Lintasan Sejarah 14 November 2017
Hari ini, Selasa tanggal 14 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Nabi Meminta Dibawakan Pena dan Kertas
1428 tahun yang lalu, tanggal 25 Shafar 11 HQ, Nabi Muhammad Saw meminta tinta dan kulit untuk menulis bahwa khalifah sepeninggal beliau adalah Imam Ali as, tapi Umar bin Khattab menghalang-halangi orang melakukan apa yang diminta beliau.
Umar bin Khattab kepada orang-orang yang ingin melakukan apa yang diinginkan Nabi berkata, "Inna ar-Rajula Layahjur" yang berarti orang itu mengigau.
Pada hari ini juga Nabi Muhammad Saw pergi ke masjid dan naik ke atas mimbar kemudian membacakan khutbah dan menasihati umat Islam. Pada waktu itu beliau mengajak umat Islam untuk mengikuti al-Quran dan ‘Itrah atau keluarga Nabi.
Kelahiran Jawaharlal Nehru
128 tahun yang lalu, tanggal 14 November 1889, Jawaharlal Nehru, salah satu pemimpin besar perjuangan rakyat India dalam melawan penjajahan Inggris, terlahir ke dunia di kota Allahabad, India utara.
Nehru adalah lulusan pendidikan tinggi di bidang hukum dan dengan menjadi anggota gerakan Kebangitan Nasional India, dia memulai perjuangannya melawan penjajahan Inggris. Akibat aktivitasnya itu, Nehru berkali-kali dipenjarakan. Selama di penjara, Nehru melahirkan karya berjudul "Hidupku", "Meninjau Sejarah Dunia", dan "Penemuan India".
Setelah bergabungnya Mahatma Gandhi dalam Kebangitan Nasional India, gerakan perjuangan rakyat India semakin kuat dengan dipimpin oleh kedua pemimpin besar itu. Akhirnya, pada bulan Agustus 1947, India meraih kemerdekaannya. Setelah India merdeka, selama 16 tahun Nehru menjabat sebagai Perdana Menteri India. Nehru meninggal pada tahun 1960.
Parlemen Ketiga Iran Dibubarkan
102 tahun yang lalu, tanggal 23 Aban 1294 HS, parlemen periode ketiga di Iran dibubarkan atas perintah Ahmad Shah, raja terakhir dari Dinasti Qajar.
Tindakan ilegal Ahmad Shah ini dilakukan setelah pertemuannya dengan menteri-menteri Rusia dan Inggris. Pada masa itu, pemerintahan Inggris dan Rusia berusaha untuk menarik Iran agar terlibat dalam Perang Dunia Pertama melawan Jerman. Oleh karena itu pula, kedua negara mendatangkan pasukannya ke Iran. Pasukan Rusia masuk ke Iran dari arah utara dan pasukan Inggris dari arah selatan.
Perlemen Iran menentang kedatangan pasukan asing ini dan mendirikan komite pertahanan nasional. Namun, komite ini tidak mampu berbuat banyak karena lemahnya posisi Shah Iran di hadapan negara-negara asing. Akhirnya, pada tahun 1917, seiring dengan revolusi di Rusia, pasukan negara ini ditarik keluar dari Iran. Tapi, Inggris masih tetap bercokol di Iran untuk melebarkan sayap imperialismenya di negara ini.
Festival Teater Perempuan Pertama di Iran
22 tahun yang lalu, tanggal 23 Aban 1374 HS, untuk pertama kalinya Festival Teater Perempuan diselenggarakan di Tehran.
Pihak penyelenggaranya adalah Departeman Budaya dan Bimbingan Islam Provinsi Tehran. Setelah diresmikannya Lembaga Budaya dan Seni Wali Kota Tehran pada 1375 HS dan penggantian direktur bimbingan Tehran, terjadi kevakuman beberapa tahun, akhirnya pada 1377 diselenggarakan festival teater perempuan kedua.
Sekalipun festival ini berjalan dengan tertatih-tatih, bahkan sempat tidak diselenggarakan dalam beberapa tahun, tapi festival berikutnya diselenggarakan pada 1379 HS dan berturut-turut pada 1383, 1385, 1386 dan yang ketujuh diselenggarakan pada 1387 HS.