Nov 24, 2017 16:14 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 24 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Sayidah Sukainah binti Husein as

1322 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Awal 117 HQ, Sayidah Sukainah binti Husein as meninggal dunia di kota Madinah dalam usia 75 tahun.
Sayidah Sukainah binti Imam Husein as merupakan salah satu tokoh perempuan Islam dan cucu dari Imam Ali as. Beliau lahir di Madinah sekitar tahun ke-42 Hijrah.

Sayidah Sukainah memiliki keutamaan akhlak dan kefasihan luar biasa. Beliau menjadi salah satu referensi sastra Arab. Suaminya adalah Abdullah bin Hasan as yang juga merupakan sepupunya. Ibu Sayidah Sukainah adalah Rubab.

Beliau bersama ayah, paman dan anggota keluarga lainnya berangkat menuju Karbala. Sayidah Sukainah kehilangan ayah dan keluarganya pada usia 19 tahun dan menanggung kesulitan luar biasa saat ditawan oleh tentara Yazid bin Muawiyah.

Michael Faraday Berhasil Menemukan Induksi Elektromagnetik

186 tahun yang lalu, tanggal 24 November 1831, Michael Faraday, seorang fisikawan Inggris, berhasil menemukan fenomena induksi elektromagnetik.

Penemuannya ini merupakan langkah besar dalam ilmu fisika. Faraday dilahirkan pada tahun 1791 dan awalnya ia bekerja di sebuah toko buku sambil melakukan penelaahan ilmiah.

Beberapa tahun kemudian, ia menjadi asisten pada laboratorium milik Humphrey, seorang fisikawan Inggris. Faraday kemudian melakukan berbagai eksperimen dan berhasil menemukan fenomena rotasi elektromagnetik, efek magneto-optikal, motor elektrik, dan menemukan sebuah hukum fisika yang diberi nama hukum Faraday. Ia juga orang pertama yang berhasil mencairkan gas chlor.

Rezim Pahlevi Menutup Masjid Javid Tehran

43 tahun yang lalu, tanggal 3 Azar 1353 HS, rezim Pahlevi menutup masjid Javid Tehran.

Hal itu dilakukan setelah Ayatullah Khamenei memberikan ceramah di sana pada 3 Azar 1353 HS. Para anasir rezim Shah Pahlevi menyerbu masjid dan atas perintah SAVAK masjid ini ditutup dan mereka menangkap Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh dan menjebloskannya ke penjara.

Ketika Imam Khomeini ra diasingkan ke Najaf, Irak, rezim Pahlevi tidak mengizinkan seorangpun melakukan aktivitas menentang rezim.

Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh, selain melakukan sejumlah aktivitas terpisah di forum-forum agama dan akademik, beliau juga menjadi imam masjid Javid Tehran. Ayatullah Mofatteh menggunakan masjid sebagai basis lokal untuk membentuk generasi muda Islam yang revolusioner. Beliau menjadikan masjid ini sebagai basis untuk membela nilai-nilai Islam.

Pada waktu itu, Syahid Mofatteh membentuk satu pusat muqawama dan mengundang para pejuang terkenal waktu itu seperti Syahid Muthahhari, Doktor Bahonar dan lain-lain untuk memberikan ceramah di sana. Di masjid ini, para pemuda agamis dan akademis, memanfaatkan pidato-pidato yang ada dan perpustakaan masjid yang cukup lengkap. Pengelola masjid juga menyelenggarakan kelas-kelas seperti tafsir, Nahjul Balaghah, akidah, ekonomi Islam, sejarah agama, sosiologi dan lain-lain.

Para pemuda hadir dengan penuh antusias mendengarkan ceramah-ceramah revolusioner dan masjid menjadi basis lain untuk melakukan aktivitas anti rezim Pahlevi. Dari masjid ini pengumuman dan pesan Imam Khomeini ra disebarkan dan ini dilihat oleh rezim Pahlevi sangat merugikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menutup masjid Javid.