Nov 19, 2017 14:16 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 19 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 30 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Hari Syahadah Imam Ridha as

1236 tahun yang lalu, tanggal 30 Shafar 203 HQ, Imam Ali bin Musa as atau lebih dikenal dengan Ridha merupakan keturunan dari Rasulullah Saw gugur syahid.

Imam Ridha lahir pada tahun 148 Hijriah di kota Madinah.  Beliau menjadi imam setelah ayahnya Imam Musa Kazhim as gugur syahid. Beliau dipanggil Ridha karena sikap rela dan gembira menerima apa yang dikaruniakan kepadanya.

Makmun, Khalifah Bani Abbas pada tahun 200 Hijriah memerintahkan Imam Ridha as untuk pergi ke Marv, yang terletak di tenggara Turkmenistan sekarang yang dulunya merupakan bagian dari Khorasan besar. Meskipun pada lahirnya Makmun melantik Imam Ridha menjadi penggantinya, tetapi sebenarnya dia berniat untuk memperkokohkan pemerintahannya sendiri. Dalam kondisi ini, Imam terpaksa menerimanya.

Kedudukan tinggi ilmu dan spiritual Imam Ridha dan pengaruhnya yang semakin berkembang dalam opini umum secara berangsur-angsur menyebabkan Makmun menjadi takut. Akhirnya Makmun meracuni Imam Reza.

Antara kata-kata hikmah yang dapat dipetik dari kata-kata beliau, "Hamba Allah terbaik adalah mereka yang merasa senang setiap kali berbuat baik dan segera meminta ampunan setiap kali berbuat salah. Mereka akan menyukuri setiap nikmat yang dianugerahkan kepadanya dan saat dililit masalah mereka tetap bersabar dan tidak murka."

Naser Ad-Din Shah Mencopot Amir Kabir dari Perdana Menteri

166 tahun yang lalu, tanggal 28 Aban 1230 HS, Naser ad-Din Shah mencopot Amir Kabir dari posisi Perdana Menteri.

Menyusul meninggalnya Mohammad Shah Qajar, Mirza Mohammad Taqi Khan Farahani yang dikenal dengan Amir Kabir berusaha keras agar kekuasaan dipegang oleh Naser ad-Din Shah dan ia yang akan mengelola negara dengan baik. Oleh karenanya, bersamaan dengan dimulainya kekuasaan Naser ad-Din Shah, Amir Kabir juga diangkat menjadi perdana menteri.

Independensi Amir Kabir dalam mengambil keputusaan dan pelayanan sosial yang diberikan serta secara umum kebijakan dalam dan luar negeri Amir Kabir selalu berpihak pada kepentingan negara. Kebijakan ini tidak disukai oleh tokoh, pangeran dan keluarga kerajaan yang kehidupannya ditanggung negara. Oleh karenanya, mereka melakukan apa saja agar dapat menghentikan kebijakan Amir Kabir. Namun independensi yang ditunjukkan selama ini membuatnya selamat dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Kunjungan Pertama Presiden Arab ke Israel

40 tahun yang lalu, tanggal 19 November 1977, Anwar Sadat, Presiden Mesir melakukan kunjungan ke Baitul Maqdis.

Kunjungan Sadat ini merupakan kunjungan pertama presiden Negara-negara Arab ke Palestina Pendudukan, yang dilakukannya tak lama setelah mendekatnya hubungan Mesir dengan Rezim Zionis dan ditandatanganinya perjanjian antara kedua pihak, yang mereka istilahkan sebagai perjanjian perdamaian.

Kunjungan Sadat ini menimbulkan kemarahan dari kaum muslimin Arab dan khususnya bangsa Palestina. Meski demikian, pada tahun 1978, dengan mediator AS, Sadat malah menandatangani perjanjian Camp David dengan Israel. Akibatnya, terjadi gelombang protes besar-besaran dari negara-negara Arab, negara-negara muslim, serta dari rakyat Mesir sendiri.

Penandatangan perjanjian ini dianggap sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Arab dan rakyat Mesir sendiri. Akhirnya pada tahun 1981, Anwar Sadat dibunuh oleh seorang perwira revolusioner Mesir bernama Khalid Islambuli.