Nov 16, 2017 09:54 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 16 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Majah Lahir

1230 tahun yang lalu, tanggal 27 Shafar 209 HQ, Ibnu Majah, seorang ahli hadis dan ulama besar muslim terlahir ke dunia di kota Qazvin, Iran.

Setelah melewati pendidikan dasarnya di bidang agama di kota kelahirannya, Ibnu Majah kemudian melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Islam untuk menuntut ilmu hadis dari berbagai ulama terkemuka.

Sejarah

Hadis-hadis yang berhasil dikumpulkan oleh Ibnu Majah ditulisnya dalam buku berjudul Sunan Ibnu Majah dan menjadi salah satu kitab rujukan hadis yang utama di kalangan Ahli Sunnah. Ibnu Majah juga melahirkan kitab tafsir al-Quran dan sebuah buku berjudul Tarikh.

Ibnu Majah meninggal dunia pada tahun 273 Hijriah.

Hujan Buatan (Rain Making)

71 tahun yang lalu, tanggal 16 November 1946 Masehi, seorang ahli meteorologi berkebangsaan Amerika, Dr. Vincent Scahaefer untuk pertama kalinya menciptakan hujan buatan.

Hujan

 

Dr. Vincent dengan dibantu oleh seorang ahli kimia Amerika, Irving Langmuir berhasil menciptakan hujan buatan.

Proses pembuatan hujan ini dilakukan dengan menyebarkan gas karbonik (proses super cooling) di udara. Hujan buatan biasanya digunakan di daerah dengan curah hujan rendah. Meskipun hujan buatan telah ditemukan, akan tetapi belum dapat dipergunakan secara luas di daerah-daerah dengan curah hujan rendah, mengingat biaya produksinya tergolong besar.

Wafatnya Allamah Mohammad Taqi Jafari

19 tahun yang lalu, tanggal 25 Aban 1377 HS, Allamah Jafari meninggal dunia di sebuah rumah sakit London dan dimakamkan di Mashad sesuai dengan wasiatnya.

Allamah Mohammad Taqi Jafari lahir pada tahun 1304 HS di kota Tabriz, Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia kemudian ke Tehran untuk melanjutkan sekolahnya. Setelah itu ia pergi ke Najaf dan tinggal di sana selama 17 tahun.

Allamah Mohammad Taqi Jafari

Selama belajar di Hauzah Ilmiah Najaf, Allamah Mohammad Taqi Jafari belajar kepada ahli-ahli fiqih dan filsafat terkenal seperti Sayid Abu al-Qasim Khui. Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Abd al-Hadi Shirazi, Sayid Mahmoud Shahroudi dan Sayid Jamal Golpaygani.

Setelah meraih derajat keilmuan dan spiritual yang tinggi, Allamah Jafari mulai mengajarkan ilmunya dan menulis buku. Pada tahun 1337 HS, Allamah Jafari kembali ke Iran. Selain mengajar di Hauzah Ilmiah Mashad dan Tehran, Allamah Jafari juga punya hubungan dengan universitas-universitas Iran. Beliau banyak diundang untuk menyampaikan orasi ilmiah dan menjelaskan masalah-masalah pelik keagamaan. Allamah Jafari juga berpartisipasi dalam kongres, seminar dan bahkan konferensi-konferensi internasional. Beliau menjalin hubungan luas dengan para ilmuan internasional baik lewat surat menyurat maupun wawancara.

Ciri khas penting Allamah Jafari adalah mampu menjembatani antara hauzah dan universitas dan juga antara ilmu klasik dan modern. Allamah Jafari sangat menyadari pentingnya kebutuhan pemikiran dan kebudayaan dunia modern. Dengan mencermati kebutuhan ini, beliau menulis karya-karyanya yang sangat bernilai.

Pengetahuannya yang luas akan fiqih, filsafat, seni dan estetika dalam Islam serta aktivitas keilmuannya selama setengah abad membuat beliau berhasil menulis lebih dari 100 jilid buku. Salah satu karya monumentalnya adalah syarah buku Nahjul Balaghah dalam 27 jilid, Kasyf al-Abyat Matsnawi Ma'nawi dalam 4 jilid, Tafsir va Naghd va Tahlil-e Matsnavi (interpretasi, kritik dan analisa Matsnawi) dalam 15 jilid dan masih banyak lagi karya-karya beliau.

Allamah Jafari juga berdiskusi dengan para ilmuan internasional seperti Sir Bernard Arthur Owen Williams, Bertrand Russell, Profesor Abdussalam, Roger Garaudy dan Profesor Rosenthal.