Nov 02, 2017 08:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 2 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Pelucutan Khilafah Imam Ali as di Peristiwa Hakamain

1401 tahun yang lalu, tanggal 13 Shafar 38 HQ, pelucutan khilafah Imam Ali as pasca peristiwa Hakamain.

Pasca pertemuan di Daumah al-Jandal, keesokan harinya, 13 Shafar 38 Hq, di hadapan dua pasukan, Abu Musa al-Asy’ari berkata kepada Amr bin Ash, “Engkau harus melengserkan Muawiyah sebagai penguasa agar saya juga melepaskan Ali bin Abi Thalib dari khilafah.”

Amr bin Ash berkata, “Saya tidak akan mendahuluimu sebagai anak buah Abu Bakar dan Umar serta orang yang lebih dahulu beriman dan berhijrah.!”

Ibnu Abbas mengingatkan, “Abu Musa! Jangan sampai anak licik ini menipumu.”

Yang terjadi adalah Abu Musa tidak mendengar ucapan Ibnu Abbas dan kemudian berdiri lalu mengeluarkan cincin dari jarinya dan berkata, “Saya melucuti Ali dan Muawiyah dari khilafah.”

Setelah itu, Amr bin Ash berdiri dan berkata, “Kalian semua telah mendengar bahwa Abu Musa telah melucuti Ali dari khilafah, saya juga melucutinya dari khilafah dan kekhalifahan kuberikan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Karena ia lebih layak. Sebagai simbol pengangkatan itu, saya memakaikan cincin ke jariku!”

Peristiwa itu membuat kedua pihak saling bermusuhan akibat tipu muslihat Amr bin Ash. Abu Musa al-Asy’ari yang ketakutan akan kemarahan para sahabat Imam Ali as menyembunyikan dirinya di Mekah. Semua peristiwa ini tetap terjadi padahal Rasulullah Saw pada perang Daumah al-Jandal telah mengabarkan kepada Abu Musa tentang perbuatannya di masa mendatang. Beliau bersabda, “Hakamain di Daumah al-Jandal adalah sesat dan menyesatkan orang-orang yang mengikutinya.

Penandatanganan Perundingan KMB 

68 tahun yang lalu, tanggal 2 November 1949,  Indonesia dan Belanda menandatangani hasil perundingan Konferensi Meja Bundar atau KMB.

KMB diadakan di Den Haag Belanda,  setahun setelah Belanda melakukan agresi militernya yang kedua pada bulan Desember 1948 terhadap Indonesia. Agresi ini mendapat kecaman internasional dan atas desakan PBB, kedua pihak mengadakan konferensi tersebut.

Hasil KMB antara lain penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.  Indonesia kemudian mendirikan Republik Indonesia Serikat dengan Ir. Sukarno sebagai presiden pertama.

Ayatullah Sayid Reza Sadr Wafat

23 tahun yang lalu, tanggal 11 Aban 1373 HS, Ayatullah Sayid Reza Sadr meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Tehran dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah Qom.

Ayatullah Sayid Reza Sadr lahir pada 1299 HS dalam keluarga ulama di Mashad, Iran. Ayahnya adalah Ayatullah al-Udzma Sayid Sadr ad-Din Sadr, ulama dan marji besar di masanya. Setelah meninggalnya Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi, ayahnya bersama dua marji mengelola Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Sayid Reza Sadr kakak dari Imam Musa Sadr, pemimpin Syiah Lebanon.

Ayatullah Sayid Reza Sadr menguasai ilmu rasional dan tekstual seperti tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqih, teologi, sejarah, sastra Arab dan Persia, filsafat, akhlak dan irfan. Ia juga menguasai bahasa Perancis dan Inggris. Sayid Reza dikenal dengan kemampuan hafalannya yang luar biasa, sekaligus ulama yang zuhud, rendah hati, tapi berani berbicara disertai tulisan yang menarik.

Sebagian karya ilmiah Sayid Reza Sadr seperti Ijtihad wa Taqlid, Tafsir Surat al-Hujurat, Quran Shenasi, Banuye Karbala dan puluhan buku lainnya.