Lintasan Sejarah 29 Oktober 2017
Hari ini, Ahad tanggal 29 Oktober 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ammar bin Yasir Gugur
1402 tahun yang lalu, tanggal 9 Shafar 37 HQ, Ammar bin Yasir, seorang sahabat besar Rasulullah Saw dan pengikut setia Ahlul Bait Nabi, gugur dalam perang Shiffin pada usia 94 tahun.
Ammar bin Yasir lahir 57 tahun sebelum peristiwa hijrahnya Rasulullah. Kedua orang tuanya, yaitu Yasir dan Sumayah, adalah dua sahabat Rasulullah yang gugur syahid di awal perjuangan menegakkan agama Islam.
Gugurnya Ammar bin Yasir dalam perang Shiffin tersebut sangat menyedihkan Imam Ali as. Akan tetapi, peristiwa ini dicatat oleh para sejarawan sebagai bukti bahwa Imam Ali berada di pihak yang benar dalam perangnya melawan pasukan Muawiyah tersebut.
Sebelumnya, dalam sebuah haditsnya yang terkenal, Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ammar sebagai berikut, "Wahai Ammar! Anak-anakku kelak akan didera banyak fitnah. Jika situasi itu kelak engkau saksikan, tetaplah engkau pada kelompok Ali. Karena kebenaran akan selalu bersama Ali, dan Ali selalu berada di jalan yang benar. Wahai Ammar! Engkau nanti akan bertempur membela Ali melawan dua kelompok. Kelompok pertama adalah para pelanggar janji, kelompok kedua adalah para penjahat. Engkau nanti akan terbunuh oleh kelompok yang melawan Ali tersebut."
Ayatullah Modarres Selamat dari Upaya Pembunuhan
91 tahun yang lalu, tanggal 7 Aban 1305 HS, Ayatullah Sayid Hassan Modarres, mengalami percobaan pembunuhan oleh antek-antek rezim Shah Pahlevi Iran.
Ayatullah Modarres adalah seorang ruhaniwan yang aktif berjuang untuk menyadarkan masyarakat dan membongkar kebobrokan pemerintahan rezim Pahlevi dan pelindungnya, yaitu pemerintah Inggris.
Meskipun Ayatullah Modarres lolos dari upaya pembunuhan itu, namun beberapa waktu kemudian, atas perintah Shah Reza Khan, beliau diasingkan dan kemudian gugur syahid.
Israel Gempur Semenanjung Sinai
61 tahun yang lalu, tanggal 29 Oktober 1956, tentara Zionis menyerang Semenanjung Sinai di Mesir.
Serangan ini menyusul pengumuman nasionalisasi terusan Suez oleh Gamal Abdul Naser, Presiden Mesir saat itu, yang dilanjutkan dengan pelarangan atas kapal-kapal Israel untuk melintasi terusan tersebut.
Dengan serangan itu, Isreal berharap bisa menduduki Teluk Aqaba di ujung Laut Merah untuk dijadikan jalur lalu-lalang kapal-kapalnya. Dua hari kemudian, Inggris dan Perancis, yang melindungi Israel, menurunkan pasukan penerjun payungnya di sekitar terusan Suez. Tujuan serangan tiga arah terhadap Mesir ini adalah untuk menggagalkan nasionalisasi terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah ini.
Sebelum dinasionalisasi, Terusan Suez berada di bawah kontrol Inggris dan Perancis. Selama beberapa bulan, tiga negara agresor itu berhasil menduduki Terusan Suez, namun karena derasnya desakan opini dunia dan campur tangan PBB, ketiga negara tersebut meninggalkan Mesir pada tahun 1957.
Perang ini dalam sejarah perang Arab-Israel dikenal dengan nama Perang Suez.