Lintasan Sejarah 27 Oktober 2017
Hari ini, Jumat tanggal 27 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Mirza Abadi Terlahir ke Dunia
131 tahun yang lalu, tanggal 7 Shafar 1308 Hijriah, Mirza Muhamad Ali Habib Abadi, dikenal dengan nama samaran Muallim, seorang penyair dan penulis buku terkenal asal Iran terlahir di kota Isfahan, sebuah kawasan di Iran tengah.
Muallim sejak usia muda telah menunjukkan minat dan bakatnya di bidang sastra, matematika, al-jabar, dan astronomi. Akan tetapi, dari semua bidang yang digelutinya, bakat di bidang sastra terlihat sangat menonjol. Ia sejak muda sudah menulis sejumlah bait syair terkenal.
Awalnya, ia menggunakan nama samaran Azad. Di kemudian hari, nama samarannya diubah menjadi Muallim. Mirza Abadi juga di akhir hidupnya sempat menulis sejumlah buku tentang biografi para ulama dan tokoh pada zamannya. Di antara karya penulisannya yang terkenal adalah "Makarimul Atsar" dan "Maqamat Ma'nawi".
Wafatnya Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami
29 tahun yang lalu, tanggal 5 Aban 1367 HS, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami meninggal dunia dalam usia 82 tahun.
Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami lahir tahun 1258 HS di kota Ardekan, Yazd. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar hauzahnya di tempat kelahirannya, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami melanjutkan pendidikan keagamaannya di kota Isfahan. Di Isfahan beliau menimba ilmu pada Mirza Ali Agha Shirazi, Sayid Muhammad, Sayid Ali Najaf Abadi dan Agha Rahim Arbab.
Ayatullah Ruhullah Khatami bertahun-tahun belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi hingga mencapai derajat mujtahid dan memiliki akhlak yang mulia.
Setelah itu beliau kemudian menetap di kota kelahirannya Ardekan menuntun masyarakat dan mengajar para santri agama. Aktivitas beliau menjadikannya sebagai tokoh agama yang disegani. Beliau punya peran besar dalam gerakan kebangkitan rakyat Yazd menentang rezim Pahlevi. Perjuangan beliau ini membuat Imam Khomeini ra sangat memperhatikannya.
Sayid Mohammad Khatami, mantan Presiden Republik Islam Iran adalah anaknya.
Kerusuhan Paris
12 tahun yang lalu, tanggal 27 Oktober 2005, kerusuhan hebat merebak di seluruh Perancis pasca kematian dua pemuda keturunan Afrika.
Kedua remaja tewas tersengat listrik setelah lari dari kejaran polisi di daerah Clichy-sous-Bois. Kematian tersebut langsung memicu kemarahan kaum imigran Muslim dan Afrika di Perancis. Selama tiga minggu, 274 kota di seluruh wilayah Paris dan Perancis diguncang kerusuhan.
Para demonstran yang didominasi anak muda keturunan Afrika Utara membakar hampir 9000 mobil, belasan bangunan, dan sekolah. Kerugian total akibat kerusuhan mencapai €200 juta. Sekitar 2.888 perusuh ditangkap, dan 126 polisi dan kru pemadam kebakaran terluka.
Kerusuhan ini merupakan puncak kemarahan keturunan imigran terhadap kebijakan pemerintah e. Selama bertahun-tahun, kelompok tersebut menerima diskriminasi sosial, ekonomi, dan ras.
Pada 8 November 2005, Presiden Chirac mengumumkan keadaan darurat di seluruh Perancis. Chirac juga memberlakukan UU tahun 1955 semasa Perang Aljazair, yang membolehkan pemberlakuan jam malam.
Pada 16 November, Parlemen memperpanjang kondisi darurat selama tiga bulan. Sehari kemudian, kondisi di Perancis berangsur-angsur normal kembali.