Lintasan Sejarah 23 Oktober 2017
Hari ini, Senin tanggal 23 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Mirza Shah Abadi Wafat
76 tahun yang lalu, tanggal 3 Shafar 1363 HQ, Ayatullah Mirza Muhammad Ali Shah Abadi, seorang faqih dan ilmuan besar Islam meninggal dunia di kota Tehran pada usia 77 tahun.
Ayatullah Shah Abadi dikenal sebagai guru besar di bidang Irfan dan Filsafat. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Imam Khomeini ra, pemimpin besar revolusi Islam Iran.
Ayatullah Shah Abadi meninggalkan banyak karya tulis diantaranya, al-Quran wa al-Itrah, al-Insan wa al-Khatharat serta Miftah al-Sa'adah.
Revolusi Rakyat Hongaria
61 tahun yang lalu, tanggal 23 Oktober 1956, dimulailah revolusi rakyat Hongaria melawan Uni Soviet.
Pada tahun 1953, Partai Komunis Hongaria dibubarkan oleh Imre Nagy, Perdana Menteri Hongaria yang nasionalis. Kemudian, dibentuklah pemerintahan militer yang independen dan terpisah dari Uni Soviet.
Namun, kelompok komunis Hongaria, dengan bantuan uang dan militer dari Uni Soviet, menumpas perjuangan rakyat negara ini sehingga ratusan orang tewas. Revolusi Hongaria tahun 1956 itu bisa ditumpas, namun perjuangan rakyat negara ini masih terus berlangsung.
Akhirnya, pada tahun 1989, Hongaria berhasil meraih kemerdekaannya dan menjadi anggota NATO.
Sayid Mostafa Khomeini Gugur Syahid
40 tahun yang lalu, tanggal 1 Aban 1356 HS, Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini, gugur syahid di rumahnya di kota Najaf, Irak, akibat teror dari antek-antek rezim Shah Pahlevi.
Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini adalah putra tertua Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran. Beliau dilahirkan pada tahun 1309 di kota Qom, Iran dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau pergi ke kota Najaf untuk melanjutkan pendidikan. Karena kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, beliau telah mencapai derajat mujtahid pada usia 27 tahun dan sejak itu, selama 10 tahun beliau mengajar di Hauzah Ilmiah Najaf.
Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini selalu mendampingi ayahnya, Imam Khomeini, sepanjang tahun-tahun berat perjuangan melawan rezim Shah yang despotik.Pasca pengasingan Imam Khomeini ra ke Turki, beliau bersama-sama rakyat yang marah turun ke jalan menuju rumah para marji. Setelah gerakan ini, anasir Shah Pahlevi menangkapnya, tapi beberapa hari kemudian beliau dibebaskan dan diasingkan juga ke Turki.
Setelah beberapa bulan tinggal di Turki, sekitar bulan September 1965 beliau bersama ayahnya, Imam Khomeini ra pergi ke Najaf, Irak dan menggeluti pelajarannya. Namun lagi-lagi beliau ditahan oleh pihak Irak akibat akvitas yang dilakukannya menentang rezim Irak yang anti-Islam dan dibebaskan dengan syarat tidak boleh melakukan aktivitas politik. Akhirnya pada 1 Aban 1356 yang bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1977 beliau ditemukan meninggal secara mencurigakan dalam usia 47 tahun.
Syahidnya Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini ini semakin meningkatkan semangat rakyat Iran untuk meneruskan perjuangan revolusi mereka. Imam Khomeini dalam menyikapi kematian putranya, mengatakan, "Kesyahidan Mostafa merupakan rahmat tersembunyi dari ilahi."