Okt 27, 2017 07:57 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 26 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Quthbuddin Syirazi Lahir

805 tahun yang lalu, tanggal 6 Shafar 634 HQ, Quthbuddin Mahmud Syirazi, seorang astronom dan ilmuwan kedokteran dunia Islam terkenal terlahir di kota Syiraz, sebuah kawasan di selatan Iran.

Quthbuddin Syirazi mulai tertarik mempelajari ilmu-ilmu kedokteran sejak usia muda. Kemudian, bersamaan dengan kematian ayahnya yang juga seorang dokter, Syirazi berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya di bidang kedokteran. Ia kemudian bekerja di sebuah rumah sakit di kota kelahirannya.

Selama sepuluh tahun bekerja, Syirazi banyak menyempatkan waktunya untuk menelaah sejumlah kitab kedokteran klasik karya Ibnu Sina serta kitab-kitab filsafat dan keilmuan karya para ilmuwan terkenal masa itu. Setelah itu, ia mulai tertarik untuk mengembangkan pengetahuannya dengan cara belajar kepada sejumlah ilmuwan ternama zaman itu, seperti Khaja Nashiruddin Thusi, serta melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan ilmu lainnya di Iran dan kawasan sekitar Timur Tengah.

Di antara karya penulisannya yang paling terkenal adalah kitab berjudul "Jami'ul Ushul" dan "Nihayatul Idrak fi Dirayatil Aflak". Quthbuddin Syirazi meninggal dunia pada tahun 710 Hijriah.

Kawasan Strategis Jammu dan Kashmir Bergabung dengan India

70 tahun yang lalu, tanggal 26 Oktober 1947, menyusul kemerdekaan India dari Inggris, dan terpisahnya Pakistan dari India, kawasan strategis Jammu dan Kashmir bergabung dengan India.

Rencana sebelumnya, Jammu dan Kashmir yang mayoritas penduduknya muslim itu, akan masuk ke wilayah Pakistan. Namun, penguasa kawasan tersebut, atas provokasi Inggris dan India, mengambil keputusan yang berlawanan dengan keinginan rakyatnya, dan lebih memilih untuk bergabung dengan India.

Setelah diumumkannya penggabungan ke India ini, Pakistan menyerang Jammu dan Kashmir serta menduduki sebagian wilayahnya. Sejak saat itu, Pakistan dan India telah dua kali berperang memperebutkan kawasan tersebut. Perseteruan politik di antara keduanya pun hingga kini terus berlanjut.

PBB telah mengusulkan agar diadakan referendum untuk menentukan nasib kawasan ini. Usul ini diterima oleh Pakistan, namun ditolak oleh India. Kawasan Jammu dan Kashmir memiliki luas wilayah 222 ribu kilometer persegi dan hampir dua pertiganya dikuasai oleh India.

Pidato Historis Imam Khomeini Mengungkap UU Kapitulasi

54 tahun yang lalu, tanggal 4 Aban 1342 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato historisnya mengungkap undang-undang Kapitulasi.

Setelah pemerintah dan parlemen Iran meratifikasi undang-undang Kapitulasi pada bulan Mehr 1342, ternyata undang-undang ini tidak dipublikasikan lewat media-media. Namun beberapa waktu setelah itu, koran internal parlemen yang berisikan teks lengkap pidato, dialog para anggota parlemen dan kepala negara sampai ke tangan Imam Khomeini ra. Imam memutuskan untuk menyampaikan hakikat yang ada ini kepada masyarakat agar mereka mengetahui tragedi besar yang telah terjadi.

Imam Khomeini ra baru beberapa bulan dibebaskan dari penjara rezim Shah Pahlevi. Namun hal itu tidak menyurutkan niat beliau mengungkapkan apa yang terjadi. Imam menyampaikan pidato historisnya dengan memrotes keras ratifikasi undang-undang Kapitulasi atau pemberian kekebalan hukum kepada warga Amerika yang tinggal di Iran.

Pernyataan penting Imam dalam pidatonya pada 4 Aban 1342 HS di depan para rohaniwan dan rakyat Qom pada hakikatnya merupakan pengadilan terhadap pemerintah Amerika atas campur tangan mereka dalam urusan dalam negeri Iran, sekaligus mengungkap kejahatan Shah Pahlevi terhadap Islam dan bangsa Iran. Imam Khomeini juga mengutuk rezim Zionis Israel dan dukungan Amerika terhadapnya.