah di daerah tersebut. Setelah tinggal dan berdakwah selama 10 tahun di daerah al-Imarah, Ayatullah Nezari diangkat menjadi anggota Pengadilan Agama Baghdad, namun tidak berapa lama beliau mengundurkan diri dari jabatan itu dan menyibukkan diri dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.

Ayatullah Nezari meninggalkan banyak karya ilmiah seperti al-anwar al-‘uluwiyah, al-Asrar al-Murtadhawiyah, al-Qawanin al-Manthiqiyah, syarah buku Syara'i al-Islam dan al-Ma'alim.