Lintasan Sejarah 24 Oktober 2017
Hari ini, Selasa tanggal 24 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hulagu Khan Kuasai Baghdad, Ibukota Bani Abbasiah
783 tahun yang lalu, tanggal 4 Shafar 656 HQ, Hulagu Khan menguasai kota Baghdad, ibukota Bani Abbasiah.
Pasca serangan pasukan Mongol dan Baghdad yang menjadi ibukota kekhalifahan Bani Abbasiah berhasil dikuasai, pada tanggal 4 Shafar 656 HQ, al-Mus'tashim Billah, Khalifah Abbasiah bersama tiga putra, 3 ribu tokoh dan hakim kota Baghdad keluar dari kota dan menghadapi Hulagu Khan sambil menyatakan dirinya menyerah.
Setelah mendengar pernyataan al-Mu'tashim Billah, Hulagu Khan memerintah pasukannya mengeluarkan rakyat dari kota dengan alasan ingin mendata mereka. Setelah rakyat diperintahkan keluar dari kota, Hulagu Khan kemudian memerintahkan pembantaian massal.
Hulagu Khan sendiri memasuki kota Baghdad pada tanggal 9 Shafar dan menghancurkan kota bersejarah itu.
Naseruddin Shah Tandatangani Draf Struktur Pemerintahan Baru
145 tahun yang lalu, tanggal 2 Aban 1251 HS, Naseruddin Shah menandatangani draf struktur pemerintahan baru.
Musyir al-Daulah, Perdana Menteri Naseruddin Shah di hari-hari terakhir dari tahun pertama kekuasaannya menyerahkan draf kepada Naseruddin Shah yang berisikan usulan prinsip-prinsip pembentukan pemerintahan baru di Iran.
Dalam pembukaan draf tersebut disebutkan setiap lembaga pemerintah Iran disebut Hakim Agung agar Shah tidak berpikiran ada upaya untuk membatasi wewenangnya. Dengan pendahuluan semacam ini, pemerintah baru Iran akan memiliki 9 menteri dan seorang perdana menteri.
Draf tersebut sekaligus menjelaskan tugas dan wewenang para menteri dan perdana menteri. Kesembilan departemen tersebut adalah dalam negeri, luar negeri, perang, keuangan, keadilan, sains, manfaat umum, perdagangan dan pertanian serta keistanaan. Penetapan sebuah departemen yang mengurusi istana dengan sendirinya urusan istana di bawah pengawasan perdana menteri. Dalam kabinet ini, perdana menteri merupakan jabatan tertinggi.
Poin penting lainnya dalam draf ini, para menteri bertanggung jawab kepada perdana menteri dan dengan sendirinya mereka tidak punya hubungan langsung dengan raja.
PBB Berdiri
72 tahun yang lalu, tanggal 24 Oktober 1945, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa.
Para wakil dari negara-negara Sekutu pada Perang Dunia Kedua, yaitu Amerika, Uni Soviet, Inggris, dan Perancis, dalam perundingan-perundingan selama perang tersebut telah memulai persiapan pendirian PBB ini. Akhirnya, dalam konfrensi di San Fransisco, Amerika, para wakil dari 50 negara-negara dunia menandatangani piagam pembentukan PBB.
PBB bermarkas tetap di New York. Tujuan utama dididirkannya PBB, seperti yang disinggung dalam piagam PBB, adalah untuk menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa, memupuk kerjasama internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengembangkan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan.
Tak dapat disangkal bahwa PBB telah melakukan banyak hal yang patut dipuji. Namun, adanya hak veto untuk lima negara anggota tetap dewan keamanan, yaitu AS, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina, telah membuat kebijakan Dewan Keamanan sebagai salah satu badan utama PBB, selalu mengikuti langkah kelima negara tersebut, khususnya Amerika. Sebaliknya, Majelis Umum yang menjadi forum seluruh anggota PBB justru tidak memiliki kekuatan yang berarti dibanding dengan Dewan Keamanan. Ketidakadilan inilah yang telah menghambat keberhasilan PBB dalam mengemban misinya, dan bahkan telah melahirkan protes dari banyak negara anggotanya.