Lintasan Sejarah 22 Oktober 2017
Hari ini, Ahad tanggal 22 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Mehr 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abu Hayan Gharnati Wafat
694 tahun yang lalu, tanggal 2 Shafar 745 HQ, Abu Hayan Gharnati, seorang penyair dan sastrawan muslim terkemuka Mesir meninggal dunia.
Abu Hayan dilahirkan pada tahun 654 Hijriah di Andalausia dan untuk menuntut ilmu, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara.
Pada tahun 679, Abu Hayan pergi ke Mesir dan hingga akhir usianya ia tinggal di negara itu untuk belajar, mengajar, dan menyusun buku. Abu Hayan menguasai berbagai bidang ilmu seperti ilmu al-Quran, hadis, dan fiqih, namun ia lebih terkenal atas kemampuannya di bidang ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Di akhir hidupnya, Abu Hayan menderita kebutaan.
Ia meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya berjudul "Tadzkiratun-Nuhaah".
Pemutusan Hubungan Diplomatik Inggris-Iran
65 tahun yang lalu, tanggal 30 Mehr 1331HS, Dokter Hossein Fatimi, Menteri Luar Negeri Iran di masa pemerintahan Perdana Menteri Mosaddegh, mengumumkan pemutusan hubungan politik antara Iran dan Inggris.
Setelah disahkan oleh Kabinet, keputusan pemutusan hubungan itu diserahkan kepada Kuasa Usaha Inggris di Tehran.
Doktor Fatimi menyatakan bahwa alasan pemutusan hubungan Tehran-London ini dikarenakan Inggris tidak memenuhi keinginan bangsa Iran yang menyangkut hak-hak Iran, di antaranya dalam masalah nasionalisasi kilang minyak. Ia juga mengingatkan pemerintah London agar mengubah sikap politiknya terhadap Tehran.
Rencana Serangan ke Mesir
61 tahun yang lalu, tanggal 22 Oktober 1956, Perdana Menteri Perancis, Inggris, dan rezim Zionis, dalam sebuah sidang rahasia di Perancis, membahas rencana serangan mereka ke Mesir.
Setelah presiden mesir, Gamal Abdul Naser, mengumumkan nasionalisasi terusan Suez pada tahun 1956, Perancis dan Inggris berniat menduduki terusan itu demi mempertahankan kepentingan ilegal mereka di sana. Di sisi lain, rezim Zionis yang memandang mesir sebagai musuh terbesarnya di dunia Arab, berusaha menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Mesir.
Seminggu setelah sidang rahasia itu, ketiga negara tersebut menyerang Mesir. Namun, serangan ini gagal untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan.
Arnold Toynbee Meninggal Dunia
42 tahun yang lalu, tanggal 22 Oktober 1975, Arnold Toynbee, seorang sejarawan terkenal Inggris, meninggal dunia.
Toynbee dikenal dengan pandangannya bahwa masa lalu adalah pergantian peradaban, bukan perubahan politik. Di antara buku-buku yang ditulis oleh Toynbee, yang paling terkenal berjudul "a Study of History" yang terdiri dari 12 volume. Buku ini banyak mempengaruhi perilaku modern di bidang sejarah, agama, dan hubungan internasional.
Buku ini adalah studi komparatif terhadap 26 peradaban dunia. Di dalamnya, Toynbee menganalisis perkembangan dan disintegrasi peradaban-peradaban tersebut. Menurut hipotesis Toynbee, kegagalan sebuah peradaban untuk bertahan hidup adalah akibat dari ketidakmampuannya untuk merespon tantangan moral dan agama, bukan akibat tantangan fisik atau lingkungan.