Lintasan Sejarah 21 Oktober 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 21 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Perang Shiffin Meletus
1402 tahun yang lalu, tanggal 1 Shafar 37 HQ, Perang Shiffin meletus.
Perang ini terjadi antara pasukan Imam Ali as melawan pasukan Muawiyah bin Abi Sufyan. Setelah wafatnya Khalifah Utsman bin Affan, rakyat Madinah membaiat Imam Ali as dan mengangkat beliau sebagai khalifah. Namun, Muawiyah, seorang Gubernur di Damaskus, menolak menerima kepemimpinan Imam Ali dan melakukan perlawanan bersenjata.
Awalnya, Imam Ali berusaha melakukan perundingan demi mencegah pertumpahan darah di antara sesama muslim. Namun Muawiyah tetap membangkang dan pecahlah perang di sebuah daerah bernama Shiffin di tepi sungai Furat, Irak. Ketika pasukan Imam Ali hampir mencapai kemenangan, penasehat Muawiyah bernama Amr bin Ash memerintahkan pasukannya agar menancapkan al-Quran di tombak mereka dan menyerukan gencatan senjata atas nama al-Quran.
Imam Ali yang memahami tipuan ini memerintahkan pasukannya agar terus bertempur, namun sebagian kelompok menolak. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai kelompok Khawarij. Atas desakan kelompok Khawarij pula, perang dihentikan dan diadakan perundingan antara kedua pihak. Dalam perundingan ini, delegasi Muawiyah melakukan tipuan. Akibatnya, kekhalifahan kaum muslimin direbut dari tangan Imam Ali dan jatuh ke tangan Muawiyah.
Alfred Nobel Lahir
184 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1833, Alfred Nobel, seorang ahli kimia dan pencipta dinamit asal Swedia, terlahir ke dunia.
Karena ketertarikannya yang mendalam dalam bidang kimia, dia banyak melakukan penelitian dan berhasil menciptakan dinamit. Berlawanan dengan harapan Nobel, pemerintahan berbagai negara malah menggunakan dinamit dalam peperangan dan menyebabkan pembunuhan massal umat manusia.
Nobel yang sangat kaya dan kecewa dengan penyalahgunaan hasil temuannya kemudian menyerahkan kekayaannya sebagai hadiah kepada orang-orang yang berjasa di bidang perdamaian, sastra, dan ilmu. Namun, lagi-lagi, berbeda dengan harapannya, hadiah Nobel dewasa ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik Barat.
Aksi Mogok Buruh Kilang Minyak Iran
39 tahun yang lalu, tanggal 29 Mehr 1357 HS, para pekerja kilang minyak Iran memulai aksi mogoknya dalam rangka menentang rezim despotik yang berkuasa saat itu, yaitu rezim Shah Pahlevi.
Gerakan mogok massal mereka ini membuat ekspor minyak Iran keluar negeri terhenti dan akibatnya, rezim Shah kehilangan sumber pendapatannya yang terbesar. Selain itu, terhentinya eskpor minyak Iran ke luar negeri mengakibatkan harga minyak di pasar dunia naik tajam.
Rezim Shah dengan berbagai cara, termasuk represi, berusaha membuat para pekerja kilang minyak Iran kembali bekerja, namun pemogokan itu terus berlangsung hingga tergulingnya rezim ini.
Abu Ghazaleh Tewas Dibunuh MOSSAD
31 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1986, Brigader Jenderal Mundzer Abu Ghazaleh, komandan Angkatan Laut Palestina tewas dibunuh oleh agen rahasia Israel, Mossad.
Aksi terorisme Mossad ini dilakukan dengan meletakkan bom di mobil Abu Ghazaleh di Athena, Yunani. Abu Ghazaleh adalah satu dari sekian banyak pejabat tinggi Palestina yang gugur syahid akibat aksi terorisme negara yang dijalankan oleh Israel dan mendapatkan dukungan penuh dari AS.