Nov 18, 2017 07:42 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 18 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Mirza Abdul Qasim Farahani Meninggal Dunia

188 tahun yang lalu, tanggal 29 Shafar 1251 HQ, Mirza Abdul Qasim Qaim Maqam Farahani, seorang penulis dan politikus Iran periode Qajar, meninggal dunia akibat dibunuh.

Mirza Qaim Maqam Farahani merupakan putra mahkota Dinasti Qajar dan kemudian diangkat menjadi penasehat Shah Muhammad. Ia banyak melakukan reformasi dalam berbagai bidang di Iran. Namun, para lawan politiknya dan imperialis asing melihat bahwa kebijakan yang diambil Farahani membahayakan kepentingan ilegal mereka, sehingga mereka merencanakan pembunuhan atas Farahani. 

Farahani banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "Mansha`at", "Jalayer Nameh" dan "Kumpulan Syair".

Maroko meraih kemerdekaannya

61 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1956, Maroko meraih kemerdekaannya.

Pada  abad ke-8, Maroko merupakan sebuah kerajaan yang menjadi bagian dari imperium Islam. Pada abad ke-15, Portugis dan Spanyol menguasai seluruh pelabuhan Maroko hingga abad ke-19. Sejak tahun 1906, dalam Konferensi Algecira, Maroko resmi dijadikan jajahan Perancis.

Sejak tahun 1911, rakyat Maroko memulai perjuangan mereka melawan penjajah.  Pada tahun 1953, Perancis menangkap raja Maroko, Sultan Midi Muhammad bin Yusuf dan mengucilkannya ke Madagaskar, namun dua tahun kemudian mengembalikannya ke Maroko.

Akhirnya, tahun  1956, Maroko berhasil meraih kemerdekaannya.

 

Kolonel Abdul Salam Arif Berkuasa di Irak

54 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1963, Kolonel Abdul Salam Arif, meraih kekuasaannya di Irak melalui sebuah kudeta berdarah.

Dia mengebom gedung Kementrian Pertahanan Irak dan membunuh presiden Irak saat itu, Abdul Karim Qasim. Sebelumnya, Abdul Karim Qasim berhasil menjadi presiden juga setelah melakukan kudeta berdarah yang mengakhiri sistem monarkhi di Irak. Setelah Abdul Karim Qasim meraih kekuasaan, ia menyingkirkan anggota-anggota Partai Ba'ats yang sejak bulan Februari tahun itu, menduduki pos-pos sensitif di pemerintahan.

Namun, tiga tahun kemudian, Abdul Karim Qasim tewas dalam sebuah kecelakaan udara dan posisinya digantikan oleh saudaranya, Abdur-rahman Arif.

Imam Khomeini Bebaskan Perempuan dan Kulit Hitam AS

38 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan pembebasan perempuan dan warga kulit hitam Amerika.

Dua pekan pasca pendudukan "sarang spionase" Amerika di Tehran oleh para mahasiswa pengikut garis Imam, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembebasan tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika.

Imam Khomeini ra berkeyakinan bahwa perempuan dan orang-orang kulit hitam Amerika pada intinya termasuk golongan mustadh'afin di tengah masyarakat Amerika dan terpaksa harus menerima tugas yang seperti ini. Oleh karenanya, mereka harus dibebaskan.

Imam dalam pesannya tertanggal 26 Aban 1358 meminta kepada para mahasiswa agar mereka yang belum terbukti melakukan aksi spionase diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan dikeluarkan secepatnya dari Iran.

Menyusul perintah Imam Khomeini ra, para mahasiswa kemudian membebaskan para tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika keesokan harinya 27 Aban 1358 HS.