Lintasan Sejarah 27 November 2017
Hari ini, Senin tanggal 27 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Imam Hasan Askari as Gugur Syahid
1179 tahun yang lalu, tanggal 8 Rabiul Awal 260 HQ, Imam Hasan Askari as, cucu Raulullah Saw generasi ke-9, gugur syahid di kota Samara, Irak.
Imam Hasan Askari lahir di Madinah pada tahun 232 Hijriah. Ayah beliau adalah Imam Hadi, imam ke-9 kaum muslimin. Setelah Imam Hadi gugur syahid, Hasan Askari as mengemban tugas untuk melanjutkan tampuk keimamahan kaum muslimin.
Periode kepemimpinan Imam Askari merupakan periode yang sangat berat karena kelahiran putra beliau, Imam Mahdi as. Saat itu, kekhalifahan Islam berada di tangan Dinasti Abbasiah yang menunggu dan mengawasi lahirnya calon imam ke-12 kaum muslimin ini untuk dibunuh.
Berkat perlindungan Allah Swt, imam terakhir itu hingga kini tetap hidup dan selamat. Namun, Imam Hasan Askari sendiri akhirnya dibunuh dengan menggunakan racun oleh pemerintahan Abbasiah. Imam Hasan Askari dikenal berilmu tinggi dan banyak melakukan langkah berpengaruh dalam pengembangan keilmuan Islam.
Di antara hadis beliau berbunyi, "Ada dua fitrah manusia yang terbaik , yaitu iman kepada Tuhan dan berbuat kebaikan kepada saudara. Aku mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertakwa dalam beragama, jujur dalam berbicara, dan menunaikan amanah."
Konferensi Tehran Bahas Cara Mengalahkan Jerman
77 tahun yang lalu, tanggal 27 November 1940, para pemimpin Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet, tiga negara yang menduduki Iran, menyelenggarakan konferensi di Tehran.
Konferensi ini digelar setelah AS terlibat dalam perang dunia kedua melawan Jerman. Dalam konferensi yang dihadiri oleh presiden AS Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Churchill dan Pemimpin Uni Soviet Stalin itu, dibahas cara-cara untuk mengalahkan Jerman dalam perang dunia kedua.
Setelah empat hari berunding, para pemimpin ketiga negara menandatangani deklarasi bersama yang isinya adalah tekad untuk mengalahkan Jerman. Ketiga negara juga sepakat untuk meninggalkan Iran setelah perang berakhir.
Hauzah Ilmiah Qom Protes Hukuman Mati Ulama Syiah Irak
43 tahun yang lalu, tanggal 6 Azar 1353 HS, Hauzah Ilmiah Qom melakukan protes atas hukuman mati ulama Syiah Irak.
Menyusul keputusan pemerintah Baath Irak untuk menghukum mati lima ulama pejuang Syiah, Hauzah Ilmiah Qom dan Mashad diliburkan dalam rangka memprotes langkah tersebut.
Pada tanggal 6 Azar 1353 ini juga para ulama seperti Ayatullah Sayid Shihab al-Din Marasyi Najafi, Sayid Mohammad Reza Golpaygani dan marji Syiah lainnya di Qom serta Ayatullah Milani di Mashad meliburkan kuliahnya.
Sebelumnya, rezim Baath Irak yang dipimpin Ahmed Hassan al-Bakr menangkap 150 ulama Irak dan mengeluarkan hukum lima dari ulama yang ditangkap itu harus dihukum mati.