Lintasan Sejarah 4 November 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 4 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abul Fadhl Bal’ami Meninggal Dunia
1110 tahun yang lalu, tanggal 15 Shafar 329 HQ, Abul Fadhl Bal’ami, sejarawan muslim terkenal asal Iran meninggal dunia.
Bal’ami sebenarnya lahir di Bukhara, Uzbekistan. Akan tetapi, karena keluarganya berasal dari sebuah kawasan di Asia kecil bernama Bal'am, ia lebih dikenal sebagai orang Bal’am.
Bal’ami mengabdikan diri di dunia keilmuan pada zaman pemerintahan Samani. Kitab sejarah terkenal "Tarikh Thabari", disebut-sebut sebagai buku yang ditulis dengan menyandarkan sumber utama literaturnya kepada buku-buku karya Bal’ami, termasuk kitab "Tarikh Bal’ami" yang ditulis dalam bahasa Persia.
UNESCO Terbentuk
71 tahun yang lalu, tanggal 4 Nopember 1946, UNESCO dibentuk oleh 43 negara dunia. Lembaga ini bergerak di bidang ilmu, budaya, dan pendidikan.
Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk membangun hubungan ilmu dan kebudayaan di antara berbagai negara serta menyebarkan buku-buku dalam berbagai bahasa. Dengan cara ini, diharapkan ikatan kebudayaan dunia semakin meningkat.
Di antara poin penting yang tercantum dalam piagam pendirian UNESCO adalah penghormatan terhadap keadilan, pemerintahan hukum, perlindungan HAM, dan kebebasan asasi.
Badan utama dalam UNESCO adalah Sekjen, Badan Pelaksana, dan Sidang Umum. Markas UNESCO terletak di Paris.
Imam Khomeini ra Diasingkan ke Turki
53 tahun yang lalu, tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra diasingkan oleh pemerintah Shah ke Turki.
Perdana Menteri Asadollah Alam pada bulan Mehr1342 HS mendapat perintah dari Shah lewat usulan Amerika agar memberikan kekebalan hukum kepada warga Amerika. Shah meminta hak ini harus digodok oleh pemerintah dalam bentuk rancangan undang-undang. Setelah diratifikasi oleh kabinet, pada awal 1343 HS, draf ini disetujui oleh Majelis Dewan Nasional dan Senat.
Ketika berita yang berusaha disembunyikan ini sampai ke Imam Khomeini ra, beliau langsung memutuskan untuk menyampaikan hakikat yang sebenarnya kepada masyarakat. Menurut Imam Khomeini ra, rakyat harus mengetahui akan ada tragedi besar yang sedang digulirkan oleh rezim Shah.
Oleh karenanya, setelah membicarakan masalah ini dengan ulama besar di hauzah, pada tanggal 4 Aban 1343 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pidato bersejarahnya dan mengungkap apa yang sedang dilakukan secara rahasia oleh rezim Shah. Beliau membeberkan apa itu undang-undang Kapitulasi yang diratifikasi oleh pemerintah dan parlemen, sekaligus bahaya di balik UU ini.
Protes keras Imam Khomeini ra atas UU Kapitulasi ini membuat petugas keamanan Shah mengepung rumah Imam Khomeini ra di Qom pada tengah malam 13 Aban 1343 Hs. Setelah itu mereka memasuki rumah Imam dengan memanjat tembok. Mereka kemudian menahan Imam dan memindahkan beliau ke Tehran dan dari sana mereka langsung mengasingkan beliau ke Turki. Pengasingan ini membuat rakyat marah dan kemarahan itu disampaikan lewat aksi-aksi demonstrasi di pelbagai kota di Iran.